Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Terjual 435.708 Tiket, Ini Daerah Terbanyak yang Dituju
KAI mengimbau pelanggan yang belum memperoleh tiket pada tanggal atau relasi yang diinginkan untuk terus memantau pembukaan penjualan tiket berikutnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa penjualan tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga saat ini, minat masyarakat terhadap layanan kereta api pada periode mudik terus bergerak naik seiring dibukanya penjualan tiket secara bertahap.
BACA JUGA:Anak Buah Kena OTT di Banjarmasin, Purbaya Tak Akan Intervensi Hukum
BACA JUGA:JakLingko Tabrakan dengan Motor dan di Andara, Satu Orang Tewas
Dalam pengaturan Angkutan Lebaran 2026, penjualan tiket dilakukan mengikuti skema H-45 sebelum tanggal keberangkatan.
Melalui skema ini, pemesanan tiket telah dibuka secara bertahap untuk keberangkatan mulai H-3, H-2, H-1, hingga H1 Lebaran, sehingga masyarakat memiliki ruang yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan sejak dini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa hingga 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, animo pelanggan terhadap kereta api reguler pada periode puncak arus mudik terus menunjukkan tren peningkatan.
BACA JUGA:6 Sentra Genteng di Indonesia, Geliat Industri di Tengah Proyek Gentengisasi Prabowo
BACA JUGA:Sehari Dua OTT di Pajak dan Bea Cukai, Purbaya: Kalau Salah Harus Ditindak
Pada tanggal keberangkatan H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, tiket yang telah terjual mencapai 56.685 tiket.
Penjualan tiket H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 tercatat sebanyak 58.759 tiket. Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, tiket yang terjual mencapai 45.002 tiket, sedangkan pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026 tercatat 33.736 tiket telah dipesan.
Berdasarkan data tersebut, H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi tanggal keberangkatan yang paling diminati pelanggan.
Pola ini mencerminkan kecenderungan masyarakat memilih waktu mudik lebih awal guna mengatur perjalanan dengan lebih nyaman.
Penerapan skema penjualan bertahap H-45 juga mendukung pengelolaan arus penumpang yang lebih seimbang, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan tanggal dan relasi perjalanan sesuai kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: