Rumah Ahmadi

Rumah Ahmadi

--

Inilah hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ''rumah'' baterai. Teknologi baru itu ia temukan di dua tahun terakhirnya di LP Cipinang. Ia rumuskan. Ia patenkan. Patennya internasional pula: berlaku di 90 negara.

Dokumen paten itu ia daftarkan di Swiss. Tebalnya 35 halaman –terbanyak berisi diagram dan desain.

Kang Dasep bisa menjawab semua pertanyaan ''penguji''. Dalam proses itu ia diminta memilih tim penguji: dari Asia, Amerika, atau Eropa. Kang Dasep pilih Eropa –karena mendaftarkan patennya di Swiss.

"Jadi, sudah tidak mau mikir mobil listrik lagi?" tanya saya.

"Saya sudah tua. Tidak mau lagi mikir industri. Juga sudah tidak punya modal. Semua sudah habis," katanya.

Tapi sebagai orang yang sejak mahasiswa sudah menjuarai lomba robot tingkat nasional (Lihat Disway kemarin: Kang Dasep), Kang Dasep tidak bisa berhenti berpikir. Ketika mobil listrik akhirnya menjamur, ia memikirkan baterainya. Itu pun tidak mau di bidang industri baterai. Ia pilih mencarikan solusi untuk mengatasi hambatan di baterai selama ini. 

Kang Dasep masih akan mendaftarkan satu hak paten lagi. Ia masih merahasiakannya. Kapasitas berpikirnya besar. Pengalaman industrinya dalam. Ia pernah di Astra selama enam tahun. Prestasinya di Astra membuatnya dikirim sekolah ke Jerman. Ke Stuttgart. 

"Latar belakang Anda di mesin. Mengapa masuk ke desain baterai?"

"Saya tidak masuk ke bagian kimianya. Meski saya juga bisa. Saya masuk ke bagian baterai yang menggunakan prinsip-prinsip mesin," katanya.

''Rumah'' baterai yang ia patenkan itu harus mengutamakan presisi, kekuatan dan keamanan –termasuk keamanan dari kebakaran. Semua itu, katanya, prinsip dasar permesinan.

Berarti Kang Dasep masih memikirkan mobil listrik yang ia pernah melahirkannya. Hanya beda bidang. "Silakan semua orang bikin mobil listrik, saya membuat otaknya," katanya.

Kang Dasep menunjukkan betapa rumit ''rumah'' baterai itu sekarang ini. Ia menunjukkan desain baterai di mobil Tesla. Yang ia ciptakan jauh lebih sederhana dari itu tanpa mengurangi fungsi ''rumah'' itu. Baik kekuatannya maupun keamanannya. Kang Dasep mengintegrasikan sistem pendingin baterai di ''rumah''-nya itu.

Yang ingin ia capai adalah: bisa membantu desain baterai agar charging mobil listrik bisa secepat mobil bensin isi BBM. Material dan pendinginan sangat menentukan. Secara teori Denza maupun Tesla bisa charging dalam 10 menit untuk terisi 80 persen. Tapi kenyataannya masih 45 menit. Itu pun kalau charging-nya ultra fast charging. Teknologi baterainya sudah 10C. Hanya kenyataan dalam praktik kapasitas 10C itu terpakai 2C atau 3C.

Saat kuliah di ITB (mesin), Kang Dasep lulus dengan IPK 4,2. Saya pun menyampaikan pujian atas nilainya itu. Ia merendah. "Kalau dulu tidak jadi aktivis bisa lebih tinggi," katanya.

"Waktu jaman saya skala nilai di ITB masih maksimum 5, jadi saya 4,2. Kemudian berikutnya di ITB setelah zaman saya skalanya diubah maksimum 4," jelas Dasep saat saya konfirmasi ulang soal IPK 4,2. 

Tapi Dasep tidak menyesali pernah jadi aktivis. "Bermasyarakat itu penting. Untuk apa nilai lebih tinggi tapi tidak banyak manfaat," katanya.

Salah satu yang memakan perhatiannya saat mahasiswa: jadi pengurus masjid Salman ITB. Ia jadi ketua bidang teknologi terapan. 

Setengah hari penuh saya bersama Kang Dasep Senin lalu. Saya ajak ia makan siang di masakan Hungaria. Sebenarnya ia sedang puasa Senin-Kamis tapi saya menggodanya: "dengan membatalkan puasa Anda dapat dua pahala," kata saya.

