"Dalam dua tahun terakhir, kami memang melihat pergeseran profil konsumen, terutama di wilayah perkotaan. Cukup banyak keluarga dengan anak tunggal yang menggunakan layanan daycare," ucap Miss Kani, Kepada Disway.id.
Ia mengatakan bahwa fenomena pasangan tanpa anak perlu diperhatikan dengan bijak. Meski demikian Miss Kani menyebut bahwa permintaan daycare masih relatif stabil di wilayah perkotaan.
"Penurunan angka kelahiran tentu menjadi fenomena yang perlu diperhatikan. Namun sejauh ini permintaan terhadap daycare masih relatif stabil, khususnya di area perkotaan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah orang tua bekerja membuat kebutuhan daycare tetap ada. Namun, pola persaingan kini berubah.
"Orang tua kini lebih selektif mereka mencari daycare dengan kurikulum yang jelas, lingkungan aman, rasio pengasuh-anak yang baik, serta komunikasi yang transparan," kata Miss Kani.
Menurutnya, tantangan utama daycare saat ini bukan kekurangan pengguna, melainkan menjaga kualitas layanan agar tetap relevan dan dipercaya oleh orang tua.
Kani mengungkapkan bahwa alasan utama orang tua menitipkan anak bukan semata gaya hidup, melainkan kebutuhan pengasuhan yang aman dan berkualitas. Sebab, kedua orang tua bekerja atau memiliki jam kerja yang padat.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kesadaran orang tua bahwa daycare bukan hanya tempat penitipan, tetapi juga ruang stimulasi tumbuh kembang, sosialisasi, dan pembelajaran dini bagi anak.
"Jadi keputusan menitipkan anak lebih didorong oleh kebutuhan praktis dan kualitas pengasuhan, bukan sekadar tren gaya hidup," ujarnya.
Angka Kelahiran di Jakarta Menurun
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto mengungkapkan, angka kelahiran di Jakarta di tahun 2025 turut mengalami penurunan dibanding tahun 2024.
Kata Denny berdasarkan data administrasi kependudukan (Adminduk) pada periode Januari sampai November 2025, tercatat bayi yang lahir di Jakarta sebanyak 90.869 jiwa.
Angka kelahiran tersebut mengalami penurunan ketimbang periode yang sama pada tahun 2024 yang sebanyak 96.746 jiwa.
"Dibandingkan kelahiran tahun 2024, mengalami penurunan," kata Denny saat dikonfirmasi.
Tak hanya angka kelahiran yang menurun. Jumlah kematian di Jakarta juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Pada periode Januari sampai November tahun 2024, tercatat di Adminduk sebanyak 53.991 orang yang meninggal dunia.