Selasa lalu, Trump mendesak rakyat Iran untuk terus berunjuk rasa.
Pada Rabu, AS nyaris melancarkan serangan militer ke Iran, namun akhirnya mengurungkan niat tersebut ketika Trump memutuskan untuk menunda di tengah meningkatnya tekanan regional dan diplomatik.
BACA JUGA:Israel Targetkan Petinggi Iran, Komandan Tinggi Militer Orang Kepercayaan Khamenei Tewas
Situs berita AS Axios melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan Trump bahwa Israel tidak siap menghadapi pembalasan Iran dan mempertanyakan efektivitas serangan AS.
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, juga disebut mendesak agar menahan diri, menurut Axios, dengan alasan risiko terhadap stabilitas kawasan.
Sedikitnya 5.000 orang telah tewas dalam protes di Iran, termasuk sekitar 500 personel keamanan, ujar seorang pejabat Iran.
Dalam pidato pada Kamis, Khamenei untuk pertama kalinya mengakui bahwa ribuan orang telah tewas, “sebagian dengan cara yang tidak manusiawi dan brutal.”
Ia menyalahkan AS atas jumlah korban jiwa tersebut, mengecam Trump yang ia sebut sebagai “penjahat” karena mendukung demonstrasi, serta menyerukan hukuman keras bagi para pengunjuk rasa.
Kantor berita Human Rights Activists melaporkan bahwa 24.348 demonstran telah ditangkap dalam tindakan penindakan tersebut.
Tidak ada laporan protes selama beberapa hari terakhir di Iran.