Demikian pula dengan Solar Subsidi yang harganya tetap bertahan di level Rp6.800 per liter. Kebijakan itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga daya beli masyarakat untuk kategori BBM tertentu.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mengacu pada formula harga jual BBM dari pemerintah.
Proses kalkulasi tersebut mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, seperti tren harga rata-rata minyak mentah dunia yang dipublikasikan melalui Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif," tegasnya.