Densus 88 Ungkap 67 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan: Ancaman Baru Terorisme Non-Agama

Rabu 07-01-2026,15:37 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait paparan ideologi kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia.

Sebanyak 67 anak teridentifikasi telah terpapar dan saat ini menjalani proses intervensi khusus berupa pemetaan psikologis dan pendampingan sosial.

BACA JUGA:Kemenhaj Terapkan Formula Baru Pembagian Petugas Haji Khusus, Kuota Jemaah Lebih Optimal

BACA JUGA:Gawat! Dua Curanmor Bersenpi Beraksi di Slipi, Satu Orang Kena Tembak

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan intervensi tersebut dilakukan secara komprehensif dan melibatkan lintas kementerian serta pekerja sosial di daerah.

"Intervensinya meliputi pemetaan psikologis, kemudian ada konseling sesuai kebutuhan anak-anak tersebut. Teman-teman di wilayah juga punya rumah aman dari pekerja sosial," katanya kepada awak media, Rabu 7 Januari 2026.

Menurutnya, pendampingan ini bertujuan agar anak-anak tersebut dapat melepaskan diri dari pengaruh ideologi kekerasan yang mereka serap, terutama dari komunitas daring lintas platform.

Terpapar dari Komunitas Daring Multiplatform

Densus 88 menemukan bahwa proses radikalisasi anak-anak ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan melalui komunitas global berbasis daring yang tersebar di berbagai platform media sosial.

BACA JUGA:Dirjen Migas Buka Suara soal Impor BBM SPBU Swasta, Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Tim SAR Kembali Temukan Satu Jasad Anak Pelatih Valencia yang Tenggelam di Labuan Bajo

"Ini komunitas yang sudah lama secara global. Jadi platform-nya tidak satu, multi platform. Ada yang terbuka seperti YouTube, lalu diarahkan ke komunitas lain melalui tautan," ucapnya.

Sementara itu, hingga saat ini Densus belum menemukan penggunaan platform game streaming seperti Twitch sebagai sarana utama, namun tidak menutup kemungkinan adanya platform lain yang bersifat anonim.\

Mayndra mengungkapkan bahwa kasus yang terungkap di SMAN 72 Jakarta, Garut, hingga laporan terbaru di Bali, merupakan bagian dari rentetan aktivitas yang saling berkaitan dalam satu spektrum komunitas, meski tidak selalu berada dalam satu grup yang sama.

BACA JUGA:Richard Lee Janji Hadiri Pemeriksaan Sebagai Tersangka Kasus Overclaim Skincare

"SMAN 72 itu hanya satu di antara sekian banyak grup atau subgrup. Induknya berakar pada True Crime Community (TCC)," paparnya.

Kategori :