Hitung Mundur

Jumat 02-01-2026,04:27 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Zohran Mamdani baru saja selesai mengucapkan sumpah jabatan. Ia masih di depan mikrofon. Penagih dari Pemkot New York mendatanginya.

"Anda harus membayar sembilan dolar," ujar Michael McSweeney, petugas clerk tersebut.

Wali Kota baru New York itu pun langsung merogoh saku di balik jas hitamnya. Ia mengambil sejumlah uang lembaran. Kelihatannya satu lembar lima dolaran dan empat lembar satu dolaran.

Itulah uang administrasi yang harus dibayar pribadi Zohran sebagai wali kota baru. Yakni uang untuk biaya mengarsipkan dokumen pelantikannya itu.

Zohran tidak menerima kuitansi. Atau tanda terima apa pun. Selesai membayar itu petugas lain mendatanginya. Menyodorkan buku pendaftaran yang harus ia tanda tangani. Zohran pun membubuhkan tanda tangan di situ.

"Kini Anda resmi jadi wali kota," ujar petugas tersebut sambil menutup buku.

Pelantikan itu sangat simpel. Tempatnya pun di bekas stasiun kereta bawah tanah. Di bagian tangganya.

Waktunya, Anda sudah tahu: tepat setelah hitungan mundur datangnya tahun baru mencapai kata ''nol''. Itulah saatnya datang pergantian tahun. Juga saatnya datang wali kota New York yang baru. Maka hanya di New York salah satu petugas pelantikan yang harus ada adalah: petugas yang melakukan hitung mundur.

Stasiun bawah tanah City Hall itu sendiri sudah lama ditutup. Yakni sejak malam pergantian tahun: 31 Desember 1945. Penyebabnya: sudah dianggap terlalu sempit. Arus manusia yang menggunakannya sudah terlalu padat. Maklum, itulah stasiun pusat kota. Di dekat balai kota.


Detik-detik pelantikan Zohran Mamdani di tangga stasiun kereta bawah tanah City Hall, New York.--

Sebenarnya terlalu indah stasiun City Hall untuk ditutup. Seindah stasiun kereta api di kota Washington DC. Atau di pusat kota Paris. Atapnya melengkung bermozaik indah. Gaya arsitekturnya adalah Beaux-Arts. Beaux Anda sudah tahu: bahasa Prancis yang artinya cantik.

Meski stasiunnya ditutup tapi jalur rel kereta bawah tanahnya masih dipakai. Hanya saja keretanya tidak lagi berhenti di situ. Cahaya di situ yang dulunya gemerlap juga dimatikan. Ketika kereta Anda melewati stasiun itu Anda tidak merasakan sedang lewat di bekas stasiun yang bersejarah.

Ini termasuk stasiun yang umurnya pendek: hanya 40 tahun. Mulai dibangun tepat tahun 1.900 baru selesai empat tahun kemudian. Atau, sebenarnya, perkembangan kota New York-lah yang terlalu cepat. Lebih cepat dari rencana, sehingga stasiun cantik itu tiba-tiba tidak cukup lagi.

Sejak ditutup stasiun City Hall hanya untuk dilestarikan. Masih boleh dikunjungi turis tapi secara terbatas. Acara-acara khusus juga masih boleh dilakukan di situ tapi jarang –seperti untuk pelantikan wali kota baru kemarin.


ornamen di stasiun subway City Hall, New York.--


Pemandangan stasiun subway City Hall, New York.--

Yang hadir di pelantikan itu memang tidak banyak. Tidak sampai 50 orang. Itu disebut pelantikan pribadi. Hanya petugas, keluarga dan teman terdekat yang hadir. Setelah itu barulah diadakan pelantikan ceremonial. Pelantikan politik. Tempatnya di lapangan terbuka.

Yang juga menarik, di saat pelantikan tengah malam kemarin, Zohran hanya didampingi dua wanita. Di kanannya: petugas wanita yang membacakan sumpah. Zohran menirukan pembacaan itu per kalimat.

Saat mengucapkan sumpah itu tangan kiri Zohran berada di atas Alquran kecil yang dipegang seorang wanita modis dengan kategori tujuh ''i'': istrinya.

Istri Zohran memang istimewa. Cantiiiiiiiknyi. Anggunnyi. Quran itu pun istimewa. Inilah wali kota pertama New York yang bersumpah dengan Quran –Anda sudah tahu: Zohran wali kota beragama Islam pertama.

Quran itu sendiri dipinjam dari perpustakaan umum milik Pemkot New York. Di perpustakaan itu ada satu blok yang disebut Arturo Schomburg Center. Isinya: 4.000 buku dan artefak koleksi almarhum Arturo Alfonso Schomburg.

Setelah Arturo meninggal di tahun 1938, koleksi itu dibeli oleh perpustakaan umum New York –menjadi daya tarik yang istimewa.

Arturo adalah sejarawan otodidak New York asal Puerto Rico campuran Jerman. Ia sejarawan kulit hitam. Ia dikenal tekun mengumpulkan naskah-naskah kuno dari Afrika. Atau yang terkait dengan Afrika.

Setelah mempelajari sejarah itu Arturo membuat seruan ini: orang kulit hitam harus memahami masa lalu mereka untuk menentukan masa depan. Kesimpulan lain darinya: kulit hitam punya peradaban yang tinggi –tidak seperti yang distigmakan oleh Barat.

Quran itu sendiri didapat Arturo dari Suriah. Itu diketahui dari cara penulisannya yang khas Suriah. Berarti Quran itu juga Quran yang berasal dari masjid umum. Bukan Quran khusus sebagai koleksi kerajaan.


--

Pilihan lokasi pelantikan maupun Qurannya tentu sudah dipertimbangkan secara taktis. Zohran punya program mewah di bidang transportasi: menggratiskan bus kota dan kereta bawah tanah untuk golongan bawah.

Pun dibatalkannya penggunaan Quran warisan kakek-neneknya, diganti Quran dari perpustakaan umum: Zohran lebih mementingkan kepentingan umum dari kepentingan keluarga.

Lalu pilihan siapa yang diundang: tidak semua tokoh Demokrat boleh hadir. Hanya yang beraliran kiri –untuk meneguhkan ideologi sosialisnya. Yang oleh Presiden Trump disebut Zohran itu komunis.

Bukan main. Pemuda usia 34 tahun sudah bisa jadi wali kota di kota terbesar di dunia –termasuk kekuatan ekonominya. Untung kita tidak kalah: punya juga pemuda berumur segitu yang bahkan jadi wakil presiden. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 Januari 2026: Tahun Pertaruhan

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

REFORMASI BESAR SELALU DIMULAI DARI HAL KECIL..

Sejarah sering bergerak bukan karena pidato besar, melainkan karena keputusan kecil yang konsisten. 

Tahun 2026 ini terasa seperti itu: tidak heroik, tidak revolusioner, tapi menentukan.

Di tingkat negara, kita bicara reformasi Polri, meritokrasi, dan keberanian melawan kebiasaan menunda. 

Di tingkat desa, dapur MBG mulai belajar tertib keuangan, gizi, dan manajemen. 

Di tingkat rumah, gula putih disingkirkan pelan-pelan. 

Arah sama, skala berbeda.

Inspirasi tahun ini justru ada pada kesederhanaannya: cair dulu baru masak. 

Prinsip kecil, dampaknya besar. 

Kepercayaan dulu, baru hasil. 

Negara ini lama kekurangan kepercayaan—antar lembaga, antar elite, bahkan kepada niat baik sendiri.

Kalau dapur MBG bisa belajar akuntabilitas, desa bisa belajar ekonomi sirkular, dan keluarga bisa belajar disiplin makan, seharusnya negara juga bisa belajar satu hal penting: reformasi tidak harus menunggu momentum sempurna.

Karena momentum sempurna itu mitos. 

Yang nyata adalah keberanian memulai.

Tidak perlu revolusi. 

Cukup reformasi yang dijalankan—hari ini, bukan besok.

rid kc

Polisi memang kebangeten. Coba lihat disekeliling anda. Kalau ada laporan ke polsek tidak kunjung ditindaklanjuti. Kasus nenek elina itu contohnya sudah minta pertolongan polisi ternyata tidak ditindaklanjuti. Pernah saya buat laporan pencurian dan datang ke kantor polisi terdekat ternyata juga tidak ditindaklanjuti. Ada balapan liar di dekat kantor polisi ternyata polisi juga tidak bertindak. Memang kebangeten polisi itu. Ada kemacetan dekat kantor polisi ternyata polisi juga tidak turun mengatur lalu lintas. Memang harus direformasi polisi itu. 

Wilwa

Simak youtube: Slank - Republik Fufufafa (Official Music Video). 28 Dec 2025. Slank Music. Hard rock / metal abis!

Youtube versi covernya:

1) Slank - Republik Fufufafa (Accoustic Cover + Lyrics) By Tumbuh Dewasa Project. 29 Dec 2025. Tumbuh Dewasa Project. Gitaris Solois yang bagus

2) Republik Fufufafa - Slank | Versi Reggae [by NeoCover]. 29 Dec 2025. RF Kasrib. Reggae setengah Rock n Roll.

3) Republik Fufufafa - Slank | Keroncong Cover Remix by Suara Keroncong Jadoel. 30 Dec 2025. Suara Keroncong Jadoel. Dua versi keroncong jadi satu lagu. 6 menit lebih.

4) Republik Fufufafa - Slank Cover Koplo Remix Jawa. 28 Dec 2025. NEUROCRAFT MUSIK Ai. Pakai bahasa Jawa. Covernya animasi lucu Wiwi dan Wowo sedang tertawa terbahak. Kreatif.

Anyway, semua cover ini termasuk pelanggaran hak cipta nggak ya? :)

Leong Putu

Gambar ilustrasinya jelek, pakai banget. Bagus gambar yang terbit di awal tadi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Juve..

CERITERA KEMBANG GULA,

DAN KEMBANG GARAM DI ZUCKER-MUSEUM BERLIN, JERMAN..

Di Zucker-Museum Berlin—kini menjadi bagian dari Deutsches Technikmuseum—ada kisah kecil yang membuka sejarah besar. 

Sebelum gula dikenal luas di Eropa, “permen” anak-anak bukanlah "kembang gula".

Yang ada justru "kembang garam". 

Ya, garam. Kristal putih yang kini kita abaikan, dulu simbol kemewahan.

Pada masa itu, garam sangat mahal di Eropa.

Karena harus impor dari Afrika.

Anak yang bisa “mengemut” kembang garam adalah anak orang berada. 

Rasanya asin, tapi istimewa. Memberi sensasi—seperti gula hari ini. 

Sama-sama menyenangkan lidah, sama-sama bisa membuat candu jika tak dijaga.

Ketika gula masuk, sejarah bergeser. 

Manis menggantikan asin. Permen berubah rupa. 

Tapi pelajarannya tetap.

Yang membuat nikmat selalu berbahaya bila berlebihan. 

Garam berlebih merusak cepat. Gula berlebih merusak pelan, tapi pasti.

Zucker-Museum tidak sekadar memajang benda, melainkan mengingatkan.

Peradaban sering goyah bukan karena kekurangan, melainkan karena kelebihan.

Seperti hidup, seperti kekuasaan, seperti komentar. 

Sedikit rasa cukup. 

Terlalu banyak, bikin sakit.

Juve Zhang

Natal ada kue nastar yg lezat tapi berbahaya....maka beli dikit cukup 0,25 kg makannya pake teknik khusus ...makan tepung nya buang selei nenas didalamnya itubiang manis....kue memang dijauhi sama senior dan seniorita.... apalagi nastar super manis.....manusia bisa sehat tanpa makan gula.... seorang Ronaldo pun tidak makan gula….

riansyah harun

Pada bulan Agustus 2007, seseorang telah mengganti hatinya yang rusak. Berarti awal tahun 2008 hati itu sudah benar benar siap untuk digunakan oleh pemilik barunya. Dan genderang gong reformasi pun dimulai. Harus minum obat penurun imun, disiplin olah raga, dan disiplin dalam pola dan jenis makananan setiap harinya.

Tahun 2026, sang istri dan sang anak, juga mulai menggunakan lutut barunya. Tentu perlu reformasi yang juga sama sama ketatnya, mengingat lutut yg terpasang itu adalah lutut yang "aspal". 

Dan di tahun 2026 muncul reformasi susulan, yang menyangkut sebagian isi dapurnya, termasuk "mengharamkan" berbagai jenis kue, yang terkenal banyak mengandung tepung dan gula.

Rasanya reformasi inipun bisa sukses.

Namun kalau makan durian....????

Apa itu juga harus di reformasi (total)...???

Siapa tau perusuh disway mempunyai data akurat, tentang kandungan gula dalam berbagai jenis buah durian yg terkenal lezat dan menggiurkan itu….

