Mensesneg juga menegaskan, aspek edukasi menjadi kunci yang tak terpisahkan.
Sampah yang diolah menjadi energi, misalnya, mensyaratkan proses pemilahan sejak dari sumber. Sampah organik dan non-organik tidak bisa dicampur begitu saja jika ingin menghasilkan energi secara efisien.
Tanpa pemahaman masyarakat, fasilitas secanggih apa pun berisiko tidak berfungsi optimal. “Penyelesaian sampah tidak sekadar membangun pengolahan, tapi juga edukasinya,” tegasnya.
BACA JUGA:Prabowo-Albanese Teken 'Perjanjian Jakarta 2026', Sepakati Traktat Keamanan hingga Investasi
Di titik inilah peran riset nasional menjadi krusial. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memandang persoalan sampah sebagai bagian dari agenda besar penguatan daya saing bangsa.
BRIN menekankan pentingnya kerangka riset inovasi jangka panjang yang mampu memandu arah industrialisasi Indonesia berbasis sains dan teknologi.
Pengelolaan sampah, dalam perspektif ini, tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan strategi pembangunan nasional.
Sebagai lembaga riset, BRIN memikul tanggung jawab untuk memprediksi teknologi apa yang akan relevan di masa depan.
Forecast riset ini menjadi penjabaran konkret dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Nasional (RPJMN dan RPJMP), termasuk dalam sektor lingkungan dan energi.
“Kita harus bisa memandu perjalanan industrialisasi Indonesia berdasarkan kekuatan sains, teknologi, dan riset,” ujar Kepala BRIN Prof. Arif Satria.
BACA JUGA:GAC E8 Resmi Diperkenalkan di IIMS 2026, Standar Baru Kenyamanan MPV Hybrid
Arif menyebut, BRIN bersama perguruan tinggi dan kementerian terkait tengah menyiapkan peta jalan riset nasional secara kolaboratif.
Peta jalan ini diharapkan mampu mengonsolidasikan berbagai kekuatan riset yang tersebar, sekaligus menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menambahkan bahwa penguasaan teknologi dalam pengelolaan limbah adalah cermin kemajuan sebuah bangsa.
Menurutnya, negara maju tidak hanya dinilai dari kekayaan sumber daya alam, tetapi dari kemampuan inovasi dan teknologinya.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan partisipasi publik, pengelolaan sampah diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar beban lingkungan menjadi sumber energi dan pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.