Selama kunjungan, Bupati dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga, mengecek kebutuhan harian, dan melihat langsung kondisi posko yang menampung ratusan pengungsi dari desa sekitar.
Warga menyampaikan sejumlah kendala yang mereka hadapi mulai dari akses pangan, air bersih, hingga dukungan komunikasi karena beberapa wilayah terputus dari jaringan.
Mendengar kondisi tersebut, Jatmiko memberikan arahan langsung kepada manajemen regional agar segera menyediakan air bersih, pakaian anak-anak, bantuan kesehatan, hingga dukungan sarana seperti genset dan bahan bakarnya.
Ia juga meminta agar setiap kebutuhan tambahan dari posko dapat dilaporkan dan ditindaklanjuti tanpa menunggu proses panjang.
“Air bersih harus segera ada. Pakaian anak-anak juga penting. Kalau ada kebutuhan tambahan, sampaikan langsung. Kita kawal dan kita penuhi,” ungkapnya.
BACA JUGA:2 Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp125.000 ke Dompet Digital Khusus Sore Ini, Modalnya Cuma HP
Ia menyampaikan bahwa PalmCo siap menanggung biaya-biaya tambahan untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.
“Hidup normal, kerja normal. Karena percuma kalau hidup belum normal, kerja tidak mungkin normal. Dan jika ada biaya tambahan, itu tanggung jawab kami untuk mencarikannya,” tegasnya.
Selain itu, Jatmiko menekankan bahwa dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk logistik.
Perusahaan juga sebelumnya telah menyediakan fasilitas komunikasi darurat berbasis satelit untuk memudahkan proses koordinasi tim lapangan, terutama di wilayah yang jaringan selulernya terputus akibat bencana.
Bantuan PalmCo Mengalir ke Aceh Tamiang dan Wilayah Lain
Jatmiko menyampaikan bahwa hingga saat ini PTPN IV PalmCo telah menyalurkan lebih dari 50 ton minyak goreng ke berbagai wilayah terdampak banjir.
Penyaluran dilakukan melalui posko-posko utama yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan relawan.
BACA JUGA:ICMI Diminta Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Ekonomi Kerakyatan Berkelanjutan
Selain itu, PalmCo juga mendistribusikan lebih dari 9 ton beras, lebih dari 1.300 dus mi instan, serta lebih dari 20.000 butir telur ayam.