PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

Inovasi terus dilakukan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI). Melihat potensi pengolahan air laut di Kilang Balikpapan, Kilang Pertamina Internasional (KPI) jajakin kerjasama produksi garam. -dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Inovasi terus dilakukan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI). Melihat potensi pengolahan air laut di Kilang Balikpapan, Kilang Pertamina Internasional (KPI) jajakin kerjasama produksi garam. 

Kali ini, KPI bekerja sama dengan PT Garam untuk membangun pabrik pemrosesan garam di Balikpapan.

Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diantara oleh Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose. (Rabu, 28/01).

MoU ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program substitusi impor garam industri sekaligus memperkuat ketahanan pasokan nasional.

BACA JUGA:OJK Diterpa Pengunduran Diri Beruntun, Mirza Adityaswara Juga Lepas Jabatan Wakil Ketua

BACA JUGA:Wuling ABC Stories Kembali Raih Penghargaan, Merek Kendaraan Listrik Favorit di Kalangan Generasi Muda

Saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor garam dengan porsi sekitar 64% dari total kebutuhan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menyebut kerja sama KPI dan PT Garam sebagai tonggak sejarah penting.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya menjalankan agenda hilirisasi pemerintah, tetapi juga menciptakan dua kemandirian sekaligus: energi dan pangan.

“Kami sangat bangga dan mendukung kerja sama ini. Ibarat mobil, kolaborasi antara KPI dan PT Garam adalah double gardan kemandirian. Tak hanya kemandirian energi yang menjadi domain Pertamina, tapi juga akan menciptakan pangan,” ujar Agung.

BACA JUGA:Citra Maja City dan Tren Hunian Terjangkau Kota Satelit Berbasis TOD

BACA JUGA:Operasi SAR Longsor Pasirlangu Berlanjut: Basarnas Evakuasi 60 Jenazah, 20 Korban Masih Dicari

Agung menambahkan, pembangunan pabrik garam di Balikpapan dengan perkiraan kapasitas 1000 KTA dapat mengurangi impor hingga  USD 150 juta atau sekitar Rp 2.5 triliun.

Ia berharap kerja sama ini juga memberi multiplier effect, seperti tumbuhnya kawasan industri, terciptanya lapangan kerja baru, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen garam industri di kawasan Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads