Guinness Patrick

Guinness Patrick

--

Selain Bahlil ada lagi orang hebat dari Fakfak: Patrick Winata –tidak ada hubungannya dengan konglomerat Tomy Winata. Patrick marga Huang. Tomy marga Guo.

Bahlil hebat karena bisa menjabat ketua umum Golkar dalam proses yang mencapai rekor tercepat di dunia.

Patrick hebat karena ini: menandai acara ulang tahun ke 40-nya dengan capaian gelar pemegang Guinness World Records.

Ketika ganti presiden –dari Jokowi ke Prabowo– Bahlil tetap jadi menteri ESDM. Patrick tetap di usaha lamanya: klinik kesehatan. Di Senayan, Jakarta.

Dua tokoh ini sangat bangga menyebut diri masing-masing sebagai ''Putra Fakfak", Papua.

Di hari ulang tahunnya itu Patrick bikin acara khusus: Proyek 24. Yakni bertinju di atas ring selama 24 jam.

Patrick berhasil mencapai puncak rekor lewat tinju. Bahlil mencapainya lewat silat –persilatan politik.

Patrick memang suka tinju sejak masih SD dan SMP –di Fakfak. Gara-garanya sederhana: sering jadi korban bullying. Kakeknya, kelahiran Fujian, bekerja sebagai nelayan di Fakfak.

Waktu kecil Patrick sering diancam-ancam. Ditantang berkelahi. Patrick jadi penakut. Takut kematian akan menimpa dirinya.

Di kelas akhir SMP itulah Patrick minta izin ke orang tuanya: ingin jadi pastor. Ia pun ingin masuk seminari menengah.

Orang tuanya bijak: tidak menentang keinginan sang anak. Toh empat anaknya laki-laki semua. Salah satu jadi pastor masih ada tiga.

Hanya saja sang ayah minta: masuk seminarinya setelah tamat SMA.

Patrick pun dikirim ke Jawa. Diikutkan pamannya. Di Tangerang. Di situ Patrick masuk SMA Santa Laurensia, Alam Sutera.

Di usia SMA itu Patrick menyadari: dunia ini ternyata luas. Maklum ia biasa di Fakfak. Yang tanah pergaulannya sangat sempit. Di depan rumahnya sudah laut. Di belakang rumahnya sudah gunung.

Patrick pun masuk Trisakti. Jurusan arsitektur. Ia berhasil jadi arsitek. Tapi hobi tinjunya terus berlanjut.

Tinju membuatnya sehat. Untuk bisa terus bertinju ia harus jaga badan: jaga makanan. Hati-hatinya amat disiplin. Setelah bangun pukul 07.00 ia minum kopi. Sarapannya telur empat butir: scramble. Lalu buah: pisang dan kurma. Atau anggur. Ia sangat suka anggur. Juga kiwi.

Makan siang Patrick juga monoton: biasanya daging ayam yang hanya direbus. Bagian dada. Dengan bumbu yang sangat ringan. Kalau toh berganti menu, ayam itu diganti ikan. Sejak kecil makanannya memang ikan –banyak ikan tongkol di Fakfak.

Selera makannya sudah terbentuk seperti itu. Tidak ada lagi selera lain. Soto, sate, gule, dan sebangsanya sudah tidak menarik air liurnya sama sekali.

Makan malam pun sudah tidak penting. Agar tetap bisa bertinju itulah yang terpenting. Untuk yang terpenting itu di ultah ke-40 1 November lalu ia mengadakan pertandingan tinju kelas dunia. Di BSD, Tangerang. Di arena tinju terkenal: QBIG.

Peserta pertandingan dibatasi. Yang boleh mendaftar hanya satu orang: ia sendiri. ''Lawannya''-lah yang banyak: enam orang. Semua pelatih tinju. Patrick lawan para pelatih itu. Secara bergantian. Terus menerus. Selama 24 jam.

Dimulainya tanggal 30 Oktober 2025, pukul 13.00. Diakhirinya 1 November 2025. Pada jam yang sama.

