JAKARTA, DISWAY.ID - Rocky Gerung menjalani pemeriksaan oleh penyidik terkait tudingan ijazah Jokowi.
Usai diperiksa, Rocky mengaku hanya menyampaikan pengetahuan dan keahliannya dalam bidang metodologi penelitian.
BACA JUGA:Profil Adies Kadir, Calon Hakim MK yang Disorot Publik Gegara Tunjangan DPR
BACA JUGA:Rumah Moderasi Beragama Sangha Theravada Indonesia Jadi Simbol Toleransi Antarumat Beragama
"Yang saya sampaikan adalah pengetahuan saya. Dari penyidik saya malah dapat pisang goreng, lalu habiskan empat gelas kopi," katanya kepada awak media, Selasa 27 Januari 2026.
Disebutkannya, pertanyaan penyidik tidak banyak, sekitar tujuh hingga sepuluh pertanyaan.
Fokus utama pemeriksaan adalah kesaksiannya sebagai ahli terkait metodologi yang digunakan Dokter Tifauziah dalam melakukan penelitian.
"Yang ditanya itu esensial. Saya diminta memberi kesaksian tentang metodologi yang dipakai dokter Tifa, dimulai dari kuriositas akademik, mengumpulkan fakta, lalu menguji kausalitas antara kapasitas seseorang yang mengaku insinyur dan narasi publiknya," sebutnya.
BACA JUGA:Thomas Djiwandono RESMI Jabat Deputi Gubernur BI, Dianggap Figur yang Diterima Parpol
BACA JUGA:Rocky Gerung Bilang Dirinya Bukan Saksi Meringankan Roy Suryo Cs: Ingin Jelaskan Metodologi Ijazah!
Dinilainya, penelitian yang dilakukan Dokter Tifa telah memenuhi syarat prosedural akademik. Ia menekankan bahwa riset tersebut dilakukan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi.
"Saya mengajar metodologi di banyak instansi. Terlihat dokter Tifa memenuhi semua persyaratan prosedural akademis. Tidak ada yang ditutupi, semuanya diperlihatkan dalam buku, Jokowi’s White Paper itu yang harusnya dibaca," nilainya.
Menurutnya, persoalan menjadi bias karena publik lebih banyak menangkap sensasi di media sosial dibanding substansi riset.
"Bukan sensasi di Twitter atau media sosial. Penelitian itu festival of ideas, festival of knowledge. Publik sering menangkap bagian sensasinya saja, bukan substansinya," ujarnya.
BACA JUGA:Kasus 'Kejar Jambret Tersangka Ku Dapat' Berakhir Damai, Mas Hogi Lega GPS di Kakinya Dilepas