Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Marine Geology di King Abdulaziz University, Arab Saudi, yang menjadi fondasi keilmuannya dalam memahami karakter reservoir dan pengelolaan lapangan migas mature.
Selama belasan tahun berkiprah di industri migas Timur Tengah, khususnya 10 tahun berkarir di Arab Saudi termasuk di Dubai dan Qatar, Satria terlibat dalam berbagai proyek energi berskala global.
BACA JUGA:Bahlil Minta SPBU di Lokasi Bencana Tetap Beroperasi 24 Jam saat Tahun Baru
Pengalaman tersebut membentuk jejaring profesional internasional serta perspektif teknokratik yang kuat dalam penerapan teknologi peningkatan produksi migas.
Selain perannya di pemerintahan dan industri, Satria Antoni juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Riset Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), dengan fokus pada penguatan riset energi dan sinergi antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan.
Sebagai putra daerah Riau, wilayah yang menjadi jantung industri migas nasional, Satria Antoni dikenal sebagai figur muda yang memiliki kepakaran di bidang perminyakan serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan sektor energi daerah dan nasional.