Seksi 2 Tol Serang-Panimbang Siap Dibuka Fungsional Gratis Saat Mudik Lebaran 2026

Senin 09-02-2026,12:04 WIB
Reporter : Aldi Setiawan - Banten Raya
Editor : Khomsurijal W

LEBAK, DISWAY.ID-- Kabar gembira bagi calon pemudik yang akan menuju wilayah Banten Selatan. PT Wika Serang-Panimbang berencana membuka secara fungsional Tol Serang-Panimbang (Serpan) Seksi 2 ruas Rangkasbitung-Cileles secara gratis pada arus mudik Lebaran tahun 2026.

Manajer Bidang Pengembangan Sistem dan Usaha PT Wika Serang-Panimbang, Muhammad Albagir, mengungkapkan bahwa rencana ini tinggal menunggu keputusan akhir dan verifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Dalam satu hingga dua minggu ke depan, kementerian dijadwalkan melakukan visit untuk memverifikasi kesiapan Seksi 2 menjelang arus mudik Lebaran 2026," ujar Albagir, Minggu (8/2/2026).

BACA JUGA:Pramono Soroti Rencana Prabowo Bangun Gedung MUI 40 Lantai di Kawasan Cagar Budaya Bundaran HI

Saat ini, pembangunan jalan tol sepanjang 24,17 kilometer tersebut sudah memasuki tahap akhir.

"Untuk Seksi 2, progresnya sudah mencapai 96,78 persen. Capaian itulah yang mendasari rencana kami agar jalur ini bisa dibuka fungsional untuk membantu kelancaran mudik nanti," tambahnya.

Kehadiran tol ini diharapkan menjadi solusi bagi kemacetan di jalur arteri yang selama ini menjadi akses utama menuju Banten Selatan.

Dengan dibukanya ruas Rangkasbitung-Cileles, waktu perjalanan pengendara dipastikan akan terpangkas signifikan.

Guna menjamin kenyamanan pengguna jalan selama periode Ramadan dan Idulfitri, pengelola tol telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, antara lain:

  • Perbaikan Jalan: Peningkatan kualitas jalan di titik-titik yang bergelombang.
  • Fasilitas Keselamatan: Penyiapan posko keamanan dan keselamatan.
  • Layanan 24 Jam: Penambahan personel untuk pelayanan penuh tujuh hari dalam seminggu.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai tarif Tol Serang-Panimbang yang dianggap tinggi, Albagir menjelaskan bahwa penetapan biaya tersebut didasarkan pada biaya investasi konstruksi, biaya operasional kendaraan, serta kemampuan bayar pengguna.

BACA JUGA:Kabar Baik Bagi Pemudik! Kemenhub Sediakan Ratusan Bus Mudik Gratis 2026 ke Jawa hingga Sumatera

Ia menekankan perbedaan biaya konstruksi tol era 2017 dengan tol lama seperti Jagorawi (era 1980-an) sangat dipengaruhi oleh inflasi dan teknologi pembangunan.

"Perbedaan dampak inflasi tentu signifikan, ini yang perlu dipahami masyarakat," tuturnya.

Saat ini, volume kendaraan harian di Tol Serang-Panimbang berkisar antara 5.000 hingga 6.000 kendaraan.

Namun, pada momen libur panjang seperti Lebaran, trafik diprediksi melonjak tajam hingga belasan ribu kendaraan per hari, mengingat tol ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata di Banten Selatan.

Kategori :