Selain logistik dasar seperti makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan, bantuan juga disalurkan melalui pengiriman enam tenaga kesehatan dan dua dokter Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Pangkalan Angkatan Udara (AU) Soewondo Medan. Layanan kesehatan keliling dan peralatan medis ringan diturunkan untuk melengkapi fasilitas kesehatan daerah.
BACA JUGA:Kangen Kuliah! Kisah Mahasiswa Korban Banjir Aceh yang Bertahan Lewat Dapur Umum Kampus
Bantuan disebutkan melalui tiga skema yang dapat diakses perguruan tinggi, yakni pengajuan proposal kebutuhan darurat dari sivitas akademika, bantuan langsung dari Kemdiktisaintek, dan penyaluran bantuan bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang terdampak.
Kemdiktisaintek memastikan pembaruan data situasi dilakukan secara berkala, bersamaan dengan peningkatan koordinasi posko daerah dan dengan lembaga lain agar langkah pemulihan awal berjalan cepat dan terukur.
BACA JUGA:Kangen Kuliah! Kisah Mahasiswa Korban Banjir Aceh yang Bertahan Lewat Dapur Umum Kampus
Ke depan, dukungan akan mengarah ke pemantauan dan bantuan berkelanjutan terhadap dampak sivitas akademika.
Kemdiktisaintek berkomitmen untuk tidak hanya terus mendistribusikan bantuan darurat, tetapi juga memulihkan dampak pascabencana dan memastikan keberlanjutan ekosistem pendidikan di Sumatra.