Pati Madiun

Pati Madiun

--

Yang terjadi di Nganjuk terjadi lagi di Ponorogo. Bupati Nganjuk ditangkap KPK karena untuk jadi pejabat harus bayar ke bupati. Ternyata tahun lalu terjadi lagi: di Ponorogo. Bupati Ponorogo ditangkap KPK. Tahun ini masih pula terjadi di Pati. Bupati Pati ditangkap KPK di persoalan yang sama.

Apa kesimpulan Anda?

Saya pusing. Tidak bisa menyimpulkan.

Begitu gelapnya mata pelakunya –apalagi hatinya.

Katakanlah tidak takut Tuhan dengan neraka-Nya. Tapi dari mana datangnya perasaan bahwa yang seperti itu tidak akan ketahuan? Bukankah transaksi seperti itu melibatkan lebih dari tiga orang? Kenapa tidak punya perasaan bahwa transaksi seperti itu pasti bocor?

Atau sudah begitu umumnya praktik seperti itu sehingga merasa ''yang lain juga melakukan kok''. ''Yang membayar juga mau kok''.

Lebih-lebih Bupati Pati. Luar biasa pemberaninya. Rasanya ingatan publik masih segar: ia sampai menjalani proses pemakzulan. Saking marahnya rakyat di sana.

Orang normal akan bersikap lebih hati-hati. Jabatannya bisa slamet saja seharusnya sudah bersyukur. Tapi mengapa begitu gelap pikiran.

Memang mereka bertiga sedang apes saja. Mereka tahu banyak koleganya melakukan hal yang sama. Toh selamat. Atau mereka begitu pede-nya: mengira semua anak buah takut semua kepada mereka.

Tentu KPK bisa melakukan tangkap tangan karena mendapat info. Info sejenis itu paling banyak datang dari ordal. Terutama dari mereka yang kena geser, kena peras, kena ancaman, kena sanksi maupun yang punya posisi ingin menggantikannya.

Kalau Wali Kota Madiun Maidi, saya belum bisa memperoleh kesimpulan. Masih menunggu keterangan lanjutan dari KPK. Di berita awal hanya disebutkan terkait dengan CSR. Ini membuat saya sulit mengerti: berarti ada perusahaan atau lembaga yang membayar CSR ke Wali Kota Madiun.

Uang CSR hanya boleh digunakan untuk kepentingan masyarakat. Namanya saja CSR –tanggung jawab sosial perusahaan. Lalu di mana korupsinya?

Apakah wali kota memungut paksa perusahaan rekanan Pemkot Madiun untuk membayar CSR? Untuk membiayai pembangunan kota Madiun yang memang berubah total dalam lima tahun terakhir?

Prestasi itu yang membuat Maidi maju lagi di periode kedua: lewat Gerindra. Partai penguasa itu ibarat tinggal memetik panennya. Lawan gajah bengkak pun pasti Maidi memang. Warga Madiun amat bangga kepadanya.

Saat menulis naskah ini saya melihat jam: pukul 19.15. Saya hentikan dulu tulisan ini. Saya tunggu live konferensi pers KPK. Tinggal 15 menit lagi. Saya akan tambahkan keterangan dari KPK –kalau ada yang menyinggung soal CSR itu.

Sebenarnya saya sudah siap mengikuti konferensi pers KPK pukul 16.00. Ternyata mundur ke pukul 18.00. Mundur lagi ke pukul 19.00. Lalu masih mundur pula ke pukul 19.30. Maka saya mulai tulis saja naskah ini di pukul 19.00. Agar tidak telat kirim ke redaksi Disway. Semoga tidak mundur lagi.

Ups...ternyata mundur lagi sedikit: 19.45. Lalu: ke 19.50. Tinggal beberapa menit lagi.

Ini dia hasil konferensi pers itu: wali kota Maidi dianggap melakukan pemerasan dalam hal CSR. KPK menganggap CSR hanyalah dalih untuk memungut uang untuk kepentingan pribadi.