"Pahala puasanya tetap dapat, pahala menyenangkan orang lain juga dapat," kata saya agak ngawur. Intinya: saya kangen sekali dengan Kang Dasep. Ingin ngobrol panjang.

Saya pilih masakan Hungaria hanya karena lokasinya. Di sebelah klinik stem cell dr Yanti di ArtHotel, Gatot Subroto. Setelah itu Kang Dasep saya ajak podcast di lantai 19 gedung Menara Global. Saya bisa pinjam studio podcast di situ: milik IDN Times. Wartawan senior Uni Lubis, menjabat pemred di situ.

Setelah punya hak paten internasional itu Kang Dasep akan terus fokus ke seputar teknologi baterai. Ia akan terus jualan otak. 

"Apakah tidak masygul kini melihat mobil listrik asing menguasai pasar Indonesia?

"Itulah dulu yang terus kita bahas. Pasar mobil kita, mobil bensin, sudah dikuasai merek asing. Kini kita punya kesempatan di mobil listrik," katanya waktu itu. "Kalau saatnya tiba jangan sampai mobil listrik pun dikuasai asing. Ini waktunya kita siap-siap untuk tidak terantuk batu kedua kalinya," ujar Kang Dasep mengutip upaya yang dilakukan 13 tahun lalu.

Ternyata, 13 tahun kemudian, kita masuk lubang yang sama. 

"Kita tidak usah protes. Jalannya hidup bangsa kita memang harus begitu," katanya. "Kita harus tetap berbuat sesuatu," tambahnya.

Bahwa ia kini menciptakan desain di baterai itu karena sangat mungkin dicapai: pasar kita sangat besar. Sumber material kita, nikel, sangat besar. Kemampuan SDM kita juga besar. "Tiga-tiganya ada di negara kita," katanya.

Dengan menciptakan ''rumah'' baterai yang diintegrasikan dengan sistem pendinginnya Kang Dasep tidak perlu memikirkan jenis baterai yang mengisinya. Bisa lithium fosfat, bisa lithium nikel, bisa solid state, bisa sodium. Apa pun baterainya, pakai ''rumah'' baterai Ahmadi. (Dahlan Iskan)

Podcast Episode 2, Dahlan Iskan Bertemu Dasep Ahmadi

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 April 2026: Kang Dasep

Kujang Amburadul

Setelah sekian puluh tahun, apakah kasus "tolol" macam yang dialami oleh Kang Dasep tidak muncul lagi? Masih hangat. belum akan dingin. Belum lama pula. Kini dialami oleh videografer Amsal Sitepu. Bedanya, bahwa sebelum vonis "tolol" macam yang lalu tiba, publik dan netizen bersuara. Hasilnya. Hakim yang mungkin saja sedang tertidur leyep-leyep tersadar, dan Amsal bebas. Lalu anda masih bertanya, bagaimana setahun, dua tahun, sepuluh tahun kedepan tak akan ada lagi kasus cem macem begini? Perbaiki dulu Mas IQ APH. Buatlah 3 digit.

Johannes Kitono

Minggu Suci Ada yang menyebutnya Hari Tri Suci. Khususnya umat Katholik. Dimulai dari hari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah. Saat Kamis Putih sesudah Perjamuan Terakhir. Yesus membasuh kaki muridnya termasuk Yudas Iskariotnya yang menjualnya dengan 30 perak. Last Supper dilukis oleh Michael Angelo dengan indah.Jumat Agung Yesus diadili, di hukum mati dan di salib di bukit Golgotha. Semuanya ini dilakukan Yesus untuk menebus dosa manusia. Pada hari Minggu Yesus bangkit dari kubur dan disebut Minggu Paskah. Bikin kaget Maria Magdalena dan para muridnya kecuali Thomas. " Sebelum pegang rusuknya yang ditusuk saya tidak percaya ", kata Thomas bak Auditor. yang tanpa bukti / data tidak akan percaya. Selamat Hari Paskah dan semoga membawa Kedamaian bagi dunia khususnya di Timur Tengah. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Johannes Kitono

