Awas! Mobil Dipaksa Lewat Banjir Bisa Jebol, Simak 7 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan

Jumat 23-01-2026,08:34 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan maupun dari arah berlawanan sangat penting untuk menghindari risiko tersebut.

Gunakan Gigi Transmisi Terendah

Jika terpaksa melewati genangan yang masih aman, gunakan gigi transmisi terendah. Pada mobil manual, gunakan gigi satu. Sementara pada mobil bertransmisi otomatis, pilih posisi D, L, atau S sesuai kebutuhan.

Penggunaan gigi rendah membantu menjaga putaran mesin tetap stabil dan mengurangi risiko air terhisap ke dalam ruang mesin.

Jangan Memaksakan Mobil Saat Air Terlalu Tinggi

Jika air sudah melebihi setengah tinggi ban atau kolong mobil tidak lagi terlihat, pengendara sangat disarankan untuk menghentikan perjalanan. Memaksakan kendaraan dalam kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air masuk ke mesin, transmisi, dan sistem kelistrikan.

Kerusakan akibat air banjir dapat berujung pada perbaikan besar dengan biaya yang tidak sedikit.

Jangan Nyalakan Mesin Jika Mobil Terendam

Mobil yang sudah terendam banjir tidak boleh langsung dinyalakan, baik mesin bensin, diesel, hybrid, maupun listrik. Air yang masuk ke area mesin dapat menyebabkan kerusakan fatal jika mesin dipaksa hidup.

Langkah terbaik adalah menghubungi layanan derek dan membawa kendaraan ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh.

Perhatikan Garansi Kendaraan

Perlu diketahui, kerusakan akibat menerjang banjir umumnya tidak ditanggung oleh garansi kendaraan. Oleh karena itu, pemeriksaan di bengkel resmi sangat dianjurkan agar kerusakan dapat terdeteksi sejak dini dan mendapatkan estimasi biaya perbaikan yang sesuai standar pabrikan.

Dengan pemahaman yang tepat, risiko kerusakan mobil akibat banjir dapat diminimalkan. Keselamatan pengendara tetap menjadi prioritas utama, disusul dengan perlindungan terhadap kendaraan.

Kategori :