“Latihan menanamkan kedisiplinan, kekompakan tim, serta kesiapan mental dalam melayani jemaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi. Peserta memfungsikan dirinya seakan-akan sudah bertugas di sana,” jelasnya.
Sarapan ala barak ini menjadi bagian integral pembentukan karakter petugas haji.
Kekompakan dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak diklat diharapkan menjadi fondasi kuat saat mereka mendampingi jutaan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 mendatang.