Sukses. Patrick dapat gelar juara dunia tinju 24 jam nonstop. Piagam Guinness World Records pun ia dapatkan. Itulah kado termahal di ultah ke-40-nya.


--

Itu juga kado yang penuh risiko. Istrinya, Fivi Ariyanti, menentang rencana capaian dunia itu. Ganti dia yang takut suaminyi mati.

Bertinju 24 jam tidak seperti bernyanyi 24 jam. Perlu ketahanan fisik yang lebih-lebih.

"Sepuluh menit terakhir semua badan saya seperti kram," ujar Patrick Minggu sore lalu. Hari itu saya berjanji bertemu Linda, tokoh wanita yang juga bangga menyebut diri Putri Fakfak. Patrick dan istri ternyata ikut datang bersama Linda.

Sepuluh menit terakhir itu, kata Patrick, praktis hanya satu tangan yang masih bisa terus meninju pertahanan pelatih. Tangan kirinya sudah total kram.

Pun kaki Patrick. Sudah tidak bisa digerakkan. Dua-duanya Sudah kram. Sudah seperti tinggal terpaku di lantai ring.

Kejujuran pertandingan itu dikontrol oleh dua kamera yang posisinya berlawanan. Termasuk merekam gerak digital perubahan waktu: apakah benar setiap ronde (tiga menit) Patrick melancarkan pukulan minimal 15 kali. Apakah benar satu rondenya berlangsung utuh tiga menit. Apakah benar istirahat di sela-sela ronde itu tidak lebih satu menit.

Pelaksanaannya persis seperti di pertandingan tinju sebenarnya. Ada lonceng yang dibunyikan wasit di akhir ronde. Lalu ada lonceng lagi untuk memulai ronde berikutnya.

Ada kursi di pojok ring agar petinju duduk di situ sebelum memulai ronde yang baru.

Satu pertandingan Patrick terdiri dari 12 ronde. Lalu istirahat 30 menit. Lalu bertanding lagi, 12 ronde. Begitu seterusnya. Sampai 24 jam. Asupan nutrisi dilakukan di saat istirahat 30 menit itu.

Selain diawasi dua kamera pertandingan itu juga disiarkan langsung: live streaming. Itu bukan live streaming biasa. Itu sekaligus donasi. Penonton bisa nyawer 24 jam di situ. Hasil saweran sepenuhnya untuk yayasan kanker anak-anak.

Ada satu rumah singgah untuk penderita kanker di Tangerang. Anak-anak desa yang sedang menjalani kemo bisa tinggal di situ –agar tidak wira-wiri ke desa mereka.

Rp 200 juta lebih uang yang terkumpul dari live streaming –sudah diserahkan sepenuhnya.

Tentu Anda bertanya: pada jam berapa Patrick merasa paling berat –termasuk dalam melawan kantuk?

Jawabnya, normal: sekitar pukul 02.00 - 03.00. Tapi Patrick punya cara mengatasinya. Berhari-hari sebelumnya ia berpesan kepada teman-teman terbaiknya: agar menonton pada jam-jam yang berat itu. Sekitar 15 teman memenuhi permintaan itu. Bahkan sebagian mereka menonton sampai pagi.

Kunci ketahanan Patrick datang dari persiapan yang baik: latihan berat selama empat bulan. Termasuk melakukan ''maraton'' di treadmill –42 km lengkap dengan tanjakan dan turunannya.

Dokter juga mengawasinya tanpa henti. Termasuk memeriksa detak jantungnya di setiap akhir ronde.

Begitu sukses mencapai 24 jam Patrick berendam di air dingin selama 30 menit. Ada fasilitas itu di QBIG. Lalu mandi dengan air normal.

Badan pun kembali segar. Ganti baju. Perayaan ulang tahun dilaksanakan. Para penderita kanker dari rumah singgah ikut hadir: hari itu ternyata juga ulang tahun rumah singgah tersebut.

"Sudah pernah bertemu Pak Bahlil?"

"Belum".

"Apa rencana Anda berikutnya?"

"Membuka klinik yang sama di Kemang dan PIK," katanya. "Lalu berikutnya lagi buka di Bali".(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan 7 Februari 2026 Berjudul Guinness Patrick

ra tepak pol

Alhamdulillah 'ala kulli haal ❤️❤️❤️ ☕️☕️☕️☕️☕️ ☝️⏱️☀️♻️ ngopi time sedulur perusuh. KOTAK KOSONG PODIUM 1 beberapa hari lagi dipersiapkan untuk apa adanya siapa saja yang berminat TETAP KOSONG... tombol SEND masih diutak atik atok utek AKTIF setelah terisi beberapa karakter.... maunya

siti asiyah

Agak kurang peduli dengan pusat NU.Terpenting kami yang dibawah selalu berbenah : 1.Mulai tahun 2025, Banser di kecamatan kami gak akan jaga gereja sebagai hasil program revitalisasi kami atas perannya untuk lebih siap siaga bencana, pam internal serta kerja - kerja sosial.Sebab jaga gereja bisa diframing berbeda dan bentuk kesadaran baru bahwa bila minoritas untuk ibadah kita jaga, artinya yang mayoritas tidak bisa menjamin keamanannya. 2.Fokus pergerakan anak muda NU untuk lebih peduli lingkungan dan situasi sosial skala lokal, lagi merancang bank sampah skala kecamatan sebagai sebagai kerja nyata berguna. So konflik adalah dinamika untuk dewasa, lebih penting untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan........................

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

100 TAHUN NU: HIJRIAH VS MASEHI Seratus tahun itu ternyata tidak satu rasa. Tergantung pakai kalender yang mana. NU merayakan dua-duanya. Versi Hijriah dan versi Masehi. Sama-sama 100 tahun. Tapi jumlah harinya beda lumayan jauh. Tahun Hijriah rata-rata 354 hari lebih sedikit. Tepatnya sekitar 354,37 hari. Kalau dikali 100, totalnya kira-kira 35.437 hari. Sementara tahun Masehi rata-rata 365,24 hari. Dikalikan 100 jadi sekitar 36.524 hari. Selisihnya? Sekitar 1.087 hari. Hampir tiga tahun kalender Masehi. Jadi wajar kalau ultah versi Hijriah datang lebih dulu. Bukan NU yang buru-buru. Memang kalendernya yang larinya lebih cepat. Ini seperti dua arloji. Sama-sama mahal. Sama-sama asli. Tapi satu pakai waktu bulan, satu pakai waktu matahari. Dua-duanya sah. Dua-duanya punya dasar ilmiah dan tradisi panjang. Buat warga NU sih sederhana. Tambah satu peringatan, tambah satu doa. Tambah satu acara, tambah satu berkah. Yang pusing menghitung hari biasanya bukan jamaah. Tapi yang sibuk menghitung momentum politiknya. NU mah santai. Waktunya saja yang beda, tujuannya tetap sama.

Murid SD Internasional

Kalau saya pribadi sudah nyaris hopeless dengan fakta bahwa dalam rentang 25 tahun terakhir dari data yang saya dapat, orang Indonesia masih tidak bisa membedakan apa itu prefiks dan apa itu preposisi. Entah bagaimana concern pihak Kemendikbudristek terkait hal kecil tapi luar biasa penting ini. _

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Saat banyak orang euforia akan islah PBNU akhir Desember lalu, saya sudah menulis bahwa itu bukan islah yang sesungguhnya. Itu hanyalah kesepakatan bahwa perselisihan akan dituntaskan "di atas ring" yaitu di muktamar tahun ini Dengan bertanding "di atas ring", maka hasilnya jadi resmi. Luka karena bertinju di atas ring juga lebih cepat disembuhkan. Yang jelas, muktamar NU tahun ini akan sangat seru karena didasari perpecahan 2 kubu. Bahkan peringatan Harlah 100 tahun saja kedua kubu itu bikin sendiri-sendiri. Saya sudah mengira bahwa sejak islah akhir Desember lalu hingga nanti Muktamar, akan terjadi gerilya besar-besaran di tingkat bawah. Umat akan terus digiring untuk "memilih" kubu siapa. Dan itu tercermin dari 2 peringatan Harlah saat ini. Kedua kubu punya "pesta ulang tahun" sendiri-sendiri. Pemerintah yang biasa kasih kado, juga bingung mau datang ke pesta yang mana. Di pesta kubu Gus Yahya, Menteri Agama hadir. Sedangkan di pesta kubu Kiai Akhyar besok pagi, Presiden rencananya akan hadir. Entah Menteri Agama kemarin kasih kado apa ke Gus Yahya. Dan entah Presiden bakal kasih kado apa ke Kiai Akhyar besok pagi.

Jokosp Sp

Gus.....kenapa anda termasuk Kiai yang hanya sebagian kecil yang membela atau memuji orang miskin?. Sedang saya, sekali beramal saja bisa satu sampai sepuluh milyar. Jauh lebih banyak dari mereka (terlihat membusung dadanya). Akhirnya saya menjawab : "Orang msikin memberi 50 ribu itu taruhannya nyawa anak dan keluarganya. 50 ribu itu sangat berarti dan berharga. Bisa untuk makan satu keluarga satu hari. Untuk tidak makan maka mereka bisa mati". "Dramatis mana antara yang kaya raya, milyader dengan yang miskin tadi, yang hanya bisa menyumbang 50 ribu?". "Itu yang akhirnya ketika sudah jadi pemimpin. Yang dipercaya memimpin umat, yang mengaku ketua organisasi umat, kalau sudah duduk pada lupa dengan umatnya yang miskin. Lupa dengan tujuan awalnya. Lupa dengan mandat yang diberikan. Apalagi yang sudah mau ditelikung oleh kekuasaan dengan mukhadaroh (ijon). Akhirnya umatlah yang jadi korban perpecahan itu. Pemimpinnya sudah tidak bisa mengelak karena sudah ada tekanan besar dari para pengijon itu. Akhirnya para pemimpin itu tidak mau akur. Masing-masing cari kebenarannya sendiri untuk diri sendiri".

Milyarder Setia

Yang benar itu HUT ke 100 atau HUT ke 100 tahun? Kalau namanya HUT= Hari Ulang Tahun, mestinya disebut ke 100 saja sudah cukup. Kalau HUT ke 100 tahun apakah bukan berarti 100 x 365 hari? Namanya HUT, ya orang sudah tahu ulang tahun, kalo maksudnya ke 100 tapi ditulis ke 100 tahun maka akan mubazir penyebutannya, dan bikin rancu, maksudnya HUT ke 100 atau ke 100 tahun? ????????

Juve Zhang

Pertarungan show of force sudah dimulai....semakin meriah semakin menunjukkan This is my power....do you dare to challenge me??? itu umum dalam pertandingan memperebutkan harta Karun eh suara umat....suara umat identik dengan harta Karun....semakin banyak suara umat semakin meyakinkan harta Karun akan jatuh dalam pelukan ku.....tentu suara umat tidak diganti dengan ucapan terimakasih tentu harus ada daun pisang yg berangka yg menarik minat memilih....dan konon pertarungan Akbar seratus tahun sekali sudah ditetapkan jadwalnya tahun ini....om BeTe paling sibuk nebang pohon pisang manggala supaya daunnya bisa dibagikan ke pertarungan Akbar nanti....ini sangat menarik bagi pengamat pertarungan baik di Disway maupun di forum lain ....mari kita no bar pertarungan Akbar seratus tahun sekali ini....

