TANGSEL, DISWAY.ID - Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan belum terpikir untuk mencalonkan kembali di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang pada 2029.
Hal itu lantaran permasalahan tata kota Tangsel yang datang bertubi-tubi dan diprotes publik.
BACA JUGA:588 Personel Gabungan Amankan Aksi Ujuk Rasa Pemuda Keadilan di Monas
BACA JUGA:Mau Kulit Naik Level? Pakai Serum Lokal Ini dari Biasa Saja Jadi Bikin Melirik
Salah satunya permasalahan sampah yang tak terurus bertahun-tahun.
Saat disinggung soal keinginannya mencalonkan lagi di Pilkada 2029, Pilar mengaku belum terpikir lebih lanjut.
“Belum lah itu mah masih lama, masih lama, belum kepikiran ke sana," jelas Pilar usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, 19 Januari 2026.
Pilar mengaku, pihaknya fokus Pemerintah Kota Tangsel masih fokus mencari solusi atas permasalahan pengelolaan sampah.
Hal itu menjadi fokusnya agar Tangsel bebas dari sampah yang menumpuk di sejumlah jalan.
BACA JUGA:Truk Tabrak Separator di Casablanca, Lalin Sempat Macet
"Contohnya kami coba sedang mencari solusi agar keberadaan bank sampah dan TPS3R di setiap wilayah. Ada titik lokasinya ataupun masih ada warga yang belum setuju dengan keberadaan bank sampah dan TPS3R," imbuhnya.
Pilar juga tak bosan mengimbau warga untuk aktif memilah sampah secara mandiri. Untuk itu,
"Makanya kami coba sedang melakukan edukasi. Sebab persoalan sampah ini, semuanya kan harus berdampingan sama sampah. Sampahmu adalah urusanmu, sampahku adalah urusanku. Jadi itu dulu, makanya bank sampah itu lebih dekat lagi daripada TP3SR," ungkap Pilar.
Untuk itu, Pilar akan berusaha semaksimal mungkin menanggulangi masalah sampah. Sehingga nantinya peran TPS3R akan dimaksimalkan untuk mengurai sampah sehingga tak menggunung di jalan.
"Jadi TPS3R itu bukan barang baru, itu adalah sampah anda bukan sampah dari luar gitu kan, itu sampah yang anda timbulkan di TPS3R. Apakah jadi maggot nantinya, dan misalkan pemilahannya yaitu justru yang harus ditangani. Makanya masyarakat kita dorong supaya aktif nih di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk penanganan TPS3R dan bank sampah supaya terbiasa," papar Pilar.