“Itu angka yang bagus, tapi ketika saya mendengarnya, saya rasa itu pertama kalinya saya benar-benar jatuh emosional di ruang praktik dokter,” katanya.
Meski harus menghadapi kecemasan dan efek samping pengobatan, Hwang mengatakan tantangan terbesar justru adalah menerima identitas barunya sebagai penyintas kanker.
Ia berharap bisa kembali ke kehidupan seperti biasa.
BACA JUGA:Waspada! Hujan Mengandung Mikroplastik dalam Jangka Panjang Bisa Picu Peradangan Paru dan Kanker
Pekerjaannya sebagai dokter berfokus pada mengobati penyakit, tetapi tidak ada pelatihan yang mempersiapkannya menghadapi perubahan setelah diagnosis pribadi.
“Secara fisik, Anda bukan lagi orang yang sama. Saat saya selesai menjalani pengobatan, payudara saya sudah tidak ada, ovarium saya sudah tidak ada, rahim saya sudah tidak ada, rambut saya rontok dan itu menimbulkan beban emosional yang sangat besar,” katanya.
Hwang mengaku masih mencoba memahami apa arti peran barunya sebagai penyintas.
BACA JUGA:Waspada! Hujan Mengandung Mikroplastik dalam Jangka Panjang Bisa Picu Peradangan Paru dan Kanker
Sebelum diagnosis, ia bangga karena bisa menyimpan perjuangan pribadinya sendiri.
Ia mulai berbicara tentang perjuangannya dan bahkan meminta saran dari para pasiennya tentang bagaimana mereka pulih, serta bagaimana mereka menerima perubahan besar pada tubuh dan kehidupan mereka.
Saat ini, strateginya adalah bekerja lebih sedikit, lebih fokus pada keluarga, dan memprioritaskan kesehatannya di tengah ketidakpastian..
"Tidak apa-apa jika tidak tahu. Tidak apa-apa merasa takut. Tidak apa-apa merasa cemas. Ini memang bagian dari sifat penyakit ini," ungkapnya.