Saat Kembang Api Tak Menyala, Rahmat dan Sahrul Menyimpan Resah di Trotoar Jakarta

Senin 29-12-2025,10:37 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Marieska Harya Virdhani

"Kami ini cuma pedagang musiman, cari makan setahun sekali dari sini. Kalau dilarang total tanpa solusi, ya kita yang di bawah ini yang paling bonyok," ujar Yanto pedas.

Sementara itu, Rahmat (32) yang berjualan di area pinggiran, mengkritik kurangnya sosialisasi yang jelas. Ia merasa terjebak dalam ketidakpastian antara larangan gubernur dan ancaman razia Satpol PP.

"Tiap ada sirine lewat, jantung rasanya mau copot. Mau lanjut dagang takut kena angkut, mau berhenti tapi utang modal harus dibayar," pungkasnya.

Meski Pemprov DKI menekankan faktor keamanan dan risiko kebakaran, bagi Sahrul dan kawan-kawan, aturan tersebut adalah lonceng kematian bagi periuk nasi mereka di penghujung tahun.

Kategori :