Menkes Buka Suara: Campak Lebih Ditakuti daripada Virus 'Super Flu' di Pengungsian Bencana

Kamis 08-01-2026,07:34 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Sejak Senin lalu, Kemenkes telah menginstruksikan pelaksanaan program imunisasi khusus bagi anak-anak di daerah yang teridentifikasi memiliki kasus campak.

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memutus rantai penularan sebelum menjadi kejadian luar biasa (KLB) di tengah situasi pengungsian yang sulit.

BACA JUGA:Profil Survei Gallup, Lembaga yang Disebut Prabowo Ungkap Bangsa Indonesia Paling Bahagia di Dunia

BACA JUGA:Jawab Keraguan, Prabowo Ingin Swasembada Pangan Berlangsung Tiap Tahun

"Di situ kita sudah melakukan program imunisasi khusus, jalan sejak minggu ini. Jadi hari Senin kemarin itu juga jalan," tambah Menkes.

Pesan untuk Masyarakat Soal 'Super Flu'

Meski campak menjadi prioritas utama, Menkes tidak mengabaikan isu "Super Flu" yang sedang viral.

Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan.

Berbeda dengan campak yang mematikan bagi anak di pengungsian, varian flu H3N2 disebutnya sebagai penyakit yang bisa sembuh dengan istirahat dan nutrisi yang cukup.

BACA JUGA:Dirjen Migas Buka Suara soal Impor BBM SPBU Swasta, Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Ramai Penolakan KUHAP Baru, Dasco Sebut Legislasi Sudah Sesuai Aturan

"Kalau imunitas kita bagus, makan cukup, tidur cukup, Insya Allah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti 'Super Flu' ini, kita bisa sembuh. Tapi kalau di lingkungan kita banyak yang batuk, ya untuk jaga-jaga pakailah masker," pungkasnya.

Hingga saat ini, Kemenkes terus mendistribusikan obat-obatan ke wilayah bencana dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski harus berpindah ke kantor dinas sementara akibat rusaknya gedung Puskesmas.

Kategori :