Energy Outlook 2026 Digelar di Jakarta, ASPEBINDO dan HIPMI Dorong Penguatan Rantai Pasok Energi Nasional

Kamis 25-12-2025,18:18 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

- Biofuel dan biogas

Namun, tantangan terbesar terletak pada kesiapan pendanaan. Menurutnya, bukan hanya infrastruktur bioenergi yang harus dibangun, melainkan juga ekosistem pembiayaan yang bisa memastikan proyek-proyeknya:

- Layak secara bisnis (bankable)

- Berkelanjutan

- Memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan

Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta lembaga pembiayaan (bank dan non-bank) menjadi kunci agar transisi energi berjalan cepat, adil, dan inklusif.

BACA JUGA:Antisipasi Puncak Nataru, Ribuan Penumpang KA Serbu Stasiun Gambir H+1 Natal

Bioenergi Dinilai Bisa Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Desa

Jay juga menekankan bahwa bioenergi bukan sekadar strategi energi, tetapi juga bisa menjadi pendorong ekonomi. Melalui pembiayaan yang terarah, bioenergi berpotensi:

membuka lapangan kerja baru

memperkuat ekonomi desa

memberdayakan UMKM dalam rantai nilai energi nasional

HIPMI bersama ASPEBINDO disebut siap mengambil peran sebagai kolaborator dan motor penggerak, termasuk mendorong peluang bisnis energi terbarukan, penguatan jejaring, serta peningkatan kapasitas pengusaha muda melalui workshop dan kunjungan lapangan.

Forum Energy Outlook 2026 Jadi Momentum Penguatan Sinergi

Menutup rangkaian diskusi, para pemangku kepentingan sepakat bahwa ketahanan energi Indonesia membutuhkan rantai pasok yang kuat, investasi yang kondusif, serta kolaborasi lintas sektor—baik untuk energi fosil sebagai penopang transisi maupun energi terbarukan sebagai masa depan.

Energy Outlook 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan mempercepat implementasi kebijakan energi berkelanjutan yang selaras dengan agenda nasional.

Kategori :