Sejak gabung Al Nassr di paruh musim 2022/2023 dengan kontrak gila-gilaan senilai 177 juta poundtserling per tahun, Ronaldo sebenarnya tampil luar biasa.
CR7 jadi top skor Liga Pro Saudi dua musim berturut-turut, bikin 35 dan 25 gol.
BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Enggan Bela Al-Nassr, CR7 Murka Tolak Kepindahan Benzema ke Al Hilal
BACA JUGA:Darurat Pemain! Liverpool Cari Bek Kanan Baru Jelang Deadline Transfer Januari 2026
Tapi, semua ketajaman itu nggak ngangkat prestasi tim.
Dua musim awal, Al Nassr cuma jadi runner-up.
Musim lalu malah turun ke peringkat tiga, ketinggalan 13 poin dari juara Al Ittihad.
Di kompetisi piala, nasibnya nggak jauh beda.
Al Nassr kalah di final Piala Raja lawan Al Hilal, lalu rontok di semifinal Liga Champions Asia.
BACA JUGA:Miliano Jonathans Gacor Bersama Excelsior, John Herdman Tonton Aksi Kevin Diks dan Dean James
BACA JUGA:Odegaard Pulang ke Bernabeu? Real Madrid Mulai Gerak, Arsenal Mulai Waspada
Satu-satunya trofi yang Ronaldo bawa pulang cuma Piala Champions Klub Arab 2023, dan itu jelas nggak cukup buat ambisinya.
Ironisnya, Cristiano Ronaldo cuma bisa jadi penonton waktu rival-rivalnya kayak Benzema dan Ruben Neves ngangkat trofi liga bareng klub mereka.
Investasi Nggak Merata ala PIF
Padahal Al Nassr masuk “Empat Besar” yang didanai PIF, bareng Al Hilal, Al Ahli, sama Al Ittihad, tapi tetap aja kayak paling apes di bursa transfer.
Lihat aja, Al Hilal terus bawa masuk pemain kelas dunia seperti Neymar, Mitrovic, Neves, Benzema, plus talenta muda kayak Mohamed Kader Meite.