JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan kasus siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tak bisa membeli buku dan alat tulis untuk belajar di sekolah harus menjadi pembelajaran.
“Kasus kematian anak di Kabupaten Ngada tersebut tentunya merupakan duka yang cukup memilukan dan harus menjadi pembelajaran,” kata Puan dalam keterangannya, 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Natal di Tengah Duka, Puan Maharani Mengajak Masyarakat untuk Empati Korban Bencana
Puan pun menilai, kebutuhan dasar anak yang tidak mampu terpenuhi ini menjadi sebuah teguran bagi Negara.
Puan menilai, program pendidikan dari Pemerintah tak cukup hanya dengan memberikan layanan sekolah gratis. Sebab kebutuhan penunjang sekolah seperti alat tulis bisa menjadi persoalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini,” imbuh Puan.
BACA JUGA:Puan Maharani Ungkap Alasan RI Belum Buka Bantuan Asing untuk Banjir Sumatera
“Sekolah harus bisa memetakan latar belakang anak didiknya, dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan,” lanjut Puan.
Sebelumnya, seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal gantung diri di pohon di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT pada Kamis, 29 Januari 2026.
Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi jasad siswa kelas IV SD itu.
BACA JUGA:RUU Perampasan Aset Mandek di DPR, Puan Maharani Ungkap Alasan Sebenarnya
Surat berbahasa daerah Bajawa itu ditulis oleh YBR dan ditujukan kepada ibunya.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki latar belakang peristiwa itu, termasuk dugaan kekecewaan korban yang tidak dibelikan peralatan tulis oleh ibunya karena terkendala ekonomi keluarga.