Pahlawan EV Dilihat dari kontek now Dasep Ahmadi adalah Pahlawan EV NKRI. Sebagai direktur Sarimas Ahmadi Pratama harus masuk bui 7 tahun. Kontrak 16 unit EV untuk Delegasi KTT APEX XXI di Bali ( 2003 ). Gagal serah terima padahal sponsornya Pertamina, PN Gas dan BRI. Jelas ada kerugian negara dan Dasep didakwa korupsi. Niat baik Dasep angkat nama NKRI di KTT salah konsep dan waktu. Dasep ahli mesin sekaligus direktur SAP yang tidak teliti baca kontrak. Harus meminta LO sebelum ttd kontrak. Tuduhan JPU bahwa Esemka Dasep hanya modifikasi Alphard juga lucu. Kan seharusnya Alphard yang tuntut kalau merasa dirugikan. Now, melihat boomingnya EV di Indonesia yang di dominasi China. Seharusnya para APH yang penjarakan Dasep harus malu. Tanpa sadar mereka telah melakukan Aborsi terhadap kreasi anak bangsa. Semoga Dasep tetap berkreasi dan pengalaman pahitnya tidak terulang lagi. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Johannes Kitono

Weda Sugama. Penggiat Lingkungan Bali ini gemas soal sampah dan menulis surat ke Presiden. Kepada Bapak Presiden Prabowo ???????? Dengan Hormat, Sebagai rakyat kecil ijinkanlah saya urun pendapat mengenai polemik sampah di Bali yang tidak bisa di atasi sampai sekarang ! Kalau sampah terus dibawa ke TPS lalu ditumpuk di TPA, itu artinya kita bukan menyelesaikan masalah, tapi hanya memindahkan masalah. Dan yang lebih ironis, biaya untuk sistem seperti ini sangat besar. Coba bayangkan: 1. Investasi armada pengangkut sampah dan biaya BBM 2. Gaji sopir/ karyawan 3. Bayar open dumping di TPA Dari sekian banyak armada sampah Ini bukan uang kecil. Ini peredaran uang yang sangat besar. 1.Kenapa Pergub no 47 th 2019 tidak jalan ? 2.Siapa cukong di balik bisnis sampah ini? 3.Jelas Swakelola berani menentang pemerintah karena dari puluhan tahun mereka buang sampah ke TPA dan bayar bukan gratis. Dan uangnya kemana ? Mohon perhatian Bapak sebagai Presiden yg kami muliakan memberikan solusi. Karena Gubernur Bali dan aparat Pemda sudah tidak mampu mengatasi masalah ini. Salam hormat, Weda Sugama Penggiat lingkungan Bali NB ; Semoga mendapat respon positip dari Presiden.

Juve Zhang

Ilmuwan Tiongkok hampir semua balik kandang membangun Kekuatan Raksasa Tiongkok....mereka bukan cari uang sama di LN tetapi sekarang di Tiongkok bayaran gaji sudah sama dengan Amerika....Huawei bisa gaji jenius matematika dari Rusia 30 milyar rupiah setahun..... arti nya Raksasa Tiongkok juga mampu menarik minat talenta terbaik Dunia....anda jenius matematika...fisika .... kimia silakan melamar kerja di Tiongkok.....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SUNYI YANG MENYALA.. Jumat ini tidak ramai. Tidak ada sorak. Tidak ada tepuk tangan. Hanya sunyi. Tapi justru di situlah maknanya. Bagi saudara kita yang merayakan Jumat Agung dan Paskah, ini bukan sekadar ritual. Ini tentang pengorbanan. Tentang setia sampai titik paling sunyi. Saya muslim. Tapi sunyi seperti ini terasa akrab. Dalam setiap keyakinan, selalu ada fase hening. Saat manusia diuji: masih percaya atau mulai goyah. Jumat Agung mengajarkan satu hal sederhana. Bahwa kebenaran tidak selalu menang dengan cepat. Kadang harus kalah dulu. Disalahpahami. Bahkan ditinggalkan. Lalu Paskah datang. Seperti fajar. Pelan. Tapi pasti. Memberi pesan bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu waktu untuk bangkit. Di tengah dunia yang bising—politik, ekonomi, dan ego—momen seperti ini mengingatkan kita untuk berhenti sejenak. Menunduk. Mendengar. Bukan suara luar. Tapi suara hati. Mungkin itu yang kita butuhkan hari ini. Lebih banyak sunyi. Agar kita tidak kehilangan arah. ## Selamat merayakan Paskah..

Muh Nursalim

Kejamnya negeriku. orang riset kok dpenjara. Taruhlah memang melanggar suatu pasal. Toh ndak ada mens rea. Apa dia jahat. Untuk kemajuan bangsanya. Kalo seperti itu negara memperlakukan para inovator. Menjadi sulit maju bangsa ini. Akhirnya orang2 top seperti itu pasrah. Ya wes lah.

my Ando

Ngerih.. Ngerih.. Sodaapp.. Saat Pak Dahlan menjalankan bisnis manufacturing hope dulu saya sudah mengikuti dan emosi saya selalu terbawa seakan berhalusinasi bahwa Indonesia Emas didepan mata makanya stelah badai reda dan zaman berganti jadilah cerita jalan² isian purna tugas pun saya jg bisa memahami cooling down itu setelah membayangkan maut yg telah mengintainya dan juga tim nya dulu Sehat sehat Pak Dahlan minimal masih ada monumen hebat bekas MH anda yg ikonik sperti tol Bali itu Bapak terbuntang karna masuk dunia politis padahal Bapak bukan ahlinya, biar hidup ini lebih indah hindari aja deh itu taik trmasuk nyrempet² dikit sekalipun utamanya di rubrik harian ini, biarlah usia Wapres dan Ijazah menjadi perbincangan hangat di wc, Bapak teruslah jalan² tanpa harus ikut²an mencium aroma taik sperti itu

FP. KUSUMO

Saya masih ingat hari itu. Hari di tanggal 17 Agustus. Sebuah puisi yang mengajak para putra petir kembali. Dan saya mengikuti cerita kelanjutannya. Hingga akhirnya saya berpikir bahwa negara ini jahat. Negara ini jahat pada berlian-berlian kandungnya. Pemimpin tertingginya tak berbuat apa-apa untuk menghentikan kejahatan itu. Atau tak kuasa menghentikannya. Saya sungguh berpikir begitu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CNC ITU APA SIH? DAN APA PERAN PAK DASEP TERKAIT CNC? CNC adalah Computer Numerical Control. Mesin perkakas yang diberi “otak” komputer. Dulu tangan operator yang menggerakkan. Kini program yang mengatur. Hasilnya presisi. Konsisten. Bisa diulang ribuan kali tanpa berubah. Jenisnya banyak. Milling untuk frais. Lathe untuk bubut. Laser dan plasma untuk potong. EDM untuk detail halus. Bahannya juga luas. Dari baja, aluminium, titanium, sampai komposit pesawat. Di industri dirgantara, CNC membentuk bagian penting seperti spar dan rib sayap. Di otomotif, ia melahirkan komponen mesin yang presisi. Lalu di mana posisi Dasep Ahmadi? Ia bukan penemu CNC. Teknologi itu sudah lama ada. Tapi ia dikenal mengembangkan dan membuat mesin CNC sendiri di dalam negeri, terutama untuk kebutuhan industri manufaktur lokal. Lebih ke rekayasa dan produksi mesin CNC—bukan menciptakan jenis baru seperti EDM atau laser. Nilai pentingnya di situ. Dari pengguna menjadi pembuat. Dari impor menjadi mandiri. Karena dalam industri, bukan siapa yang pertama menemukan. Tapi siapa yang mampu menguasai dan memproduksi. Dan di titik itu, CNC bukan sekadar mesin. Ia adalah pintu masuk menuju kedaulatan teknologi. Cc/Up: Pak Mul Kresta. Pak Taufik Hidayat.

Herry Isnurdono

Kang Dasep dipenjara 10 th....Abah DI masuk tahanan ? Berapa tahun ? Sepertinya Abah DI aman2 aja....jika Abah DI bukan Menteri BUMN di jaman SBY, pasti Kang Dasep tidak bakal masuk penjara....tidak berurusan dgn BUMN. Abah DI memang visioner, th. 2013 sudah bikin proyek mobil listrik....nyaris kehilangan nyawa....apakah Abah DI didukung Presiden SBY ? Sepertinya tidak....Abah DI diperintahkan ikut nyapres lewat Audisi Partai Demokrat.....didukung SBY....sepertinya tidak....jadi jika proyek mobil listrik gagal, wajar2 aja....itu karena inisiatif Abah DI sendiri. Abah DI mau lawan Raksasa Konglomerat Otomotif Jepang di Indonesia ? Gila....Toyota sejak era Soeharto jadi RI 1 ke 2 sampai saat ini masih exis dan hidup.....era mobil listrik saat ini sudah tidak bisa dilawan dan ditahan lagi. Vietnam sudah bikin mobil listrik. Apalagi Tiongkok. Di negara Tirai Bambu hampir semua mobil sudah beralih ke mobil listrik. Seandainya mimpi Abah DI ditahun 2013 menjadi kenyataan, tidak bakal Kang Dasep masuk penjara...kira2 Abah DI merasa bersalah tidak ? Sepertinya jika Abah DI tidak bertemu Kang Dasep, pasti Kang Dasep tidak bakal masuk "PESANTREN".....

Warok Ponorogo

Dasep dan Putra petirnya Dahlan Iskan. Mario Rivaldi, alumnus ITB lanjut kuliah di Jerman spesialisasi body dan utilitas molis. Ravi Desai, lahir Gujarat, tapi sudah lama jadi WNI, alumnus India spesialisasi DC dan AC driver kontrol molis. Danet Suryatama, wong Pacitan alumnus ITS, praktisi expert molis karena bekerja di chrysler USA. Dasep Ahmadi, alumnus ITB lanjut kuliah di Jepang dan bekerja di industri otomotif Jepang. Terakhir Ricky Elson, urang Minang alumnus politeknik Jepang pemegang beberapa hak paten motor listrik penggerak molis. Sungguh team sempurna dg komandan team sekelas menteri BUMN berharap bisa meempelopori terwujudnya mobil listrik nasional. Namun apalah daya, senjata politik menebas ide, gagasan dan prototipe mobil listrik nasional ini. Kang Dasep dikriminalisasi kasus korupsi, Uda Ricky Elson menepi di Ciheras di selatan Tasikmalaya dengan "Lentera Bumi"nya. Negeri ini tidak kekurangan orang pintar di bidangnya yang kurang adalah keberpihakan dan kesempatan dan tidak direcoki peraturan yang menghambat inovasi. Masa mobil listrik tidak lolos uji emisi, otak waras mana yg dipakai dibalik ini? Salam akal sehat..

Ahmed Nurjubaedi

Pramoedya Ananta Toer sungguh hebat. Indonesia sekarang tetap menjadi Rumah Kaca. Dengan Mr Pangemanann ada di mana-mana. Ia pribumi antek penjajah. Setiap kali muncul Minke, Pangemanann akan bergerak dengan emosi dingin, tanpa hati, dan strategi ala GM catur kelas Magnus Carlsen untuk menghancurkan Minke. Orang-orang seperti Minke harus hilang. ### Tjokroaminoto harus meletakkan tahta untuk membela bangsanya/ Hatta pun bersumpah takkan menikah sebelum merdeka tanah airnya/ Tan Malaka tak kenal lelah bergerak di belantara dan di atas meja/ Sutan Syahrir tak terhitung hidup di tanah buangan// Soekarno, Kartosuwiryo, Daud Beureueh, Amir Syarifuddin, Agus Salim/ Dan deret tak terhitung pendiri bangsa/ Apakah kami, anak cucu kalian ini, memang sudah tak tahu kalian lagi?/ Karena buku sejarah hanya membuat nama dan tanggal lahir kalian?/ Karena kebesaran jiwa kalian bukan apa-apa bagi kami?/ Karena kilau emas permata telah menjadi panduan hidup kami?// Tuhanku/ Tiupkanlah meski hanya semilir sahaja di hati kami/ Kejujuran Hatta/ Kesederhanaan Agus Salim/ Keteguhan Syahrir/ Keberanian Tan Malaka/ Keikhlasan mereka yg telah terbaring tanpa nama// ### Ah. Mengingat the Buru Kwartet kadang seperti membaca ulang Indonesia sekarang. Namun saya yakin, Hatta dkk akan selalu hadir kembali di antara kita.

djokoLodang

-o-- Selingan - Intermeso Balada Kakek + Lihat, Nimas. Saya baru menerima e-mail dari lembaga yang melakukan analisis DNA saya. Mereka punya kabar yang sangat baik. - Wah, bagus sekali, Kangmas... + Ya, dengarkan ini. "Hasil analisis kami, genetika Anda menunjukkan bahwa kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami kebotakan..." - ???!!? ...pada hal ...?! + O iya, aku ingat... waktu sampel tempo hari, aku pakai peci... jadi gak kelihatan ... -0--

Joko Wito

Teringat jelas waktu Abah dan kang asep memperkenalkan si "hijau".Senyum simpul para wartawan, dan penonton lainnya setelah tahu si hijau dinamakan AHMADI. Mungkin terasa aneh dan lucu. Abah langsung menyadari hal itu, dijelaskan bahwa honda, suzuki, kawasaki juga nama penemunya... Padahal yg lebih aneh pemerintah beserta regulasinya ( ups keceplosan.. Hhh)

Taufik Hidayat

Sedikit info lagi tentang CNC yang bisa dipotong atau dibubut dengan CNC bukan hanya steel atau baja , tetapi berbagai macam material logam tergantung penggunaannya . Kalau di pesawat terbang umumnya bisa berbentuk alloy terutama aluminium alloy atau bahkan titanium agar selain kuat juga lebih ringan dibanding steel. Bahkan pesawat yang lebih modern banyak menggunakan komposit . CFRP ata Carbon Fibre Reinforced Polymer yang jauh lebih kuat dan ringan dan tentu menggunakan CNC yang lebih canggih lagi..

Taufik Hidayat

Kali ini artikel abah tentang Kang Dasep dan mobil listrik dan CNC. OMon İmin soal CNC saya jadi ingat pertama kali kenal atau melihat langsung CNC adalah ketika bekerja di Nurtanio yang kemudian berubah nama nya IPTN.. pabriknya di Bandung thn 1980 an. Nah yang saya ingat mesin nya ukuran raksasan Karen untuk membuat bagian bagian pesawat. Jadi mesin CNC ini sebetulnya bisa berupa Milling Machine atau Lathe Machine (Meisn Frais atau mesin bubut) yang dijebadikan komputer agar sangat presisi. Ukurannya banyak yag besar besar karena untuk membuat suku cadang pesawat seperti bagian wing atau sayap seperti Spar dan Rib . . Spar adalah tulang utama sayap yang membentang dari pangkal sayap ke ujung sayap sementara rib adalah bagian tulang yang melintang . CNC juga sering untuk membuat mounting atau dudukan Flap dan Aileron. flap adalah bagian sayap yang bisa bergerak untuk menambah atau mengurangi penampang aerofoil sayap untuk mendamba atau mengurangi Lift atau gaya angka sewaktu pesawat manuver waktu lepas landas atau mendarat. Sedangkan Aileron adalah sepasang flight control agar pesawat dapat berputar atau rolling di sepanjang sumbu longitudinal (yang memanjang dari nose hingga tail). Jadi CNC sidha ada sejak lama dan tentunya selain pesawat terbang juga bisa untuk membuat mobil sehingga hasilnya sangat presisi.

djokoLodang

-o-- Balada Nenek + Cucu, apa kau baru saja menepuk pantatku? - Ya, Nek ... (Nenek pun membalik badan seraya mendekatkan mukanyi ke wajah Cucu, sehingga dia harus membungkuk) + Dengar! Kau TIDAK boleh melakukan itu!! Itu tidak sopan!! + Kau tidak boleh menepuk pantatku atau pantat siapa pun. Mengerti?! - Iyyyyaa ..., Nek .... (tepat pada saat itu anjing mereka datang dari belakang dan mengendus pantat Nenek yang lagi membungkuk) --0-

Vikagora Prayogi

Kalau boleh kita bilang seandainya dulu para putra petir tidak perlu di tulis berseri seri dalam manufacturing hope. Seandainya karya karya mereka dulu tidak perlu di ekspose di media Seandainya karya karya mereka dulu tidak di pamerkan di acara APEC di bali (kalau tidak salah) Seandainya para putra petir cukup bekerja dalam sunyi Seandainya dulu semua disiapkan dari hulu sampe hilirnya dulu Seandainya... Seandainya yang lain... Karena terlalu banyak orang yang hatinya, keinginannya tidak sama dengan mimpi orang yang pernah jadi sesuatu itu. Terlalu banyak pihak yang tidak ingin indonesia menjadi produsen mobil listrik Terlalu banyak pihak yang ingin Indonesia cukup jadi pasar saja Terlalu banyak pihak yang melihat Pasar Indonesia sangat menguntungkan.. Terlalu.. Terlalu... Ah sudahlah.. Itu adalah masa lalu yang tidak mungkin akan kembali lagi. Agama juga mengajarkan cukup kita meyakini dan mengatakan Tuhan memang sudah menaqdirkan itu untuk kita. Semoga kedepan kita tidak ketinggalan lagi. Adakah yang mau mengambil pelajaran??

