Sebaliknya, bertahan di Manchester memberi Mainoo lingkungan yang sudah dikenalnya, rekan setim yang memahami permainannya, serta staf pelatih baru yang kemungkinan lebih fleksibel secara taktis.
Alih-alih mencari jalan keluar ke Italia, Mainoo seharusnya meneladani para pendahulunya, bersabar, menunggu momen ketika sistem berubah, lalu menjelma menjadi sosok yang tak tergantikan.