Momen Anak-anak Main 'Wahana' Air saat Banjir di Kembangan, Semringah Banget!

Momen Anak-anak Main 'Wahana' Air saat Banjir di Kembangan, Semringah Banget!

Anak-anak bermain bebas bak di wahana air saat Banjir melanda Wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Minggu, 8 Maret 2026-Disway.id/Candra Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Banjir di Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, membuat aktivitas pengendara lumpuh, Minggu, 8 Maret 2026. Momen tersebut justru dimanfaatkan menjadi kegiatan ceria oleh anak-anak sekitar.

Berdasarkan pantauan jurnalis Disway di lokasi sekira pukul 14.30 WIB, sejumlah anak-anak terlihat bermain 'wahana' air, dari raut wajahnya sangat sumringah. 

BACA JUGA:BGN Ungkap Monopoli SPPG di Solo Raya, Nanik S. Deyang: Ada yang Langgar Juknis

BACA JUGA:Istri Sopir Truk Protes Kebijakan Larangan Truk Sumbu 3 Saat Lebaran: Terlalu Lama

Mereka seperti kembali ke habitat aslinya. Tanpa gadget, youtube dan game online. Anak-anak itu nampak bersosialisasi dengan karibnya--sambil bermain air di tengah banjir yang melanda.

Terlihat sejumlah bocah berlarian kesana kemari, membuat perahu dari gabus, hingga mengkecipak-cipak air. Seru. Seperti kembali dibawa ke era tahun 2000an awal.

Tak ayal, banyak orang tua yang mengabadikan momen tersebut. Mereka terlihat bangga membiarkan anak-anaknya bermain air, daripada harus menyalakan ponsel untuk menghiburnya.

Sementara itu, para pengendara, khususnya pemotor terlihat di pinggir-pinggir trotoar. Raut wajahnya nampak bimbang: apakah harus meneros banjir atau putar balik.

Sejumlah kurir paket dan ojek online pun kebingungan. Antara tanggung jawab pekerjaan atau terus berkorban demi menerobos banjir yang menghalangi perjalanan mereka. Pilu.

BACA JUGA:Jesse Choi Suami Maudy Ayunda Ikut Kehilangan Vidi Aldiano, Unggah Kenangan Bersama Sang Duta Kondangan

Tak jarang pula pengendara yang nekat menjerjang banjir mengalami mogok motor. Mereka terpaksa harus mendorong 'kudanya' ke tempat yang lebih datar.

Salah seorang warga, Esa Fadhlani, mengatakan bahwa banjir di wilayahnya terjadi akibat luapan kali Kembangan. Ditambah pula curah hujan yang cukup tinggi.

"Air dari Kali Kembangan jam sekitar 23.00 WIB sudah mulai naik. Puncak meluapnya sekitar pukul 03.00 WIB. Nyampe warteg tingginya udah se-paha saya (60-80 cm)," kata Esa.

Esa pun tak menampik bahwa pemerintah telah berupaya menanggulangi banjir dengan cara mengeruk kali. Namun apalah daya, alam tetap berkehendak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads