OJK Tancap Gas Reformasi Pasar Modal, 8 Aksi Percepatan Disambut Analis

Senin 02-02-2026,20:29 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebagai upayanya untuk memperbaiki kepercayaan para investor, Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan kepercayaan para investor dengan cara mempercepat reformasi pasar modal di Indonesia.

Dalam hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa Bursa Efek juga siap untuk melakukan transparansi terkait percepatan reformasi integritas, sebagaimana yang diminta oleh MSCI untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor.

BACA JUGA:Ucapan Mantan Suami Denada Bikin Haru Usai Video Pengakuan Ressa sebagai Anak Kandung

BACA JUGA:Ketua DPRD Desak Pramono Cari Solusi Bau RDF Rorotan

"Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand khususnya, agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen," tutur Jeffrey kepada Disway dan awak media lainnya secara daring, pada Senin (02/02).

Menanggapi rencana percepatan reformasi pasar modal ini, Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah OJK dan BEI tersebut.

Menurut Ketua Umum PAEI, David Suyanto, langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat fondasi pasar modal yang lebih likuid, transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Enggan Bela Al-Nassr, CR7 Murka Tolak Kepindahan Benzema ke Al Hilal

BACA JUGA:Soroti Spanduk dan Baliho Semrawut dari Banjarmasin hingga Bogor, Prabowo: Turis Ga Mau Liat Spanduk

"Sebagai representasi profesi analis, PAEI menegaskan bahwa integritas informasi dan kualitas tata kelola merupakan prasyarat utama terciptanya kepercayaan pasar (market trust) dan mekanisme harga yang efisien," tutur David kepada Disway.

Lebih lanjut, David juga turut menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut sejalan dengan praktik terbaik internasional.

"Peningkatan free float dan transparansi kepemilikan diyakini mampu memperdalam likuiditas, mengurangi asimetri informasi, serta meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global," ucap David.

Kendati begitu, David juga menekankan bahwa implementasi kebijakan juga diharapkan dapat dilakukan secara bertahap, proporsional, dan adaptif.

BACA JUGA:Kasus Kematian Lulu Lahfah Disetop, Polisi Pastikan Tak akan Periksa Saksi Lagi

BACA JUGA:Langkah Prabowo Putuskan Indonesia Masuk Board of Peace Sudah Tepat, Pasbata Mendukung Penuh!

Kategori :