Juve Zhang

Kaum swasta itu kaum mandiri.... kreatif nyari duit sendiri....padahal mereka putar otak dan berani mencoba....kaum PNS polri TNI itu kaum yg aman secara struktur keuangan selalu ada gaji tidak perlu putar otak.... penggerak ekonomi itu jelas swasta....mereka bangun subuh belanja ke pasar ...masak....jualan.... utamanya Uni panggilan ibu bagi orang Minang...atau mbak...saya kagum jiwa mereka merdeka ... mereka bangun pagi ke pasar dan selalu dapat bahan segar .....phisik prima. Gak ada Gula tensi dll karena aktif gerak terus-menerus....gula terbakar habis ....... tempat jualan sewa 50 Jeti setahun dan bisa dibayar lunas ....sudah puluhan tahun bayar kontan....sisa profit bangun 3 rumah pribadi dari jualan Nasi Padang .....sebuah etos kerja yg mengagumkan .. tak ada libur tak ada holiday ke Bali...,kerja ....kerja ....kerja ...inilah potret sukses seorang ibu dari Minang merantau ke Jawa Barat.....jualan nasi padang menghasilkan 3 rumah pribadi....saya langganan kalau marathon jadi tahu cerita sukses beliau....itu potret anak bangsa yg gak korupsi....gak makan duit rakyat....bekerja profesional....mampu bayar sewa tempat 50 Jeti setahun....dan masih sisa banyak.....wkqkw

imau compo

Durian Musang King Malaysia jatuh harganya hingga tinggal Rp. 41.000 per kg, katanya karena melemahnya pesanan dari China dan libur sekolah. Rasanya, Jakarta masih kuat kalau dialihkan karena harga Monthong Palu saja berkisar Rp. 200.000-an beberapa bulan yang lalu.

Mudah-mudahan bukan karena dunia yg tidak baik-baik saja….

Juve Zhang

Tes Kemampuan Akademik SMA sekian juta siswa ikut hasilnya oh my ghosh matematika 36.... inggris 24...bahasa Indonesia 55.... kelebihan demografis anak muda nilai sekian susah kerja di pabrik besar ....paling pabrik kecil…

Murid SD Internasional

Pak Guru @Juve Zhang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi -- mohon maaf -- belum bisa dikategorikan sebagai sebenar-benar "jawara", sebelum beliau punya nyali, melamar dewi fortuna Maluku Utara, Sherly Tjoanda... sekaligus berani melamar dewi negeri jiran Malaysia, Young Syefura.

Murid SD Internasional

Saya menyeru kepada tiga sosok guru berikut ini:

Pak Guru @Komentator Spesialis

Pak Guru @Jadwal Sholat Pro

Pak Guru @Udin Salemo

Silakan kritik Wapres Gibran Rakabuming Raka, silakan kritik mantan presiden Joko Widodo, silakan kritik pemerintahan Prabowo Subianto, tetapi tolong jangan sampai melakukan insinuasi / tuduhan implisit tersamar / penghinaan secara personal, kepada sosok-sosok terkait. Hasilnya pasti akan kontra-produktif. Saya melihat anda bertiga adalah orang-orang cerdas. Alih-alih menghabiskan energi untuk "menyerang", sungguh lebih bagus jika Anda bantu "membangun".

Manfaatkanlah udara demokrasi untuk aktif berpartisipasi memberikan koreksi konstruktif yang efektif dan elegan. 

Pemerintah dengan sistem demokrasi mana pun rawan mengalami blind-spot pandangan dan jangkauan, maka orang-orang cerdas seperti Anda akan sangat dibutuhkan untuk menjadi lensa sekaligus air yang lebih jernih bagi pemerintah, jangan sampai kejeblos menjadi cermin buram sekaligus menjadi air selokan yang keruh dan beraroma tidak sedap.

Percayalah, Anda marah-marah, menyindir, menghardik, menghina, jaminannya ini:

1. Tensi darah naik.

2. Dosa iya.

3. Pemerintah gitu-gitu aja.

4. Atau malah, bisa jadi perkara.

Bayangkan jika Anda fight agar koreksi + solusi Anda bisa sampai istana, maka akan ada potensi:

1. Anda diundang terhormat ke istana.

2. Ada potensi negara berubah karena Anda.

3. Anda dicatat pahala.

Pilih mana?

Udin Salemo

Di negara-negara Asean kapolri itu hanya setara dirjen. Di Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Philipina dan Timor-Leste polisi berada di bawah kementerian dalam negeri. Di Vietnam dan Laos polisi berada di bawah kementerian keamanan. Lhaaa..di konoHAHA the police langsung ada dibawah pak lurah. Seluruh negara Asean tertawa ngikik melihatnya. 

Di satu perusahaan komandan satpam bertanggung jawab nya kepada manajer security atau manajer fasilitas. Bukan bertanggung jawab langsung pada direktur apalagi presiden direktur. 

Bila komandan satpam bertanggung jawab langsung pada presiden direktur anggota nya pasti banyak yang songong. Karena seolah-olah institusi-nya punya PRIVILEGE khusus. Premis inyong ini pasti disetujui "wakhaji" JZ seratus persen. hahaha….

