Energy Outlook 2026 Digelar di Jakarta, ASPEBINDO dan HIPMI Dorong Penguatan Rantai Pasok Energi Nasional

Kamis 25-12-2025,18:18 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Namun tantangan utamanya adalah memastikan:

- Pasokan gas mencukupi

- Infrastruktur memadai

- Rantai pasok kuat dan efisien

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mendorong swasembada energi melalui peningkatan produksi migas, percepatan pembangunan infrastruktur gas, serta penguatan sistem rantai pasok nasional dengan dukungan regulasi yang adaptif dan iklim investasi yang sehat.

BACA JUGA:Bahlil Pastikan Energi Aman, Masyarakat Diminta Tak Khawatir Soal BBM dan LPG Saat Nataru 2025/2026

Ferry Juliantono: Koperasi Harus Jadi Instrumen Distribusi Energi yang Adil

Forum ini juga menghadirkan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas ASPEBINDO.

Ia menekankan bahwa ketahanan rantai pasok energi harus diperkuat dari hulu hingga hilir.

Salah satu langkah strategis adalah dengan menempatkan koperasi, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai mitra penting dalam distribusi dan pengelolaan energi, terlebih saat peran Energi Baru Terbarukan (EBT) semakin meningkat.

Menurutnya, sinergi antara industri besar dan koperasi dapat menciptakan pengelolaan energi yang:

- Lebih efisien

- Lebih adil

- Memberi manfaat langsung pada masyarakat desa

- Sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

BACA JUGA:Pertamina Bergerak Cepat Bersama Danantara, Kirim Energi dan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang

Eksplorasi Migas Ditekankan: Tanpa Cadangan, Ketahanan Energi Mustahil

Dalam sesi pembicara lainnya, Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas sekaligus Ketua Satgas Percepatan Produksi/Lifting Migas, menyampaikan bahwa ketahanan energi nasional tidak mungkin diwujudkan tanpa cadangan migas yang cukup.

Kategori :