BACA JUGA:BTN Tunjuk Nova Arianto Latih Timnas U-17 Lawan China, Kurniawan Jadi Asisten
BACA JUGA:4 Pemain Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026 Bikin John Herdman Putar Otak
Al Ahli punya Mahrez dan Firmino, dan Al Ittihad tidak mau kalah, mereka dapat Kante sama Fabinho.
Sementara itu, pemain yang sempat dikaitkan ke Al Nassr seperti Joao Felix atau Kingsley Coman nggak pernah benar-benar datang atau belum ngasih dampak penting.
Orang jadi makin yakin, PIF memang punya 'anak emas' yakni Al Hilal, klub tersukses di Arab Saudi dengan 19 gelar liga.
Deja Vu: Manchester United Lagi?
Banyak orang mulai teringat sama akhir kisah Ronaldo di Manchester United.
BACA JUGA:Negosiasi Kontrak Baru Dominik Szoboszlai di Liverpool Mandek? Fakta Baru Terungkap
BACA JUGA:Persib Bandung Usai Rekrut Kurzawa dan Dion, Kini Bidik Mauro Zijlstra?
Mrngutip Simon Stone dari BBC Sport, kepribadian Ronaldo memang bikin konflik begini susah dihindari.
"Fans Manchester United tahu banget, kalau Ronaldo udah ambil keputusan, dia nggak peduli konsekuensinya," tulis Stone.
Ronaldo cabut dari Old Trafford tahun 2022, habis terang-terangan mengkritik fasilitas klub sama manajer Erik ten Hag.
Itu jadi bukti dia tipe yang tegas, bahkan berani konfrontasi kalau udah nggak sreg.
Sekarang, di usia 40, dengan kontrak raksasa dan nama besar yang dipertaruhkan, langkah Ronaldo di tengah krisis Al Nassr bakal disorot semua orang.
BACA JUGA:Real Madrid Siapkan Skema Gila: Datangkan Bruno Fernandes, Jual Jude Bellingham?
BACA JUGA:Gaskeun! Maarten Paes Gabung Ajax, Kiper Timnas Indonesia Diumumkan Bela Klub Elite Belanda