Jokosp Sp

Lawakan khas Madura sering menggunakan satir tajam tentang kisruh di tubuh NU. Dalam sindiran falakiyah : tokoh Madura sempat mempertanyakan PBNU, "kalau kalendernya sama dengan Muhamadiyah, apa gunanya ada PBNU?. Cukup pakai satu kalendar saja". Analogi karapan sapi : "Kegaduhan di PBNU sering dibanding-bandingkan dengan karapan sapi. Jika joki dan sapinya tidak seirama, maka gerakannya kacau dan memalukan". Kemudian sentiman pesantren : "Para Kiai pesantren sering menekankan pentingnya menjaga ukhuwah nahdliyyah (persaudaraan NU), sambil menyindir pengurus pusat yang dianggap "kurang ngaji" di tengah banyaknya konflik internal". Meskipun memanas, pendekatan Madura biasanya berakhir dengan kepasrahan kepada sesepuh (masyayikh) ulama sepuh untuk menyelesaikannya. #Mator sakalangkong.....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMORNING – 7 FEBRUARI 2026.. Pagi ini pak Dahlan ditemani Sasa. Tamu spesialnya Kiai Masruri, ketua panitia puncak Harlah 1 Abad NU versi Masehi di Malang. Sapaan dibuka hangat. Penuh hormat. Penuh rasa syukur karena NU sampai di umur seabad dengan napas yang masih panjang. Obrolan langsung ke inti. Acara di Stadion Gajayana diprediksi dihadiri lebih dari 100 ribu orang. Presiden dan para menteri dijadwalkan hadir. Tapi yang paling menyentuh justru cerita di luar panggung. Gereja-gereja sekitar stadion menunda misa pagi. Mereka menyiapkan tempat wudu, tempat salat, makanan, bahkan layanan kesehatan. Muhammadiyah ikut membuka dapur umum. Toleransi tidak pidato. Toleransi jadi tindakan. Kiai Masruri menekankan satu hal penting. NU besar bukan hanya karena organisasi. Tapi karena silaturahmi. Karena spiritualitas. Karena khidmat melayani umat. Anak-anak muda dilibatkan penuh. IPNU, IPPNU, Banser. Mereka bukan penonton. Mereka pelaku sejarah. Di ujung acara, terasa satu nada yang sama. Bangga. Haru. Dan harapan agar kerukunan di luar NU juga subur di dalam NU sendiri. Sebuah doa halus. Tanpa menggurui. Tapi mengena

Udin Salemo

untuk kesehatan saya belajar dari teman dan boss. sekarang saya sedikit selektif untuk makanan. makan masakan ayam broiler saja saya paling banter 1x sebulan. lebih banyak makan ikan teri dan ikan laut lainnya. makan sayuran dan buah-buahan juga harus diperbanyak. olahraga? olahraga saat ini hanya ngaduk semen, hahaha...

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Juve. Ada yang belum saya ceritakan.. Waktu SD saya tidak pernah bayar uang POMG. Bukan tidak mau. Tidak mampu. Akhirnya yang menutup biasanya guru. Kadang teman-teman urunan. Saya jadi murid yang sekolah tapi tidak pegang rapor. Enam tahun begitu. Naik kelas tanpa pernah membawa pulang buku nilai. Rasanya campur aduk. Malu ada. Tapi lebih banyak diam. Masuk SMP, cobaan belum selesai. Kelas dua, Bapak meninggal. Uang sumbangan duka itu yang dipakai bayar SPP. Dua tahun lunas dari uang sumbangan meninggqlnya bapak. Seperti menukar kehilangan dengan lembar kuitansi. Tapi sekolah harus lanjut. Hidup tidak memberi pilihan jeda. Baru kelas tiga SMP saya bisa bayar sendiri. Dari honor kecil. Tidak besar, tapi rasanya besar sekali. Untuk pertama kalinya sekolah terasa berdiri di kaki sendiri. Uang sedikit itu bukan sekadar SPP. Itu harga diri yang mulai kembali.

yea aina

Rasanya ormas keagamaan yang satu itu, sedang "diperebutkan", sebagai calon kuda tunggangan lagi. Nanti di tahun 2029. Anda semua sudah tahu, jelang pemilu 2024, ada kenangan politik dan ekonomi bagi NU. Arahan terselubung "Menek kates tumpakno jaran" itu, seperti surat perjanjian lisan. Bahwa penawaran konsesi (TBB) tambang batu bara, siap diterima dengan lapang dada. Selanjutnya akan "dibarter" dengan suara pemilih jamaah. Ormas keagamaan terbesar di sini. Ternyata untuk "mencairkan" konsesi TBB masih diperebutkan lagi. Dua hopeng. Lurah lawas versus lurah yang menjabat. Kecenderungan politik itu akan memecah belah. Pun bagi ormas keagamaan yang sudah "tergadai" secara politik. Akan sulit untuk dipersatukan lagi.

Johannes Kitono

Angle Bali. Orangnya cantik dan supel. Kutilang asli Bali tapi lahir di Kendari. Orang tua asal Badung transmigrasi kesana. Angle nama asli Nih luh Komang tapi kuliah di Muhamadiyah pakai Jilbab. Lulus S 1 Ekonomi managemen langsung kerja di BRI. Bagian Finance merangkap marketing. Nasabah banyak sering ajak ngopi tapi tidak closing. Punya pengalaman kerja di Tambang Nikel. Sewa tongkang dan tug boat. Bozzznya kena tipu calo. Sudah kasih DP kok nikelnya tidak dimuat. Angle minta resign ogah jadi urusan polisi. Langsung ke Jakarta kursus beautica. Punya cita cita jadi pakar dan bisnis alat kecantikan. Sering jadi juru hias selebriti. Enak ngobrol sama Angle yang banyak pengalaman. Hobby ke Gym untuk naikkan nafsu makan. Pengin tambah 2 kg di khususnya bagian dada dan bokong. Tiap tambah sexy dan montok katanya. Dicari investor yang tertarik bisnis Beautica. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Gregorius Indiarto

Tanggal 31 pesta. Seminggu kemudian pesta lagi, dengan tema yang sama, ulang tahun. Seandainya pesta pernikahan, pesta kedua sering disebut ngunduh mantu. Meriahnya pesta tergantung siapa yang mengundang. Tergantung tempat dan pasti juga modal. Pesta besar, modal besar. Jangan menghubungkan pesta pesta itu dengan ujung tambang (yang menjerat) itu. Met siang, salam sehat, damai dan bahagia.

Bahtiar HS

Mujahadah Akbar atau Mujahadah Kubro sih Bah? Keduanya berasal dari asal kata yg sama: kabura. Akbar adalah bentuk isim tafdhil (superlatif) utk mudzakkar (maskulin). Bermakna lebih besar atau paling besar. Sedangkan kubra superlatif utk muannats (feminin). Ini tergantung kata depannya apa. Mujahadah itu muannats. Maka kata ikutannya mestinya juga muannats. Jadi sdh benar judul ultah di atas. Mujahadah Kubra. Sementara Abah nyebutnya Mujahadah Akbar. Kalau yg ini: mukanya feminin tp belakangnya maskulin. Hmmm... Apaan tuh?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 113

  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • David Kurniawan
    David Kurniawan
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • dinar melayani
    dinar melayani
  • DeniK
    DeniK
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • DeniK
      DeniK
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Nusantara Hijau
      Nusantara Hijau
  • Sugi
    Sugi
  • Ciga Sama
    Ciga Sama
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Liam Then
    Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Em Ha
      Em Ha
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Mujiburohman Abas
    Mujiburohman Abas
  • Gusti Mboten Sare
    Gusti Mboten Sare
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
    • Tiga Pelita Berlian
      Tiga Pelita Berlian
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • alasroban
    alasroban
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • DeniK
    DeniK
    • Liam Then
      Liam Then
  • satria tomat
    satria tomat
  • satria tomat
    satria tomat
  • satria tomat
    satria tomat
  • satria tomat
    satria tomat
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • ra tepak pol
      ra tepak pol