Liáng - βιολί ζήτα

Fresh Start Effect (Efek Awal Baru)

Oleh : Atika Dian Ariana MSc MPsi (UNAIR) 

Istilah "fresh start effect (efek awal baru)" pertama kali dipopulerkan melalui penelitian akademik oleh Katherine L. Milkman, Hengchen Dai, dan Jason Riis yang dipublikasikan pada 2014. Hasil penelitian menyebutkan bahwa "temporal landmarks (tonggak waktu)" seperti tahun baru, ulang tahun, awal bulan, bahkan hari Senin membantu individu memisahkan diri yang lama dan diri yang baru. 

Pemisahan mental ini membuat kegagalan atau kebiasaan buruk yang tadinya melekat pada diri kita dapat terlepas. Secara tidak disadari, hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk membuka lembaran baru dan membuat mereka merasa memiliki kesempatan baru. 

Secara psikologis "fresh start effect" bekerja karena manusia cenderung memberi makna simbolik pada waktu. Pergantian kalender tidak hanya dipahami sebagai perubahan angka, tetapi juga sebagai transisi hidup. 

Namun "fresh start effect" bukanlah jaminan keberhasilan perubahan jangka panjang. Para peneliti menekankan bahwa momen awal hanyalah memicu motivasi, bukan faktor penentu konsistensi. Terutama di awal tahun yang mana resolusi atau tujuan sering kali terbengkalai di tengah jalan. 

Tanpa strategi yang realistis, tujuan yang terlalu ambisius justru berisiko gagal dan memicu rasa frustrasi. Karena itu, para ahli menyarankan agar momentum "fresh start effect" dimanfaatkan untuk menetapkan target kecil, terukur, dan berkelanjutan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BATAS AMAN GULA HARIAN: 

VERSI PRAKTIS, BUKAN IDEALIS..

Kalimat kuncinya tetap: bukan soal jenis gulanya, tapi disiplin lidah dan jumlahnya. 

Maka mari bicara angka yang bisa dipraktikkan.

Untuk orang dewasa sehat, batas aman gula tambahan sebaiknya maksimal 25–50 gram per hari. 

Itu setara 2–4 sendok makan gula pasir. 

Lebih aman di kisaran bawah, apalagi bila aktivitas fisik minim.

1). Gula pasir:

Karena IG tinggi, sebaiknya dibatasi maksimal 1–2 sendok makan per hari. 

Idealnya tidak dikonsumsi setiap hari, terutama dalam minuman.

2). Gula semut:

Meski IG lebih rendah dan ada mineral, tetap gula. Batas praktisnya 1–2 sendok makan per hari juga. 

Jangan merasa boleh dobel hanya karena “lebih alami”.

Aturan sederhana:

1). Jangan menumpuk: kopi manis + teh manis + kue = lewat batas

2). Minuman manis lebih berbahaya dari makanan manis

3). Aktivitas fisik membantu “membakar” gula, tapi bukan alasan menambah konsumsi

Kesimpulannya sederhana dan jujur:

1). Kalau bisa dikurangi, kurangi..!

2). Kalau harus manis, sedikit saja..!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MEMBANDINGKAN GULA PASIR VS GULA SEMUT: 

HARGA, IG, DAN KESEHATAN..

Perdebatan gula sering dimulai dari niat baik, tapi berakhir di salah kaprah. 

Mari luruskan pelan-pelan.

Dari sisi harga, gula pasir jelas unggul: Rp15–20 ribu/kg. 

Murah karena diproduksi massal dan terstandar. 

Gula semut berada di kelas berbeda: Rp25–57 ribu/kg. 

Lebih mahal karena proses manual, skala UMKM, dan pasar “premium”. 

Jadi mahalnya bukan mitos, tapi struktur biaya.

Dari sisi indeks glikemik, gula pasir (IG ±65–68) menaikkan gula darah cepat. 

Gula semut lebih rendah (IG ±35–54), karena ada fruktosa dan sedikit mineral. 

Tapi jangan salah: lebih rendah bukan berarti aman.

Dari sisi kesehatan jangka panjang, gula pasir adalah kalori kosong—risiko diabetes, obesitas, fatty liver. 

Gula semut sedikit lebih “ramah” karena ada mineral, tapi tetap gula sederhana. 

Kalau berlebihan, hasil akhirnya sama: beban insulin.

Kesimpulan paling jujur:

Masalahnya bukan ganti gula, tapi kurangi gula.

Gula semut boleh—sedikit.

Gula pasir boleh—lebih sedikit.

Intinya: bukan jenis gulanya, tapi jumlah dan disiplin lidahnya.

Kategori :