Mereka mengeluh, latihan rasanya masih seperti di tim Castilla.
Taktik tidak ada perubahan yang signifikan.
Sementara itu, Miguel Ángel Díaz dari Cadena COPE juga menyoroti masalah rotasi dan perubahan posisi pemain yang membuat suasana tidak nyaman.
BACA JUGA:Klopp ke Bernabeu? Isu Gantikan Xabi Alonso di Real Madrid Picu Komentar Eks Pelatih Liverpool
BACA JUGA:Xabi Alonso Curhat Usai Dipecat Real Madrid, Kehilangan Kendali Diruang Ganti
Fran García jadi contoh paling jelas.
Saking kecewanya, dia sempat berpikir membuat cabut dari klub.
Díaz menyoroti keputusan Real Madrid yang kembali memainkan Camavinga sebagai bek kiri, padahal ada dua bek kiri murni di bangku cadangan, Álvaro Carreras dan Fran García.
Kebijakan ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Ancelotti, dan sekarang diulangi lagi sama Arbeloa.
Gara-gara itu, Fran García hampir saja angkat kaki ke Bournemouth yang dilatih Andoni Iraola.
Apalagi menurut Díaz, transfernya hampir selesai.
Fran sudah pamitan ke teman-teman satu tim, tapi manajemen, khususnya Florentino Pérez mutuskan untuk memblokir kepindahannya.
BACA JUGA:Piala Super Spanyol 2026: Ini Jumlah Cuan Fantastis Barcelona Usai Kalahkan Real Madrid di Final
BACA JUGA:Bukan Sembarangan! Wonderkid Barcelona Promosi ke Tim Utama, Diberi Nomor Peninggalan Messi
Sekarang semua mata tertuju ke Arbeloa.
Kalau nanti ada pemain absen atau kena skorsing, misal Carreras tidak bisa main publik bakal lihat, Arbeloa tetap nekat pakai Camavinga di kiri atau akhirnya kasih kepercayaan ke Fran García di posisi aslinya.