Rafael Zainal
Rafael Espinal berpidato di Samson Stage.--
Khas anak muda. Wali Kota Zohran Mamdani terus bergerak. Pun di pagi-pagi sebelum jam kerja.
Di hari pertama minggu keduanya, Zohran masih terus menabung simpati: menunjuk pejabat komisioner bidang media dan hiburan yang sangat kompeten. Hampir setiap hari ia mengumumkan siapa pejabat tinggi baru di New York. Semuanya kompeten. Tidak ada yang tidak kompeten.
Yang ditunjuk di bidang industri kreatif ini adalah Rafael Espinal. Zohran mengumumkannya di salah satu pusat industri kreatif di Brooklyn. Di Samson Stages, sebuah studio produksi terkenal.
Anda sudah tahu siapa Rafael: masih tergolong muda, 41 tahun. Ia presiden serikat buruh bebas –serikat buruh untuk para pekerja mandiri. Mereka umumnya pekerja kreatif –yang tidak punya juragan.
Target Zohran: New York kian sukses menjadi basis industri kreatif tapi tetap terjangkau untuk tempat tinggal para pelakunya.
Nama Rafael melejit sejak muda. Sebelum umur 30 sudah menjadi anggota DPRD negara bagian New York –dari dapil Brooklyn. Lalu menjadi anggota DPRD kota New York. Di sinilah Rafael top: berjuang keras mencabut Perda Kabaret. Berhasil. Tahun 2017 Perda itu dicabut. Kalau tidak, tahun ini UU lokal itu berumur 100 tahun.
Bagi orang kota sebesar New York, UU itu memang dianggap sangat terlalu kuno. Bahkan rasialis. Juga dianggap penindasan.
Dari UU anti joget itulah terlahir pemberontakan kultural dari orang miskin New York: musik hip hop. Kalau ada yang menyebut hip hop adalah musik pemberontakan, yang diberontak adalah UU anti joget itu.
Inti dari UU itu: joget dilarang!
Kota sebesar New York melarang joget. Kalau larangan serupa ada di Indonesia, dangdut langsung bangkrut! Tidak akan lahir Haji Rhoma dan pengebor terkemuka seperti Inul Daratista.
Sebenarnya di New York joget boleh. Disebut dansa. Tapi harus berizin. Izin itu yang dipersulit. Juga dibuat mahal. Maka orang kecil tidak lagi punya arena joget.
UU itu lahir enam tahun setelah Konstitusi Amerika melarang minuman beralkohol: 1926. Bedanya: UU anti alkohol (1920) masuk dalam Konstitusi Amerika. Berlaku secara nasional. Sedang UU anti joget hanya berlaku di kota New York –ditiru di beberapa kota lainnya saja.
Konstitusi anti alkohol sendiri hanya berlaku selama 13 tahun. Di tahun 1933 dilakukan amandemen ke-2. Setelah itu larangan memproduksi, mengangkut, menjual, dan menyajikan minuman beralkohol dicabut.
Anti joget jalan terus di New York. Sampai ada meme di sana: kalau sedang makan di restoran jangan goyang-goyangkan kepala. Bisa ditangkap polisi.
Beberapa restoran di sana sampai memasang pemberitahuan ini: Tidak Diperkenankan Joget –No Dancing Allowed.
Umumnya orang kulit hitam tidak bisa tidak goyang. Seperti Anda: begitu dengar lagu ''Zainal'' pantat pun karujutan.
Saya pernah senam-joget bersama ibu-ibu muda Subang. Tiga bulan lalu. Begitu sampai pada lagu ''Zainal'' saya justru sampai berhenti ikut gerakan mereka: ampuuun. Seksi dan menggemaskan. Sampai Nicky, tim pelatih senam kami dari Surabaya saya minta meng-copy-nya.
Kami pun kini rutin ketularan memutar 'Zainal' lengkap dengan gerakannya --mungkin hanya mampu menirukan 70 persen yang di Subang.
Jazz juga seperti ''Zainal'' –begitu mulai terdengar ada irama jazz pundak pun bergerak-gerak.
Waktu UU anti joget lahir di New York aliran musik jazz sudah mulai melanda Amerika. Termasuk melanda Brooklyn yang termiskin di dunia –dunia New York. Maka ada yang menganalisis jazz-lah yang sebenarnya disasar oleh UU itu.
Jazz, kala itu, hanya mampu tampil di pub-pub kecil. Begitu ada UU anti joget mereka kesulitan. Tidak kuat urus izin.
Saya tidak tahu persisnya. Saya harus bertanya ke Perusuh Disway seperti Liang nun di Skandinavia sana.
Orang Brooklyn tidak perlu restoran untuk bergoyang. Toh tidak mampu. Juga tidak cukup berani untuk tetap memainkan jazz. Maka lahirlah hip hop. Di gang-gang Brooklyn.
Zohran sendiri memimpikan kian banyak film, sinetron, dan video independen yang syutingnya di New York. Itu akan mengurangi ketergantungan New York dari perusahaan-perusahaan besar. Kian banyak pula pekerja untuk mendukung kerja kreatif itu.
Rafael sendiri lahir di Brooklyn tapi orang tuanya berasal dari Republik Dominica. Negara itu di Karibia. Di separo pulau di atas Venezuela –di sebelah Kuba.
Ia aktif di gerakan pembelaan apa saja yang jadi korban kapitalisme. Termasuk ikut gerakan membela burung.
Akibat banyaknya gedung tinggi berkaca di New York, ruang gerak burung kian terbatas. Burung tidak bisa mengurus sertifikat ruang di kolong langit. Akibatnya ruang itu lebih banyak dipakai bangunan tinggi. Burung pun tergusur. Yang masih nekat tinggal di udara New York banyak yang mati: menabrak kaca.
Dalam perjuangannya membela burung Rafael menyajikan data: 100 juta burung tewas akibat menabrak kaca. Itu karena burung tidak pernah kenal benda bernama kaca. Yang mereka kenal adalah ranting, daun, atau burung-burung lainnya.
Benda seperti kaca –karena bening– mereka kira udara kosong. Apalagi terlihat juga daun dan pohon di kaca itu. Bahkan ia juga melihat banyak burung lain beterbangan di kaca.
Burung juga tidak bisa membuat proposal: misalnya proposal pelatihan mengenal benda yang bernama kaca.
Tanpa burung selama ini pun New York sudah begitu hidup. Pun di malam hari. Akan seperti apa lagi di tangan Zohran Mamdani.
Yang menarik, semua pejabat baru yang dilantik Zohran adalah orang yang punya track record menonjol di bidangnya. Kok pintar sekali memilih orang.
Kenapa sih ia tidak mau memilih orang-orang seperti dan sejenisnya.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 14 Januari 2026: Amang Tabung
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Sri Wasono.. Betul, Pak Sri. Setuju. Bahtsul Masail soal bayi tabung sebenarnya sudah ada. Baik di NU maupun di fatwa MUI. Garis besarnya tegas: bayi tabung dibolehkan selama sperma dan ovum berasal dari suami-istri yang sah, dan embrio ditanam di rahim istri sendiri. Donor sperma, donor ovum, rahim titipan, apalagi “campur orang”, itu sudah lama masuk wilayah tidak dibolehkan. Yang menarik, teknologi larinya jauh lebih cepat dari kitab risalahnya. Soal embrio disimpan bertahun-tahun, soal “kembar beda usia”, soal seleksi dan reduksi janin—ini "mungkin" masih wilayah abu-abu baru. Mungkin. Perlu dikaji ulang, iya. Tapi bukan dari nol. Dan saya sepakat, Prof Amang tampaknya sudah sampai di kesimpulan fiqih pribadinya. Bahkan sebelum forum resmi bicara. Ia tahu ilmunya. Ia tahu batasnya. Karena itu ia punya pakem. Mana yang ia kerjakan. Mana yang ia rem sendiri. Dalam praktik, itu sering lebih jujur daripada debat panjang. Ilmu boleh maju. Tapi nurani dokter tetap jadi rem terakhir. Dan kadang, rem itu lebih efektif daripada keputusan rapat yang terlambat datang. Termasuk yang saya tulis "mungkin" di atas, saya kira Prof Amang juga punya jawabsn yang lebih pasti.
Sri Wasono Widodo
FIQIH BAYI TABUNG. Dari tulisan Abah DI ini tampaknya perlu segera diadakan Bahtsul Masail bayi tabung. Mungkin sebelum nya sudah ada, namun perkembangan terakhir ini perlu dikaji fiqihnya, daripada melanggar hasil Bahtsul Masail tentang larangan tambang yang merusak lingkungan, apalagi merusak lingkungan jam'iyah.
Aku dan kita Official
Saya kok merasa wagu saat baca embrio di buahi sperma. Seingat saya saat pelajaran biologi dulu embrio adalah hasil dari pembuahan sel telur (ovum) dan sperma. Punten Abah
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TENTANG YANG DIMAKSUD "ADIK".. Saya sempat mikir tentang kata “kembar”. Tapi “selisih umur” sampai 8 tahun. Baru “ngeh” dan tahu maksudnya, setelah lanjut bacanya. Kebetulan punya pengalaman untuk cucu saya. Anak kedua saya waktu itu sedang S2 di Oxford. Ikut program bayi tabung. Gratis. Dibiayai pemerintah. Katanya, demi menambal populasi yang mulai minus. Di sana.. Setelah pulang ke Indonesia dan anak hasil bayi tabung itu berusia 4 tahun, ia kembali ke Oxford. Katanya mau “jemput adik”. Dua kali menantu saya ke sana. Gagal. Baru belakangan saya paham. Saat program pertama dulu, ternyata dihasilkan sampai 14 embrio. Dua kali ditanam, masing-masing dua embrio. Yang jadi hanya satu. Sisanya? Sepuluh embrio masih disimpan di Oxford. Dibekukan. Disimpan rapi. Dan tentu saja, tidak gratis. Menyimpan harapan ternyata ada tarifnya. Maka kata “adik” itu bukan kiasan. Bukan juga rencana dadakan. Ia sudah ada. Sejak lama. Di laci es. Di titik itu saya tersenyum. Oh… ini maksudnya bayi kembar, tapi beda usia sampai 8 tahun.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TENTANG FOTO ILUSTRASI CHDI KEMARIN.. Ya. Tentang foto yang dipakai untuk ilustrasi CHDI berjudul "Amang Waron", sudah saya "teliti" dan "amati". Dengan serius. Dengan bantuan "Mbah Google". Bandingkan ini dan itu. Dan kesimpulan saya. Foto ilustrasi kemarin. Ki-Ka: 1). Dr Gregorius Agung Himawan, SpOG. 2). Dr Amang Surya Priyanto, Sp.OG. 3). Pak Dahlan Iskan. 4). Dr Fransiscus Octavius Hari Prasetyadi, SP.OG/Kolonel TNI AL. 5). Dr Brahmana Askandar Tjokropawiro, Sp.OG. ### Apakah saya yakin benar? Tidak. Saya hanya berharap benar. Kalaupun benar saya tidak berharap hadiah..
Wilwa
Dan dari sekian banyak aliran agama Buddha, saya paling tertarik dengan Zen / Chan 禅. Yang konon perpaduan antara Buddha 佛 dengan Tao 道. Yang menarik adalah renungan yang diberikan mengenai lahir dan mati. Master-master Zen terkenal karena pendekatan unik agar homo sapiens bisa menyadari makna lahir dan mati secara jujur apa adanya tanpa terikat pada doktrin/dogma tertentu atau bahasa/aksara/istilah tertentu. Paling menarik adalah kisah seorang Master Zen yang ditanyai Kaisar mengenai benarkah Buddha di Nirwana selamanya? Master Zen menjawab: Saya tidak tahu. Kaisar: Kok tidak tahu? Anda khan seorang Master?! Master Zen: Karena saya belum mati. :):):). Sementara itu banyak pemuka agama Buddha yang akan menjawab: Benar, Buddha telah DI Nirwana SELAMANYA. Hmmm. Padahal konon Nirwana / Nibbana itu bukan lokasi/tempat/space! Juga bukan time! Tapi semacam state/kondisi. Atau jangan-jangan Nirwana seperti yang dinarasikan Einstein yaitu semacam space-time atau time-space. Maybe lho ya. Nibbana mungkin semacam “state” sebelum Semesta ini ada. Jadi pertanyaan sang Kaisar itu adalah “dumb question” menurut istilah Carl Sagan. Karena imbuhan “di” atas “Nirwana” itu sendiri sudah salah dari awal. Dumb question layak dijawab dengan dumb answer! :) Hmmm. Cocoklogi tingkat Dewa dari saya! :):):)
Wilwa
Bayi Tabung. Hmmm. Ini sesuatu yang tak terbayangkan oleh homo sapiens 200 tahun lalu. Semua agama besar pun tak punya catatan tertulis yang membahasnya. Ya karena science dan technology 200 tahun lalu belum secanggih kini. Persoalan etika pun muncul. Juga pertanyaan filosofis muncul. Salah satunya adalah yang menjadi isu antara yang pro LIFE yang didukung Republicans yang fanatic Christian dengan yang pro CHOICE yang “liberal”. Pertanyaan dan jawaban filosofis, etis, biologis, medis beragam mengenai KAPAN kehidupan/life mulai terbentuk. Saya tanya AI dan ada banyak jawaban sbb: 1) Saat sel telur dibuahi sel sperma. Hmmmm. Berarti dalam konteks ini, kehidupan mulai ada saat di cawan petri saat dokter spesialis bayi tabung menginjeksi sel sperma ke dalam sel telur. 2) Saat embrio sukses menempel di dinding rahim. Antara 6-12 hari setelah pembuahan normal. 3) Saat embrio mulai bergerak-gerak. Antara 16-20 minggu umurnya. 4) Bila embrio/janin sudah bisa hidup di luar rahim dengan alat bantu canggih/modern tentunya. Dalam kasus lahir prematur. Sekitar 24 minggu atau lebih umurnya. 5) Saat dilahirkan. Because there is no scientific consencus on the precise moment LIFE begins, different individuals and cultures hold varying BELIEFS based on their PERSONAL values, faith, and philosophical viewpoints. ☕️
Tiga Pelita Berlian
Bagian tengah dari tulisan ini wajib dibaca oleh para ahli fikih MUI, Dewan Fatwa PBNU, Dewan Fatwa PP Muhammadiyah, agar menjadi rujukan dalam menetapkan Fiqh Kontemporer . Seklangkong
djokoLodang
-o-- ... Saya tidak memberi tahu pemiliknya –Prof Dr Amang Surya Priyanto. Toh ini hanya tur dadakan. Satpam di situ ternyata tahu kedatangan saya. Akibatnya, GM RS itu pun, Mr Nano Wartino, buru-buru menyambut kami di lobi –mirip lobi hotel bintang lima plus. ... *) Dalam hati, Abah senang, kan?. --0-
Muh Nursalim
Imam Ghazali menulis dalam kitab Al Musytasyfa. Ia mengatakan bahwa tujuan syari'ah itu ada lima. Salah satunya adalah untuk menjaga keturunan. Li Hifdzi nasl. Menjaga nasab. Prof Amang sudah benar. Tidak mau membuat bayi tabung yang orang tuanya empat atau tiga. Itu merusak nasab. Jadi bingung siapa orang tuanya. Karena nasab itu terkait dengan wali. terkait dengan warisan bahkan terkait dengan batal wudhu. Sepele tetapi berdampak serius. Karena menjaga nasl (keturunan) menjadi tugas negara agar orang itu jelas anak siapa.
pak tani
Pencerahan hari ini. Kalau ada dokter ahli bayi tabung mengatakan sudah menanam 7 embrio. Jangan percaya mentah-mentah Mungkin saja 'isi' nya hanya 6. Karena yang nomor 4 tidak dihitung :)
Liáng - βιολί ζήτα
Bisa jadi, dalam kasus yang unik..... seorang Ayah tidak mau mengakui Anaknya !! Karena Anak tersebut hasil proses bayi tabung dengan pendonor Sperma (mungkin Sperma Sang Suami tidak berkualitas untuk membuahi Sel Telur Istrinya). Kejadiannya, sekian tahun kemudian setelah bayi tersebut lahir..... suami - istri tersebut ternyata memutuskan untuk bercerai..... Sang Anak diasuh oleh Ibunya..... tentu saja, selain naluri ke-ibu-an yang melahirkan bayi tersebut, juga ½DNA Anak tersebut adalah DNA-nya. Tetapi, setelah bercerai..... "Sang Ayah" tidak mau mengakui Anak itu sebagai anaknya !! Apakah ada yang salah dengan sikap "Sang Ayah" ?? Oleh karena itu, bagi suami - istri yang belum memiliki anak dan sangat menginginkannya, terutama ketika membutuhkan pendonor Sperma..... Sebaiknya Anda mempertimbangkannya terlebih dahulu segala kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari..... Walau bagaimanapun, Anda (Suami) sudah menyetujui (memutuskan) ingin memiliki Anak meski lewat proses bayi tabung, dengan pendonor Sperma..... Disitulah Anda harus Bertanggung-Jawab secara Moral terhadap Anak tersebut !! NEVER FORGET, THE BABY IS INNOCENT !! [2/2].
Liáng - βιολί ζήτα
CHDI : "Amang juga bisa mengerjakan satu bayi dengan orang tua tiga atau empat orang." Jikalau bayi yang dilahirkan melalui proses bayi tabung, dengan Sel Telur dan Sperma dari pendonor..... bagaimana dengan DNA-nya ?? Bayi tabung mewarisi DNA dari Sel Telur dan Sperma yang digunakan. Jadi jika Sperma donor digunakan dengan Sel Telur Ibu, bayi tersebut mendapatkan setengah DNA-nya dari Ibu dan setengah dari donor Sperma, sehingga menyerupai mereka secara Genetik. Jika Sel Telur donor digunakan, bayi tersebut mendapatkan DNA dari donor Sel Telur dan donor Sperma, bukan dari Ibu yang dituju. Pada intinya, Genetika berasal dari penyumbang biologis (Sel Telur/Sperma), bukan dari pembawa. Sehingga, bayi hasil proses bayi tabung dengan pendonor dua-duanya - baik Sel Telur maupun Sperma-nya..... maka "test DNA" untuk berbagai keperluan zaman now - sudah tidak relevan lagi !! [1/2]
Liáng - βιολί ζήτα
Reply telat untuk komentar Oom Liam Then kemarin..... " Liam Then : 4 lafalnya hampir sama dengam kata mati. 14 = 十四 (shísì) = sepuluh kali mati , ini lebih parah. " Bukan "sepuluh kali mati" tetapi "ingin mati". Penjelasannya begini, Oom..... Angka satu (一 yī) pada umumnya akan dibaca menjadi yāo (幺 yāo) pada "rangkaian angka" seperti : nomor telepon, nomor ruangan, nomor kamar hotel, nomor lantai bangunan tinggi, nomor jalur lintasan, dan lain sebagainya. Misalnya, nomor telepon 5261837 akan dibacanya : wǔ èr liù yāo bā sān qī. (yāo) dipakai untuk menggantikan (yī) untuk menyebut angka satu pada "rangkaian angka" karena (幺 yāo) berarti youngest atau termuda. Jadi, angka 14 untuk nomor kamar atau nomor lantai, akan dibacanya (yāosì 幺四)..... Lha (yāosì 幺四) ini bunyinya kan mirip dengan (要死 yàosǐ) yang berarti : ingin mati. Maka, bagi mereka yang "percaya hal-hal seperti itu" pasti akan menghindari penggunaan angka 4 dan 14.
Taufik Hidayat
Artikel abah Dİ tentang bayi tabung mengingatkan saya akan bayi raung pertama Lois Brown yang lahir di Inggris thn 1978. Dulu saya tidak tahu proses nya yang saya tahu pembuatan di dalam tabung he he.. ternyata belakangan baru tahu namanya IVF atau In Vitro Feetilizatukn atau pembuahan di luar tubuh (di dalam kaca/tabung). Nah Bayi tabung mulai ada di Indonesia sekitar 1987. Mulanya masih bayak kontroversi namun perlahan lahan diterima dan banyak membantu pasangan suami istri yag sulit punya keturunan secara alami. Namun melihat perkembangannya seperti penerus embriyo, kembar yang ditunda dan juga memilih milih embriyo atau juga memilih jenis kelamin memang terasa terlalu …….. seakan akan rumah sakit jadi pabrik manusia yang bisa dipesan. Apalagi kalau embrio ditanamkan di ibu sewaan atau surrogate mother, buka ibu genetik. Akan lebih rumit lagi secara hukum. Namun yang membuat saya kagum adalah merekrut GM dari hotel berbintang untuk rumah sakit , sepertinya menegaskan keberadaan institusi ini di hospitality industry. Sama seperti hotel . Rumah sakit (hospital) memang berada di industri yang serupa. Hanya jaga lupa rumah sakit harusnya tetap lebih menekankan pada sektor publik. Bukan profit oriented ? Tapi kalau gak profit bisnis pasti bukan bisnis? Satu pertanyaan apakah di Indonesia sudah ada bank atau donor sperma? He be
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMorning HARI INI.. DISMorning edisi ini membahas kegelisahan usia produktif, terutama terkait: 1). karier, 2). ekonomi, 3). tekanan sosial, dan 4). kebutuhan validasi. Diskusi diawali dengan komentar ringan pembaca soal latar belakang video yang “seperti kos-kosan”. Lalu berkembang menjadi obrolan serius tentang pressure internal generasi akhir 20-an hingga awal 30-an. Dahlan Iskan menekankan bahwa usia 26–33 tahun adalah fase krusial. Pada rentang ini, seseorang idealnya mulai berhenti “coba-coba” dan memantapkan arah hidup. Jika di usia 33 sudah stabil, masa depan lebih punya pijakan. Jika belum, bukan gagal—hanya termasuk “orang langka”. Elni, host, mengangkat fenomena FOMO (Fear of Missing Out) sebagai tekanan khas zaman sekarang. Yaitu dorongan ikut tren dan haus pengakuan. FOMO dipandang netral—bisa positif atau negatif, tergantung kesadaran diri dalam menyikapinya. Kesimpulan utamanya: gelisah itu sehat, tanda seseorang berpikir dan peduli pada masa depan. Yang bermasalah adalah kalau gelisah berkepanjangan tanpa keputusan. ### Catatan: 1). Koordinasi host–narasumber sebelum take terasa kurang rapi. 2). Dengan skenario dan alur yang lebih matang, semoga mulai besok, diskusi sekuat ini pasti bisa tampil lebih fokus dan tajam tanpa kehilangan kehangatan. Besok..!!
Bahtiar HS
Bayi tabung merupakan solusi cerdas berdasar teknologi atas "gagalnya" proses alami pembuahan ovum oleh sperma di dalam rahim. Mungkin sama halnya dengan proses pencucian darah dengan alat hemodialisa krn gagalnya fungsi ginjal pasien utk mencuci darahnya sendiri. Namun bayi tabung lbh sensitif krn tdk melulu soal aspek teknis medis. Ada kaitan dengan penjagaan nasab dan kehormatan, dan batasan relasi suami-istri. Scr medis, pembuahan bs dilakukan in-vivo (di dlm rahim) dg bantuan pihak ketiga. Misal tenaga medis lgs memasukkan sperma ke dlm rahim agar terjadi pembuahan. Tp itu menabrak bbrp norma: intervensi lgs ke organ reproduksi istri scr syar'i tdk boleh kecuali oleh suami yg sah; sulit memastikan pencampuran sperma dg benar, sengaja atau tdk; juga potensi sengketa nasab jk ada kesalahan prosedur. Pembuahan in vitro dianggap lbh dekat ke zina dg bentuk lain dan terjadi pelanggaran batas aurat dan kehormatan wanita. Krn itu bayi tabung dilakukan di luar rahim. Krn itu disebut In Vitro Fertilization (IVF). Meski sebenarnya dilakukan di cawan petri di lab; tp krn sdh kadung terkenal, hingga kini msh disebut bayi tabung. Sy dulu membayangkan embrionya tumbuh di tabung jadi bayi, lalu lahir procot dari tabung itu juga. Ketika sdh dewasa baru tahu bhw embrio tetap ditanam ke rahim hehehe. In vitro mungkin dibolehkan jika darurat, tidak ada cara lain. Tp oleh krn bayi tabung bs diproses di luar rahim (in vitro) di lab, maka tdk perlu in vivo lagi. Aplg lbh sesuai syariat.