riansyah harun

Podcast antara Pak Dahlan dan Kang Dasep ini, mengingatkan saya akan putra petir sekian tahun silam. Masa masa indah yang redup sebelum layu, upsss salah.., sebelum berkembang. Namun masih ada jalan sepi yang tidak perlu "melawan" arus.., dimana sekarang ini lagi booming MBG. Yang perjalanannya sempat disorot oleh seseorang mahasiswa dari UGM serta sekian banyak orang lainnya..??? Yang intinya, MBG tersebut terkena "bakteri" dan kurang pas lagi untuk di konsumsi..??? Rasanya ini peluang bagi pak Dasep, Pak Ricky dan Pak Dahlan serta team lainnya. Rasanya saat ini belum terlambat untuk bisa melompat jauh...., beradaptasi dengan MBG agar teknologinya tidak ikut terhambat..?? Kalau tidak salah ingat, seseorang dari team inti dalam group petir itu, punya pengolah makanan yang bisa bertahan lama yang pabriknya ada di Jawa Bagian Timur..??? Saya lupa teknisnya, pokoknya jika makanan itu masuk dalam sistemnya, dijamin tidak akan basi dan tidak akan rusak. Termasuk tidak perlu lagi menggunakan bahan pengawet segala macam itu. Lupakanlah mobil listrik, tapi bagaimana pabrik pengawet itu, dikembangkan secara utuh dengan teknologi amat tinggi, sehingga jika ada serangan perang lagi dan membuat porak poranda ketahanan pangan dan ekonomi, Indonesia tidak perlu khawatir kehabisan makanan. Silahkan BBM (minyak) bisa krisis, tapi Bahan Baku Makanan, tetap tersedia karena keawetannya...!!!

Beny Arifin

Itulah bedanya orang China beneran dengan orang yang hanya sering ke China. BYD si China beneran ini 10 tahun lalu sudah berfikir mobil listrik ini seumpama lari marathon. Panjang, lama, melelahkan. Makanya dia benar2 mempersiapkan semuanya. Teknologi nya harus dikuasai, rantai produksinya harus sustain. Segala macam viral, heboh kemenangan itu akan datang sendiri nanti di garis finish. Sementara si orang "China" satunya ini tipikal Indo banget. Dia tahu marathon finish aja ga bakal kuat, apalagi menang. Maka dilakukanlah apa yang bisa dilakukan yang penting eksis dan tercatat sejarah. Diambillah jalan pintas. Akhirnya saat start kita lihat ada pelari dengan kostum ngejreng. Lari sekencang2nya. Semua kamera wartawan tertuju pada pelari ini. Sementara pelari China start aja biasa, atur nafas karena dia tahu finish masih 42 km lagi. Dan besok nya di surat kabar kita lihat beritanya. China juara dan merencanakan ikut marathon berikutnya di negara lain. Sementara pelari heboh tadi sedikiiiit diberitakan sedang minum es degan di kilometer pertama setelah start.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PODCAST PAK DAHLAN BERSAMA DASEP AHMADI: "APA YANG DIBICARAKAN..?" Pertemuan pak Dahlan dengan Dasep Ahmadi dalam podcast, seperti membuka kembali lembar lama. Dulu mereka memulai mobil listrik saat orang masih ragu. Mobil "hijau" itu lahir dari kerja siang malam. Dicemooh. Diuji di jalan. Bahkan sempat berhenti sebelum tujuan. Bukan mogok, tapi baterai habis. Itulah riset. ++ Lalu waktu memisahkan keduanya. Sepuluh tahun jeda. Tapi Dasep tidak berhenti. Di ruang sunyi, ia tetap berpikir. Menulis. Hingga lahir paten internasional tentang “rumah baterai pintar”. Bukan sekadar sel, tapi sistem yang menggabungkan struktur dan pendinginan. Tujuannya jelas. Charging lebih cepat. Lebih efisien. Siap untuk teknologi masa depan, termasuk solid state. Ia paham peta. Indonesia kuat di nikel. Maka jangan hanya jadi penonton. Harus masuk ke jantung teknologi baterai. Dari bahan sampai sistem. Bukan sekadar perakit. Ada rasa bangga. Ada juga sesal. Saat mobil listrik kini booming, Indonesia justru tertinggal. Yang dulu dirintis, tak sempat tumbuh. Namun Dasep memilih menatap masa depan. Riset belum selesai. Dan tak pernah selesai. Bahkan baru mulai. Karena bagi seorang engineer, jatuh bukan akhir. Berhenti berpikir, itu baru kalah. ## Sila, lihat sendiri percakapannya. Di Youtube.. Ini iklan gratis..

bitrik sulaiman

Masya Allah. Sy pernah berkirim email ke Kang Dasep Ahmadi. Email-nya pernah pula sy ulangi di ruang komen ini. Surat masukan supaya membuat moblis yang bisa bergerak ke samping. Entah terbaca atau tidak. Allahu a'lam Tak ada kejadian yang menjadi sia-sia Allahu Akbar.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

