Langkah PTAR di Tengah Banjir Bandang Garoga, Buka Akses Jalan hingga Dirikan Posko Pengungsian

Kamis 04-12-2025,23:14 WIB
Reporter : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Agincourt Resources (PTAR) memberikan bantuan terhadap korban bencana banjir bandang di Desa Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Medan.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak banjir sebagai perannya menjadi first responder sejak hari pertama bencana terjadi.

PTAR menegaskan bahwa perusahaan telah mengerahkan tim SAR, membuka akses jalan yang terputus, dan mendirikan posko pengungsian.

BACA JUGA:Wapres Gibran Naik Trail Tinjau Langsung Dampak Banjir di Agam, Pastikan Percepatan Bantuan dan Pemulihan

Posko pengungsian didirikan dengan tenda darurat, dapur umum, dan klinik masyarakat.

PTAR juga bekerja sama dengan pemerintah daerah TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentigandi wilayah Tapanuli Selatan guna memaksimalkan evakuasi dan pemulihan.

Respons PTAR Soal Isu Tambang Penyebab Banjir Garoga

Selain itu, PTAR juga membantah banjir bandang dan langsor di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan disebabkan karena aktivitas emas Martabe di Tapanuli Selatan.

Menurutnya, penyebab utama banjir dan tanah longsor di Batang Toru adalah curah hujan ekstrem yang memicu longsoran di hulu.

BACA JUGA:Pertamina Gratiskan Ganti Oli untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut-Sumbar, Cek Lokasinya

Kemudian, penyumbatan masif kayu gelondongan yang menutup aliran Sungai Garoga juga menjadi salah satu faktor penyebab bencana tersebut terjadi.

"PTAR menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban banjir bandang dan longsor di wilayah Batang Toru," tulis Manajemen PTAR dalam keterangan resmi pada Kamis, 4 Desember 2025.

PTAR menegaskan bahwa bencana alam dipicu karena sejumlah faktor, salah satunya curah hujan.

Siklon Senyar yang menyebabkan hujan dengan intensitas sangat lebat dan ekstrem di wilayah Tapanuli Selatan," ungkapnya.

Curah hujan yang sangat lebat dan ekstrem mencerminkan kejadian maksimum yang tidak pernah terjadi setidaknya dalam waktu 50 tahun terakhir.

BACA JUGA:Kemenkes Perkuat Tim Medis Bencana: Tambahan Dokter Spesialis Anak hingga Bedah Dikerahkan ke Lokasi Banjir

Kategori :