Salah satu fokus utama program adalah anak-anak. Pendekatan trauma healing dilakukan dengan mengembalikan rutinitas sederhana yang sempat terputus, salah satunya kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak.
Puluhan pasang sepatu sekolah baru dibagikan kepada anak-anak di sekitar Pondok Rangkul. Bagi orang dewasa, sepatu mungkin terlihat sebagai bantuan kecil. Namun bagi anak-anak penyintas bencana, sepatu baru adalah simbol dimulainya kembali langkah yang sempat terhenti.
Dameria, seorang guru setempat, menyebut perubahan itu tampak jelas di wajah murid-muridnya.
“Anak-anak kembali percaya diri. Mereka datang ke sekolah dengan senyum. Sepatu ini bukan hanya alas kaki, tetapi semangat baru,” ujar Dameria dengan mata berkaca-kaca.
BACA JUGA:5 Jenazah Ditemukan Kembali, 15 Korban Longsor Cisarua Masih Dicari
Nutrisi di Masa Transisi
Selain anak-anak, perhatian juga diberikan kepada ketahanan fisik warga secara umum. Paket bantuan nutrisi dibagikan untuk membantu masyarakat menjaga stamina di tengah proses pemulihan dan persiapan pindah ke hunian baru.
Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan, menilai bantuan tersebut tepat sasaran di masa transisi yang penuh tantangan.
“Warga butuh tenaga dan kesehatan untuk memulai lagi. Bantuan nutrisi ini sangat membantu kami agar tetap kuat menjalani proses pemulihan,” kata Junaidi.
Pendekatan Holistik
Pendiri BenihBaik.com, Andi F. Noya, yang turut hadir di lokasi, menilai pendekatan yang dilakukan PTPN IV PalmCo sebagai contoh penanganan pascabencana yang holistik.
Menurut dia, pemulihan psikologis tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar.
“Mendampingi penyintas dengan Psychological First Aid, lalu memperkuatnya dengan bantuan nyata seperti nutrisi dan perlengkapan sekolah, inilah model ideal pemulihan,” ujar Andi.
Program pendampingan di Pondok Rangkul sendiri dirancang berlangsung hingga April 2026 dengan melibatkan psikolog profesional dari Yayasan Pulih. Konsistensi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebut peran PTPN IV PalmCo telah melampaui fungsi korporasi.
“PTPN IV sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan sejak lama. Dalam bencana ini, mereka hadir bukan sebagai perusahaan semata, tetapi sebagai keluarga,” ujar Gus Irawan.
Melalui Pondok Rangkul, PTPN IV PalmCo berharap, ketika masa pendampingan berakhir, masyarakat Batang Toru tidak hanya menempati rumah baru, tetapi juga memiliki ketangguhan mental untuk menatap masa depan.