Hari Tumpek Uye: Bimas Hindu Kemenag Tanam 14.580 Pohon dan Lepas Ribuan Burung

Hari Tumpek Uye: Bimas Hindu Kemenag Tanam 14.580 Pohon dan Lepas Ribuan Burung

Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija, di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Bogor-ist-

BOGOR, DISWAY.ID – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Bimas Hindu) Kementerian Agama menjadikan peringatan Tumpek Uye tahun ini sebagai momentum nyata penguatan ekoteologi.

Melalui tema "Green Dharma Bakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya", umat Hindu diajak memperkuat kesadaran spiritual dalam memuliakan satwa dan menjaga kelestarian alam.

"Tumpek Uye adalah momentum suci yang diperingati setiap 210 hari sekali untuk memuliakan hewan dan satwa yang tumbuh di atas bumi ini," ujar Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija, di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Bogor, Jumat (6/2/2026).

BACA JUGA:Dirut Bulog dan Menko Pangan Melaunching Serapan Gabah di Maros Sulsel, Topang Target 4 Juta Ton Setara Beras 2026

I Nengah menjelaskan bahwa Green Dharma merupakan bentuk implementasi dari kebijakan Kementerian Agama dan program Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Gerakan ini mengonversi ritual keagamaan menjadi aksi ekologis yang berdampak langsung pada lingkungan.

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan aksi serentak di seluruh Indonesia dengan angka yang fantastis.

 Total pohon ditanam yaitu sebanyak 14.580 pohon dan total satwa diilepasliarkan sebanyak 4.690 ekor burung.

Khusus di area Pura Gunung Salak, Bogor, umat Hindu menanam 1.200 pohon dan melepasliarkan 700 ekor burung sebagai simbol bakti kepada Ibu Pertiwi.

"Green Dharma bukan sekadar ritual, tetapi aksi nyata umat Hindu dalam merawat alam semesta, sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri," tegas Duija.

BACA JUGA:XPENG Indonesia Pamerkan AI Canggih dan Visi Mobilitas Masa Depan di IIMS 2026

Selain penanaman pohon, peringatan Tumpek Uye kali ini juga menghadirkan dua terobosan penting.

Pertama, Pilot Project Pengelolaan Sampah. Penyerahan mesin pengolah sampah organik untuk tempat ibadah. Tujuannya adalah menciptakan rumah ibadah yang ramah lingkungan dan sehat.

Kedua, Peluncuran Buku. Peluncuran buku berjudul "Ekoteologi Hindu: Dari Esoterik Menuju Eksoterik".

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads