Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi warga dari lokasi rawan bencana.
“Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung.
Target kontrak pembangunan huntap sendiri dijadwalkan selesai pada April 2026, meski Pemkab Tapsel terus mendorong agar penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat.
BACA JUGA:Review Ulang Kualitas Infinix GT30 Pro 5G, HP Murah Harga Rp3 Jutaan yang Sulit Dilengserkan!
BACA JUGA:Mauricio Souza Ungkap Kunci Kemenangan Persija atas Persita
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, komitmen perusahaan tidak berhenti pada penyediaan lahan dan rumah. Menurut dia, pemulihan sosial dan ekonomi warga menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi.
“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” kata Jatmiko.
Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru.
Bagi BenihBaik.com, kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan—bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga.