Sejarah Tugu Khatulistiwa, Simbol Unik Pontianak yang Mendunia

Rabu 07-01-2026,15:36 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri
Editor : M. Ichsan

PONTIANAK, DISWAY.ID-- Tugu Khatulistiwa Pontianak merupakan salah satu ikon sejarah dan budaya yang paling khas di Kota Pontianak. 

Monumen ini bukan hanya menjadi simbol geografis bahwa Pontianak dilintasi garis khatulistiwa, tetapi juga menjadi magnet wisata dan kebanggaan masyarakat setempat. 

BACA JUGA:Asphija Pertanyakan Pasal 'Polusi Suara' di KUHP Baru: Jangan Pake Perasaan, Harus Ada Batasan!

BACA JUGA:Kisah Isra Miraj yang Diperingati Setiap Tahun, Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam

Sejak awal pembangunannya pada masa kolonial hingga perannya dalam kehidupan modern, Tugu Khatulistiwa sendiri selalu konsisten menjadi simbol penting bagi warga Pontianak dan pengunjung dari berbagai daerah.

Awal Mula Pembangunan Tugu Khatulistiwa

Sejarah Tugu Khatulistiwa dimulai pada tahun 1928, ketika sebuah ekspedisi internasional yang dipimpin ahli geografi dari Belanda datang ke Pontianak untuk menentukan titik nol derajat garis equator di wilayah ini. 

Pembangunan awal tugu ini hanyalah berupa tonggak sederhana dengan tanda panah di atasnya yang menandai posisi equator.

Dua tahun kemudian, pada 1930, tanda panah tersebut diganti dengan lingkaran sebagai bagian dari penyempurnaan tugu. 

BACA JUGA:Penampakan Richard Lee Datang ke Polda, Penuhi Panggilan Polisi Kasus Doktif

BACA JUGA:El-Chadaille Bitshiabu Pemain Muda RB Leipzig, Target 'Monster' MU yang Diperebutkan 3 Klub Elite

Kemudian, pada 1938, bentuk tugu diperbaiki lagi oleh arsitek Friedrich Silaban menjadi struktur yang lebih kompleks, terdiri dari empat tiang dari kayu belian (ironwood) — material lokal yang kuat dan tahan lama. 

Dua tiang di bagian depan memiliki tinggi sekitar 3,05 meter, sementara dua tiang di belakang yang memasang lingkaran dan anak panah penunjuk arah memiliki ketinggian 4,40 meter.

Renovasi Besar dan Peresmian

Seiring waktu, tugu ini mengalami beberapa perubahan dan pemugaran. Pada periode 1990–1991, pemerintah daerah melakukan renovasi besar dengan menambahkan kubah pelindung dan membangun duplikat tugu berukuran lima kali lebih besar daripada aslinya untuk memperkuat kehadiran monumen sebagai landmark kota. 

Kategori :