Misalnya saat Stikes Bhakti Husada mengurus izin akses jalan menuju kampus itu. STIKES diminta membayar CSR sebesar Rp 350 juta. Uang itu dikirim ke RR, orang kepercayaan wali kota.

Maidi juga dianggap melanggar aturan CSR yang pernah diterbitkan oleh Pemkot Madiun.

Stikes sendiri kini dalam proses mengurus izin berubah menjadi universitas.

Maidi juga dituduh minta uang ke developer sebesar Rp 550 juta. Lalu mengenakan fee proyek jalan sebesar 6 persen. Dan masih ada lagi yang sejenis itu di periode pertamanya sebagai wali kota.

Sama dengan Nganjuk, Ponorogo dan Pati, wali kota Madiun dianggap melakukan pemerasan –di samping gratifikasi. Bedanya: yang diperas tiga bupati itu calon kepala desa dan calon pejabat di bawah bupati. Bukti lengkap. Para bupati itu tidak bisa berkutik.

Yang di Madiun yang diperas adalah para pengusaha. Tentu masih harus diikuti perkembangannya: ke mana uang dari para pengusaha itu digunakan. Mungkin Maidi memakan uang itu. Ia harus dihukum. Mungkin juga ia tidak makan uang itu tapi salah dalam menerapkan aturan.

Dari empat kasus itu, hanya perkara wali kota Madiun yang akan menarik untuk diikuti persidangannya kelak. Ini menyangkut gaya dan kebijakan wali kota dalam membangun kotanya.

KPK kelihatannya harus lebih rajin melakukan tangkap tangan –maka para kepala daerah harus lebih hati-hati. Musim panen OTT sudah tiba setelah nama KPK agak redup belakangan.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 20 Januari 2026: Point 100

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BUKAN SOAL BISNIS, INI SOAL EGO DAN RASA “SUDAH TERLANJUR”.. Saya melihat ini bukan soal SPS Commerce, Illinois, atau Chicago. Ini soal psikologi manusia. Terutama satu hal: sulit berhenti ketika sudah merasa “setengah jalan”. Sudah setor USD1.000. Sudah berhasil tarik USD100. Sudah ada USD20.000 di layar. Angka di layar itu menipu. Terasa seperti milik sendiri. Padahal belum tentu. Yusuf bukan korban ketidaktahuan. Ia korban optimisme rasional. Ia berpikir: sistemnya masuk akal, CS responsif, order nyata, pembeli ada nama. Maka setiap masalah dianggap hanya “kendala sementara”. Bukan bahaya struktural. Inilah jebakan sunk cost. Semakin rugi, semakin ingin menebus. Bukan mundur. Trik paling halus di sini adalah poin. Bukan denda. Bukan larangan. Tapi syarat administratif. Terdengar profesional. Seperti KPI. Seperti skor kredit. Padahal itu palang pintu. Dan palang itu bisa dibuka. Asal bayar. Selalu bayar. Dan “si dia” berperan sebagai penenang. Bukan provokator. Itu lebih berbahaya. Ia membuat Yusuf merasa tidak sendirian. Ada teman seperjalanan. Padahal ujung jalannya buntu. Pelajaran pahitnya begini: dalam dunia digital, kalau berhenti terasa lebih menyakitkan daripada lanjut, biasanya memang kita sudah masuk perangkap. Bukan perangkap bodoh. Perangkap manusiawi.

Liam Then

Pokoknya pakai prinsip saya saja pasti aman : 1.Cari duit itu susah 2.Karena ada ndak ada orang bagi-bagi tentang cara cari duit. 3. Kalau ada Bank yang paling banyak duitnya sudah masuk duluan. Tes saja, dengan 3 cara itu, pasti duit anda aman dari penipuan. Ndak ada konglomerat mau duitnya dipegang orang, tanpa orangnya dipegang duluan.

Maman Lagi

Sekarang setiap buka disway diawwali lingkaran kemudian awan menurunkan air. Lalu i'lan. Apa karena sedang musimnya.? (Dijawab atau tidak dijawab tetap nanya) ☕️

MULIYANTO KRISTA

Sampai pukul 07.10 om Liam sudah nulis sebanyak 23 komen, mengalahkan kung Agus Suryono yang baru nulis 3 komen. Luar biasa pagi ini. Lagi banyak uang saweran ta om kok tumben pagi-pagi sudah "nggacor" sekali?

Juve Zhang

CWTS Leiden Belanda mengeluarkan peringkat universitas Terbaik Kelas Dunia.....no.1....ZheJiang University....no 2... Shanghai JiaoTong university...no 3 Harvard university....itu bidang Sains ..... Tiongkok makin berkibar bukan hanya Mobil listrik tapi Pendidikan..... Harvard yg selalu no.1 harus turun gunung....ini jelas Amerika makin miskin makin susah makin banyak penipuan.....anda tanya saja sama saudara kalau ada yg tinggal di Amerika.....inflasi meroket karena Dolar banyak dicetak dan tidak diperlukan oleh Dunia perdagangan minyak bumi dlll ....pamor dolar jatuh setelah Saudi Arabia tidak maju lagi bisnis minyak bumi dibayar dolar AS.....ini jelas perubahan besar..... Amerika itu kakek tua yg sekolah olah kaya raya tapi mundur dari 60 organisasi PBB gak mampu bayar iuran tahunan.....mahal bayar iuran itu.... Tiongkok yg sekarang meroket keatas bukan jualan senjata tapi jualan mobil listrik ke seluruh dunia.... Pebruari ini mobil listrik Tiongkok akan masuk Kanada dengan tarif rendah 6%.....hargajual harus dibawah 35 ribu dolar Kanada.... banyak mobil jenis harga ini....beda sama Tesla baru masuk India jual sedikit saja Gak Laku karena harga Tesla USD 70 ribu alias Rp 1 milyar....mana ada rakyat India mampu beli mobil Tesla mahal satu milyar Rp .....wkqkq....Tesla jelas akan masuk museum mobil di sana....gak bakalan dibeli.....Kanada jelas menyambut harga murah kualitas super ....konon penjualan mobil BYD naik 270%. Ini jelas pengakuan dunia Akan kualitas Mobil Tiongko

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MODEL BISNIS TOKO SPS COMMERCE YANG TERNYATA PENIPUAN.. Kalau mau dicari ciri penipuannya, kuncinya bukan di nama besar atau alamat Amerika. Penipu modern justru gemar pakai atribut rapi. Yang perlu dilihat adalah model bisnisnya. Bukan tampangnya. 1). Pertama, penjual wajib setor "deposit sama besar dengan nilai order". Ini aneh. Dalam B2B normal, uang pembeli yang jadi jaminan, bukan uang penjual. Di sini posisi dibalik. Penjual berubah jadi pihak yang dibiayai. Risiko sepenuhnya di tangan korban. 2). Kedua, order tidak boleh ditolak. Ini "red flag" besar. Bisnis sehat selalu memberi hak menolak. Kalau penolakan berujung penalti dan poin turun, itu bukan insentif dagang. Itu alat tekan psikologis. 3). Ketiga, uang “ada” di e-wallet tapi tidak bebas dicairkan. Ini ciri klasik. Saldo tampil cantik di layar. Tapi jadi sandera aturan internal. Mau keluar? Harus beli poin. Poin itu barang fiktif. Tidak ada fungsi bisnis. Hanya kunci palsu. 4). Keempat, aturan bisa berubah sepihak. Harga poin naik. Syarat ditambah. Tanpa kontrak jelas. Tanpa regulator. Ini ciri sistem tertutup. Bukan platform terbuka. ### Kesimpulannya sederhana. Ini bukan toko online. Ini skema tarik-setor berlapis. Untung kecil di depan. Risiko besar di belakang. Kalau bisnis membuat uang masuk gampang tapi keluar harus bayar lagi, itu bukan dagang. Itu "jebakan" yang pakai spreadsheet.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CARA MENGENALI DAN CIRI KHAS TAWARAN BISNIS TIPU-TIPU.. Biasanya tidak datang dengan teriakan. Datangnya pelan. Sopan. Rapi. Pakai istilah asing. Pakai alamat luar negeri. Kalau sudah terlalu profesional, justru patut curiga. 1). Ciri pertama, untung ditampilkan di depan. Risiko disembunyikan di belakang. Anda diminta setor dulu. Alasannya macam-macam. Deposit. Jaminan. Aktivasi. Padahal bisnis normal tidak minta penjual membiayai pembeli. 2). Ciri kedua, uang terlihat tapi tidak bebas. Ada saldo. Ada angka. Tapi untuk mencairkan harus naik level, beli poin, atau perbaiki skor. Itu bukan mekanisme dagang. Itu palang buatan. 3). Ciri ketiga, aturan lentur sepihak. Hari ini boleh. Besok berubah. Harga naik. Syarat nambah. Selalu ada dalih sistem. Selalu darurat. Selalu mendesak. 4). Ciri keempat, ada figur penenang. Bukan yang maksa. Justru yang menemani. Katanya sudah sukses. Katanya santai. Katanya mau bantu. Tapi bantuannya selalu bersyarat setor dulu. 5). Terakhir, satu pertanyaan kunci. Kalau Anda berhenti hari ini, apakah uang bisa langsung ditarik tanpa bayar apa pun lagi? Kalau jawabannya berbelit, jangan lanjutkan. Dalam bisnis, yang paling mahal bukan rugi uang. Tapi rugi kesadaran.

Juve Zhang

Bank Dunia keluar kan Data:" Indonesia peringkat KeDUA jumlah PENDUDUK MISKIN TERBANYAK DI DUNIA...... anda gak perlu kaget upah buruh Tani 40 ribu sehari..... Amsiong....

Muh Nursalim

Bukan penipuan. Itu jenis money game. Kalaupun Yusuf memenuhi pesenan-pesenan, dia pasti akan kewalahan. Karena order akan semakin besar. Dan memang dibuat seperti itu. Sampai ia tidak bisa melayani pesanannya. Lalu kena pinalty. Ia tidak bisa semaunya berhenti. Karena sistem ada pada pengendali.

Beny Arifin

Ada video pendek mampir di beranda saya. Isinya ada mas mas lagi nyender istirahat di rolling door sebuah toko. Disampingnya ada sebotol minuman ringan dan sebatang coklat. Rolling door sedikit terbuka dibagian bawah cukup untuk tikus keluar masuk. Tak sengaja botol minuman jatuh menggelinding masuk toko lewat bawah rolling door yang terbuka. Baru mau di rogoh eh botol tersebut keluar sendiri dari dalam toko. Tidak hanya satu bahkan dua botol. Heran dan penasaran mas mas tsb memasukkan dua botol sekaligus ke dalam toko. Bener saja, empat botol keluar sebagai balasannya. Mulai greedy akhirnya semua botol, coklat, dompet, hp dimasukin semua ke dalam toko. Tahu apa yang terjadi ? Yak betul, rolling door langsung tertutup full dari dalam. Begitulah mekanisme scam, ponzi dan sebangsanya. Waspadalah, waspadalah.

Manto Simare-mare

Ada yang pernah ikut aplikasi Vitube di sini? Kerjanya hanya meng klik produk2. Saya pernah ikut karena ajakan kerabat. Waktu itu saya inves 1,4juta. Tapi begitu Aplikasi suruh inves lagi biar naik level, saya tdk mau. Akhirnya Vitube nya modarrr. Banyak yg jadi korban. Bahkan sempat jadi isu viral. Sejak itu saya bersumpah tdk akan mau ikut bisnis sejenis lagi. Bisnis tipu2 masih masif sekarang ini. Hati2 lah..

Liáng - βιολί ζήτα

pig butchering. Apakah Anda pernah mendengar istilah "pig butchering" ?? Istilah "pig butchering" konon adaptasi dari istilah Chinese "殺豬盤 (shāzhūpán)". Maksudnya secara singkat : korban di-gemuk-kan terlebih dahulu, sebelum akhirnya disembelih. Berikut ini tulisan Pak I. Busthomi : https://iaes.or.id bagaimana-para-penipu-menggunakan-psikologi-untuk-menciptakan-beberapa-penipuan-internet-yang-paling-meyakinkan-dan-apa-yang-harus-diwaspadai Institute of Advanced Engineering and Science JL. Sukun Raya, No. 25, Banguntapan, Modalan, Banguntapan, Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198.

Imam Mashuri

Tulisan Pak Dahlan hari ini keren. Sebuah storytelling yang mampu bikin penasaran. Karena di awal sudah disuruh menilai (ini penipuan atau tidak). Membuat kita yang awam jadi serius membaca sampai akhir. Tiap kalimat kita baca sambil bertanya-tanya: bagian mana yang penipuan. Seolah-olah seperti hakim yang harus memutuskan ketika selesai membacanya. Sambil menulis komentar ini, saya baru sadar. Ternyata seperti itu kekuatan hook dalam penulisan. Sebuah awalan yang bikin pembaca terus terbius sampai akhir. Sayangnya, bagian akhir tidak ada CTA yang mengarah ke pernyataan awal. Misal: kalau anda petugas Polda Jatim yang menerima laporan Yusuf, ini termasuk penipuan atau tidak sih?

Lukman Nugroho

Bagaimana Jika Seperti biasa. Jika pas ada kegiatan bekerja ke Bandung. Saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. Sebab pagi ini cuaca Kota Bandung cerah berawan. Saya memilih untuk lari pagi di kompleks lapangan Tegalega. Senang. Berada di komunitas orang-orang yang pagi harinya berkomitmen, meluangkan waktu untuk berolahraga. Dan selain yang berolahraga pagi. Ada juga yang memenuhi Tegalega dengan menjual makanan ringan, berat dan menyewakan alat olahraga. Semisal badminton. Untuk tarif sewa alat badminton. Dengan durasi tidak terbatas. Dengan dua shuttlecock seharga Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ). Sebab saya hanya sendiri, saya minta penjaga itu menemani saya bermain badminton. Ibu penjaga itu mengajak anak kecil perempuannya. Yang pas saya mau minta untuk ditemani sedang tidur di pangkuannya. Tapi akhirnya bisa di kondisikan. Kami bermain, saya hanya minta waktunya 15 menit. Sebab sudah cukup lelah dengan berlari pagi. Dan tidak bagus jika terlalu lama "menyita waktunya". Kami bermain dengan asyik. Sebab kami punya cukup bekal ketrampilan bermain badminton. Sehingga bisa menikmati bersama. Ibu penjaga itu sesekali tertawa. Saya senang. Pagi ini bisa berbagi kebahagiaan. Meski tanda tanya masih menggantung. Bagaimana jika hari itu hanya saya yang menyewa. Cukupkah Ibu penjaga itu "hidup" hari ini dengan Rp. 10.000,- itu. Rejeki Tuhan memang luas. Sembari menyudahi permainan badminton. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Sekaligus malu.

Rizal Falih

Selama manusia masih bernafas, tidak akan lepas dari kebutuhan. Kebutuhan duniawi dicukupi dengan uang. Punya istri yang tidak punya penghasilan lain, mungkin akan lebih nerimo dengan kondisi keuangan suami. Yang repot itu kalau istri juga punya penghasilan sendiri. Baik itu karena bekerja, apalagi punya usaha. Tuntutan kepada suami semakin berat. Disertai dengan daya tawar yang tinggi, akibat dari punya penghasilan sendiri. Prinsipnya uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uangnya sendiri. Titik. Tidak ada koma. Urusan keuangan menjadi hal yang sensitif. Sering menjadi bahan bakar keributan, yang kecil maupun besar. Sehingga banyak suami yang memilih untuk meminta maaf lebih baik dibandingkan minta ijin. Soal tranparansi keuangan, untuk penggunaan kebutuhan yang jelas saja masih sering kali dipertanyakan. Benar atau tidak. Sudah dibayarkan atau belum. Mana bukti bayarnya, dan seribu pertanyaan lain. Tapi beruntunglah, kalau punya istri yang cerewet saol uang. Potensi kebocoran keuangan rumah tangga, jadi mengecil. Karena pengawasanya yang ketat. Sehingga tidak ada uang yang keluar dari kas rumah tagga, tanpa sepengetahuan menteri keuangan. Potensi suami berbuat tidak baik di luar juga kecil. Selingkuh misalnya. Lah gimana mau selingkuh, kalau tidak pegang uang. Padahal makan, nonton, jalan, semua perlu uang. Halah komentar apa ini hihi..

ahmad alharishi

Kurang ajar penipu zaman sekarang. Mirip banget sama kasus saya itu, Pak. Pokoknya kalo setiapa da transaksi kita disuruh "deposit" duluan, alah sudah pasti itu akal2 lan dari sindikat penipuan online. Awalnya kita dikasih untung dulu buat "mancing", hingga kita tergiur terus deposit banyak dan akhirnya tersadar kalau kita sudah... tertipu. Begitulah.

ikhwan guru sejarah

Kalau saya ditawari investasi, prinsipnya selalu dia kasuh return berapa. Kalau ngasih untung lebih dari bunga pinjaman Bank, saya langsung curiga. Di sekolah pernah ada guru jual investasi Panda**, sebulan bisa kasih 10%, sampai bulan ke 11. Setelah itu bisa diperpanjang. Gilanya, bagi yang bisa bawa lagi investor, bisa dinaikkan return nya katanya sampai 20% per bulan. Saya diprospek berkali-kali tetap gak mau. Teman-teman banyak yang ikut. Bahkan ada yang masukin sampai 50 juta, ada yang pinjam Bank krn bisa dapat return lebih besar untuk bayar cicilan pinjaman. Singkat cerita. Seperti saya duga. Tiba-tiba zonk, amblas. Skema ponzi. Money game. Teman saya si Agen ini sampai mau dihajar rame-rame. Prinsip kedua yang perlu diingat adalah, harus jelas logika bisnisnya bagaimana. Dari mana keuntungan yang kita dapat dari investasi yang ditanamkan. Harus jelas, nyata, faktual. Bukan itung2an macam MLM, kalau segini jadi begini, kanan kiri nambah jadi poin bla bla... itu pasti niat menipu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMorning – 20 JANUARI 2026.. OTT KPK kembali dibahas. Bukan soal setuju atau tidak. Tapi soal dampaknya. Terutama bagi pemimpin yang dinilai berprestasi. Banyak contoh. Prestasi jalan. Program jalan. Lalu datang OTT. Mendadak semua berhenti. Diskusi pagi ini menyorot dilema itu. OTT dianggap efektif. Cepat. Mengejutkan. Memberi efek jera. Tapi juga melahirkan ketakutan baru. Pemimpin jadi ragu mengambil keputusan. Tanda tangan terasa seperti memasang jerat sendiri. Aman adalah diam. Aman adalah tidak berbuat apa-apa. Masuk ke wilayah abu-abu. Kebijakan publik sering butuh diskresi. Tidak semuanya hitam-putih. Masalahnya, hukum sering datang belakangan. Setelah kebijakan berjalan. Setelah konteks berubah. Yang dulu dianggap solusi, tiba-tiba dipersoalkan. KPK berjasa besar. Tidak diragukan. Tapi pertanyaan muncul: apakah OTT harus selalu jadi ujung tombak. Apakah pencegahan sudah cukup kuat. Atau kita justru sedang mencetak birokrasi yang alergi risiko. Kesimpulannya pahit. Negara butuh pemimpin berani. Tapi sistem membuat keberanian terasa berbahaya. Di situlah dilema itu menetap. Tidak selesai-selesai. ### (ATAU HANYA BELUM SELESAI)..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

HASIL PENELUSURAN: APAKAH ADA BANYAK KORBAN SPS COMMERCE? Kalau yang dimaksud “SPS Commerce” sebagai perusahaan teknologi EDI yang benar, itu memang nyata, terdaftar, punya situs resmi, dan sahamnya diperdagangkan di NASDAQ. Itu bukan abal-abal menurut penilaian situs tertentu. Tapi kalau yang dialami Yusuf—platform toko online dengan deposit, poin, penalti, dan saldo yang tidak bisa langsung ditarik—itu tidak sama dengan SPS Commerce resmi. Itu kemungkinan besar versi imitasi yang memakai nama mirip untuk menjerat korban. Tidak ada bukti statistik global tentang jumlah korban versi imitasi ini di sumber terbuka. Namun dari media Indonesia, kasus serupa (dropshipper internasional) sudah dilaporkan ke radio dan polisi. Di dunia nyata, review tentang SPS Commerce (versi EDI resmi) ada juga keluhannya. Tapi itu pengalaman bisnis, bukan laporan korban penipuan besar-besaran ilegal. Di Indonesia, sejauh ini hanya beberapa laporan berita media tentang kasus “SPS Commerce” yang kemungkinan abal-abal dan merugikan individu seperti Yusuf. Itu berarti belum ada angka resmi banyak korban Indonesia atau global yang dipublikasikan oleh lembaga resmi atau media besar.

pak tani

Sore hari di lobi RS tampak seorang pria berlari kecil terpogoh-pogoh. Seolah ketinggalan pesawat kelas satu. Raut muka nya begitu serius, keringat bercucuran meski saat itu udara sejuk dan gerimis rintik. Ayah : Haii Bunda.... maaf tadi keasikan ngobrol, jadi telat setengah jam Bunda : (diam saja) Ayah : Jangan cemberut gitu donkk.. Ayah bawa makanan enak Bunda: (masih diam) Ayah : Bunda kan ngga suka makanan RS, ini ayah ada bubur uenakkk. Bunda : (tetap diam) Ayah : Ini bubur shuo bu chu lai, ngga kalah dari wang bu liao. Meskipun.. Bunda sudah tahu.. he he he... Bunda : ( diam, dalam hati 'gratis kan, tapi dari namanya.. sepertinya ini bubur memang enak' ) Ayah : Ayo donk makan.. kan ayah sudah janji mau suapin pasca operasi. Bunda : (mangap juga, dengan ekspektasi tinggi bubur enak. Tapi tetap diam ) Ayah : Nah.. gitu donk. Jangan cemberut terus. Makan yang banyak. Ayah makan makanan RS saja. Bubur cuma kebagian 1 mangkok hihihi. Bunda : Ini.. kok rasanya seperti bubur bun ong ? Ayah : Nah! betul.. betul.. Bubur bun ong. tadi shuo bu chu lai. Bunda : (diam lagi, dalam hati 'asem kena jebakan rambo betmen') Ayah : Semangat donk bunda makannya. Kenapa sih? sakit ya? Bunda : Sakitnya lutut ini tidak seberapa, toh selama ini juga sudah sakit. Ayah : Terus kenapa seperti melamun gitu? Bunda : Hmm... bunda cuma kepikiran saja. Suka baca komennya siapa tuh.. Putu leo? Ayah : Putu Noel bun. Ahh.. ga usah dipikirin. Dia cuma ngerusuh aja. ( bersambung )

heru santoso

Pagi ini saya mudik ke Magetan lihat peternakan sapi. Tentu lewat Madiun, mampir Jalan Pahlawan — kawasan wisata yang sekarang rasanya seperti world tour versi hemat. Ada Liberty, Merlion, Ka’bah, Menara Eiffel. Semua mini, tapi ambisinya global. Indah. Instagramable. Patriotik. Internasional. Lengkap sudah: 5i. Saya ngopi di trotoar pojok pertigaan depan mal. Di sebelah saya, seorang bapak tukang becak duduk santai, tampang bahagia. “Hari ini rame, Pak?” “Lumayan. Tiap hari juga begini.” “Kebanyakan penumpang orang mana?” “Wisata, Pak. Banyak dari luar kota. Ada juga yang dekat sini, tapi sok wisata.” “Oh… banyak luar kota ya?” “Iya lah. Sejak Madiun dipimpin Pak Maidi, jadi tujuan wisata.” “Hebat dong wali kotanya.” “Lumayan. Sekarang narik becak lebih gampang. Penumpang ada aja. Anak saya kerja di toko situ. Satunya di restoran.” Saya terdiam sebentar, lalu nyeletuk, “Tapi walikotanya kan sekarang ditangkap KPK, Pak.” Bapak itu menyeruput kopi, santai. “Iya, Pak. Itu urusan beliau. Kalau penumpang masih naik becak, ya saya tetap narik.” Saya mengangguk. Ternyata kehebohan boleh goyah di atas. Yang penting roda tetap muter di bawah.

Johannes Kitono

PT Qsar. Awal 2000 ketika masih kuliah di MMA, IPB. Seorang dosen bicara PT Qsar, investasi Agribisnis yang bisa memberikan keuntungan sampai 60 %. Konon untuk menjadi investor Qsar bahkan harus antri dan diundi. Banyak politisi, selebrity dan anggota DPR ikut jadi investor. Saat itu beta sempat kasih respon ke dosen tsb.Bahwa IPB punya nama besar dan harus hati hati. Dengan berita seperti itu. Jangan nanti dianggap IPB ikut kasih referensi dan masyarakat jadi korban. Umumnya investasi Agribisnis tidak mungkin memberikan profit setinggi itu. Benar saja. Tidak lama kemudian, Ramli Araby Presiden Direktur PT Qsar dan stafnya berurusan dengan polisi.Dalam tempo singkat ada 6.800 investor dari 18 provinsi jadi korban. Investasinya raib. Mereka tertipu dengan nilai sekitar Rp.500 mily. Terkena Skema Ponzi. Dimana investor awal dibayar dengan hasil tinggi dari uang investor berikutnya. Dan biasanya merasa untung dan tambah lagi investasinya. Dan selalu berakhir dengan bodong. Selain Qsar ada lagi investasi kebun Agaar wood atau Gaharu di Malaysia. Investasi kebun Lengkeng di China. Diatas kertas semuanya memberikan profit muluk muluk yang tidak masuk akal. Anehnya,masih banyak yang masuk perangkap juga.Muh Yusuf bisa jadi kena Phising atau Scheme Ponzi. Yaitu sistem penipuan yang diwariskan Charles Ponzi ( 1882 - 1949 ) , imigran asal Italy. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 110

  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • suryanto bagelen
    suryanto bagelen
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Prieyanto
    Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
  • Dahlan Batubara
    Dahlan Batubara
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • yea aina
    yea aina
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Sogia Manom
    Sogia Manom
  • pak tani
    pak tani
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • pak tani
      pak tani
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • latief sukyan
    latief sukyan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • pak tani
    pak tani
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Wilwa
    Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Wilwa
      Wilwa
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • nico gunawan huang
    nico gunawan huang
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • DeniK
    DeniK
    • alasroban
      alasroban
  • Lilik Harnadi
    Lilik Harnadi
    • alasroban
      alasroban
  • Syamsuriadi Syam
    Syamsuriadi Syam
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Siswantoro Siswantoro
    Siswantoro Siswantoro
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • riansyah harun
    riansyah harun
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • mario handoko
    mario handoko
    • Lukman Nugroho
      Lukman Nugroho
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • alasroban
    alasroban
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Faine Fane
    Faine Fane
    • siti asiyah
      siti asiyah
  • Ulil Abshor
    Ulil Abshor
  • Reza Meifia Fitra
    Reza Meifia Fitra
  • rid kc
    rid kc
  • Sugi
    Sugi
  • Abdussyukur
    Abdussyukur
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • DeniK
    DeniK
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • ra tepak pol
      ra tepak pol