JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi hadirnya Bibit Siklon Tropis 91S di perairan Indonesia.
Bibit Siklon 91S tersebut mulai terbentuk 3 Januari 2026 pukul 01.00 WIB dini hari.
Terpantau Bibit Siklon 91S yang berada di bawah pemantauan TCWC/Pusat Peringatan Siklon Tropis Jakarta itu berpeluang tinggi menjadi badai kuat (siklon tropis).
BACA JUGA:Awas Hujan Petir! Cek Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta dan Sekitarnya Hari Senin, 5 Januari 2026
BMKG pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika atmosfer yang terjadi pada awal tahun ini.
"Bibit Siklon Tropis 91S memiliki peluang tinggi untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah selatan-tenggara, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan," kata BMKG.
Saat ini bibit badai itu berada di sekitar Samudera Hindia barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum 35 knoy (65km/jam) dan tekanan udara minimum 998 hPa.
Dampak Bibit 91S di Indonesia
Keberadaan bibit siklon ini memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Samudra Hindia Barat, Sumatera Barat, hingga Lampung.
BACA JUGA:BMKG Ungkap Peringatan Cuaca 4–5 Januari 2026: Awas Daerah Ini Masuk Kategori Siaga!
Kondisi ini secara langsung meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi.
Hingga 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG memaparkan dampak tidak langsung Bibit 91S terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia.
Adapun dampak tidak langsung yang diberikan, yakni:
Angin Kencang
- Bengkulu
- Lampung
Gelombang Laut Tinggi
Ketinggian 1,25-2,5 meter (Moderate Sea)
- Perairan Barat Kepulauan Nias hingga Lampung
- Perairan selatan Pulau Jawa
- Selat Sunda bagian selatan
BACA JUGA:BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi di Awal Tahun 2026, Berikut Daftar Wilayah Terdampak
Ketinggian 2,5-4 meter (Rough Sea)
- Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung
- Samudra Hindia selatan Pulau Jawa