Johannes Kitono
Dr Daurie Mokhran Sp.OG.( alm ) Beliau adalah salah satu dokter pioner bayi tabung di Indonesia. Sudah ratusan bayi tabung maupun inseminasi lahir dari tangannya. Dr Daurie adalah mantan atlet tenis junior ( 1961 - 1962 ) hopeng tenis drg John Takili. Dr. H Sarengat adalah teman seangkatan di FK-UI. Beliau adalah yang membantu kelahiran ketiga anak saya di RS Pondok Indah, Jakarta. Dan beliau tidak pelit berbagi ilmu atau diskusi. Menurut beliau ibu ibu yang sulit melahirkan. Selain metode bayi tabung juga bisa via imseminasi buatan. Sang ibu di suntik dulu untuk merangsang tumbuhnya telur dirahim. Biasanya tiga kali injeksi . Sesudah cukup matang barulah sperma laki laki yang jumlahnya diatas min 20 juta. Then, di oplos supaya terjadi pembuahan. Bagi pasangan yang belum punya anak. Biasanya tidak perlu sex selection. Laki atau perempuan sama saja. Asal bisa punya anak. Umumnya sperma yang lebih aktif hasilnya perempuan. Sesudah lulus FK-UI , beliau fokus di profesi dokter. Saat reuni sesama atlet tenis seperti Atet dan Gondo. Dr Dauhrie memakai Raket kayu yang pasti sudah jadul. Dan jadi candaan teman temannya. Semoga RIP dr Dauhrie dan thx telah membantu kelahiran ketiga anak kami. Now dr Ayugita Saraswati, anak bungsu bersama dr Michael Lie ,suaminya tinggal di Adelaide, Aussie. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Liáng - βιολί ζήτα
BENCI Donald Trump !! Kehidupan di Denmark yang tenang..... tiba-tiba berubah drastis setelah Donald Trump "jatuh cintrong" kepada "Gadis Cantik - Greenland"..... Jatuh cintrong sih..... boleh-boleh saja, tetapi jangan memaksa dong..... apalagi menggunakan kekerasan..... itu pelanggaran HAM berat namanya !! Coba Donald Bebek..... éh Donald Trump tanya tuh sama perusuh disway yang suka main violin..... pasti jawabannya : cinta tidak harus memiliki !! Mbokya "aki-aki bedegong - Donald Trump" tahu diri sedikitlah..... "Gadis Cantik - Greenland" itu sangat bahagia dalam pelukan "Sang Perjaka - Denmark"..... Jangan ganggu kebahagiaan orang lain..... Katanya Amerika Serikat itu Pendekar Sakti HAM, buktikan dong !!
Juve Zhang
Bos Huawei rekrut jenius Rusia usia 20 an Gaji 30 milyar Rp setahun....nah sambil kerja oleh Bos Huawei di beri umpan wanita muda Cantiiiiiik 8 iiiiii ...konon umpan bos Huawei gak di "caplok" sang Jenius Russia....ternyata bibit unggul sulit didapatkan.....wkwkw
Imam Mashuri
Tulisan Pak Dahlan kali ini keren. Mulai kembali ke jalurnya seperti dulu. Belakangan ini tidak ada roller coasternya. Terasa datar. Kali ini di paragraf dua mulai diselipkan humor upsnya. Membuat saya sedikit bernostalgia. Sudah lama sekali kata ups ini tidak keluar. Apa ada yang masih ingat ups terakhir di edisi kapan? Dulu kata ups sering keluar setelah Pak Dahlan salah menebak, salah mengira, hingga salah yang disengaja. Menimbulkan kesan lucu. Paling tidak bikin senyum walau sedikit. Seperti yang di paragraf dua itu. Semoga tulisan selanjutnya lebih roller coaster seperti dulu lagi. Ditunggu ya Pak Dahlan
Wilwa
Tiongkok saat demo di Hongkong sudah sakti DUITnya! Turah-turah. Surplus. Istilah Juve Zhang. Demo di Iran ini memang cukup rawan/genting. 1) Iran gak sakti duitnya. 2) Iran dilanda krisis inflasi terutama harga pangan yang meroket. 3) Iran khususnya Teheran dan sepertiga wilayah Iran dilanda krisis air. Semua itu konon gegara proyek nuklir yang perlu banyak biaya. Sedangkan migas sebagai sumber utama pendapatan hanya bisa dijual ke Tiongkok. Terbatas duitnya. Sektor industri yang dulunya hidup berkolaborasi dengan Eropa, berantakan setelah di”sanction” Amerika Serikat. Praktis hanya industri militer yang hidup. Itupun demi survival. Melawan USA dan Israel. Kini tergantung demonstran. Apakah demonstran berani mati konyol melawan tentara yang tak segan tembak mati demonstran? Hanya bila ada sekelompok tentara yang berontak melawan Khameini maka keinginan Trump menggulingkan Khameini akan terwujud. Only time will tell.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 21
Silahkan login untuk berkomentar