Jusuf Kalla Soroti Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Dalang Diungkap
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, merespon kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus-disway.id/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Jusuf Kalla angkat bicara terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Ia menegaskan bahwa kasus tersebut telah mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan agar peristiwa itu diusut tuntas.
“Presiden sudah menyampaikan agar diusut tuntas. Yang penting sekarang adalah motifnya dan siapa pelakunya,” ujar Jusuf Kalla usai Salat Id di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 maret 2026.
BACA JUGA:Pesan Lebaran Presiden Prabowo: Mari Saling Memaafkan dan Pererat Silaturahmi
BACA JUGA:Operasi Ketupat 2026 Fokus 5 Klaster, Kecelakaan Turun 24 Persen dan Arus Mudik Terkendali
Meski 4 tersangka yang melibatkan oknum TNI dalam kasus tersebut, Jusuf Kalla mendesak untuk mencari tau motif dan siapa dalang dibalik semua ini.
"Sekarang apa motifnya? Siapa yang perintah? Itu harus diketahui. Kenapa berbuat begitu?," tegasnya.
Ia menyampaikan, ikuti saja perkebangan yang ada. Terlepas kasus ini melibatkan oknum TNI.
"Ya, sesuai dengan penjelasan daripada pusat apa, Polisi Militer begitu. Ya kita ikuti saja," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan tindakan kriminal serius yang tergolong sebagai terorisme
BACA JUGA:Kemdiktisaintek Fokus Cetak Talenta Unggul demi Wujudkan SDM unggul
BACA JUGA:THR Belum Cair Juga Sampai Sekarang? Posko Pengaduan Kemnaker Masih Standby Terima Laporan
Untuk itu, ia meminta agar kasus ini diusut hingga ke dalang di balik peristiwa itu.
"Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Prabowo, Kamis, 19 Maret 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: