Dari situ, orang tua salah satu murid datang ke sekolah dan persoalan melebar hingga berujung pada perpindahan sekolah anak tersebut.
BACA JUGA:Komjen Suyudi Bantah Isu Masuk Bursa Calon Kapolri: Saya Fokus di BNN!
Setelah itu, laporan juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kita Tangsel.
Menurutnya, sudah dilakukan dua kali mediasi di sekolah, namun belum membuahkan solusi.
"Dari dua kali mediasi itu belum ada hasil. Belum ada solusi sampai sejauh ini," ucapnya.
Disebutkannya, hal yanh membuat persoalan semakin panjang adalah adanya laporan ke Polres.
Padahal, pihak keluarga sebelumnya berharap masalah bisa selesai di tingkat sekolah.
"Kita enggak pikir sampai harus panjang begini. Harusnya bisa selesai di mediasi sekolah," sebutnya.
BACA JUGA:Bahaya Gejala Penyakit Kencing Tikus, Pramono Tegaskan Belum Ada Warga yang Terjangkit
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi antara pihak keluarga dan orang tua murid terkait hanya sebatas pesan singkat.
"Cuma sempat WhatsApp ke mamanya nanya kenapa anaknya enggak masuk beberapa hari. Tapi setelah itu enggak ada jawaban lagi," ujarnya.
Pihaknya berharap ada penyelesaian kasus itu secara kekeluargaan.
"Tetap harapannya sebagai anak buat ibu tapi di satu sisi kita juga memikirkan juga untuk anak-anak dan keluarga kita mau secara damai aja," harapnya.
Diketahui, Polres Tangerang Selatan terima laporan pihak siswa terhadap guru SDK swasta di Pamulang.
Kasi Humas Polres Tangsel, Ipda Yudi Susanto mengatakan sudah ada laporan terkait hal tersebut.
"Kalau itu sudah (Laporan, red)," katanya kepada awak media, Selasa 27 Januari 2026.