"Kami bersepakat bahwa sebelum memiliki anak, kebutuhan dasar dan finansial harus dipersiapkan terlebih dahulu," katanya.
Ia menilai bahwa keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak atau childfree pasti sudah melalui pertimbangan yang panjang.
"Saya melihat isu ini memang pro dan kontra. Namun keputusan seperti child free menurut saya sudah melalui pertimbangan rasional oleh pihak yang memutuskan," ujarnya.
Lutfia mengaku tidak sependapat dengan pandangan memiliki banyak anak tanpa kesiapan.
Faktanya, lanjut Dia, jika melihat fenomena di Indonesia, banyak keluarga kurang mampu yang memiliki banyak anak.
Menurutnya, anggapan banyak anak banyak rejeki harus diluruskan karena dapat menyebabkan pasangan menikah yang ingin memiliki anak tanpa persiapan yang matang, khususnya dari sisi finansial.
"Tetapi masih kekurangan dalam berbagai aspek kehidupan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa masalah ekonomi kadang menjadi pemicu perceraian jika tidak ada keterbukaan dalam rumah tangga.
Lebih lanjut, Wanita asal Kota Malang yang bekerja di Jakarta ini menyebut bahwa karier dalam dunia kerja juga menjadi faktor penting.
Saat ini, Lutfia dan pasangannya masih menjalani hubungan jarak jauh. Dimana, sang suami masih bekerja di Sulawesi dan sedang berencana menetap di Jakarta.
"Karena itu, stabilitas karier saat ini menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya," katanya.
Lutfia menilai jika kebijakan pemerintah dalam subsidi pendidikan dan kesehatan anak berjalan dengan baik, bisa membantu. Kendati demikian, Ia tidak berharap banyak ada bantuan dari pemerintah.
Menurutnya, pasangan muda tetap harus siap mandiri secara finansial sebelum memiliki anak.
Anak Tunggal Mendominasi, Daycare Masih Jadi Kebutuhan Orang Tua Bekerja
Sementara itu, dari sisi penyedia jasa penitipan anak, tren penurunan angka kelahiran belum berdampak signifikan.
Namun, Miss Kani, salah satu pekerja di Rumah Biru Daycare, menyebut ada pola yang berbeda dalam dua tahun terkahir terutama dalam wilayah perkotaan. Dimana, mayoritas orang tua yang menitipkan anak merupakan anak tunggal.