ANALISA 3: SESUAI ILMU HANACAKA, KEDUANYA “BISA” MAGABATANGA.. Orang Jawa punya cara membaca konflik lewat aksara. Hanacaraka. Datasawala. Padajayanya. Magabatanga. Bukan sekadar huruf, tapi alur. 1) Dari ada, 2) Berhadap, 3) Sama kuat, lalu 4) Kedua pihak sama-sama gugur dan hancur. Sebuah siklus yang terasa relevan hari ini. Amerika dan Iran saat ini berada di fase "padajayanya". Sama-sama kuat. Sama-sama punya daya pukul. Satu unggul teknologi dan jangkauan. Satu lagi unggul ketahanan dan jejaring kawasan. Keduanya saling ukur. Saling tahan. Tapi juga sama-sama panas. Masalahnya sederhana. 1) Jika emosi mengambil alih, 2) Logika mundur. Maka saat itulah pintu "magabatanga" terbuka. Bukan berarti hancur total, tapi sama-sama luka berat. Sama-sama harus memperluas TMP masing-masing. Sama-sama berdarah. Sama-sama kehilangan. Namun medan tak netral. Jika perang BESAR pecah. Perang puputan. Maka Iran akan jadi panggung utama. Infrastruktur, kota, dan ekonomi lebih dulu menanggung beban. Amerika relatif jauh. Kerugiannya lebih pada personel dan aset di luar negeri. Doktrin AS, boleh perang. Tapi jangan di tanah sendiri. Sedanktrin Iran. Di sinilah kearifan lama terasa tajam. Bukan soal siapa menang. Tapi siapa mampu menahan diri sebelum huruf terakhir terbaca. Karena sekali sampai magabatanga, tak ada yang benar-benar pulang sebagai pemenang. Semua kalah. Semua salah..

riansyah harun

Lama saya menunggu "suara" seseorang yang "pernah diberi kuasa" oleh pemerintah dalam memegang jabatan tertentu, bersama rekan rekan seperjuangannya, ketika "dihambat"dalam memulai mobil listrik sekian tahun lampau itu. Sampai saat ini, saya dan mungkin semua perusuh, masih penuh tanda tanya, kenapa mobil listrik tersebut bisa mandek dan terkesan dihambat...??? Dan celakanya lagi, ada yang harus "terkorbankan" sepuluh tahun di ruang sepi yang tersembunyi dan tidak ada satu orangpun yang ingin berada tempat itu..??? Sekiranya dulu...., dulu sekali, jika hak penuh penguasa dalam memberikan amnesti seperti yang pernah dialami oleh tokoh tokoh tertentu, dan ini digunakan untuk memberi "pengampunan" kepada team mobil listrik waktu itu, saya hakul bin yakin, Indonesia sudah bisa tersenyum malu malu di saat kena krisis bahan bakar seperti saat ini. Pasti sudah jauuuhhhh, melampaui mobil listrik dengan merk tertentu lainnya, yang harganya bisa terjangkau dan sekarang banyak wira wiri di jalanan umum. Apakah seseorang dan teamnya tersebut, masih bisa move on dan memulai lagi dari nol untuk menyesuaikan perkembangan mobil listrik yang begitu pesat...??? Tidak perlu lagi mobil listriknya secara utuh seperti lalu, tapi bagaimana kita mampu mengejar baterey yang berkualitas, yang menjadi bahan baku mobil listrik, seperti hak paten Pak Dasep itu...??? Silahkan ber lmba menciptakan mobil listriknya, tapi jantung mobilnya tetap ada di Baterainya yang unggul.

Beny Arifin

Saya termasuk yang tidak setuju adegan habis battery itu disebutbbagian dari riset. Itu nafsu viral yang menunggangi dan akhirnya merusak image riset. Pak Ahmadi pasti tahu hitung2an battery kagak bakal sampai. Tapi pak sesuatu itu sudah ngebet show up bahwa mobil listrik bisa dibuat orang Indonesia. Konyol menurut saya. Termasuk kasis mobil listrik prototype yang nabrak tebing di tawangmangu itu. Kasusnya sama, uji mobil prototype ada tahapan2nya, bukan langsung di jalan raya, atau gunung, apalagi sudah undang wartawan. Pada akhirnya akan merusak rantai riset itu sendiri ditengah jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 26

  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • sigit
    sigit
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Irfan Arief
    Irfan Arief
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Sugi
    Sugi
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • DeniK
    DeniK
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