Menanggapi hal itu, para kepala daerah di wilayah Madiun Raya mulai memamerkan kesiapan potensi daerah masing-masing:
Kota Madiun
BACA JUGA:Kemensos Dukung Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Nias Utara
BACA JUGA:KPK Soroti Dugaan Pelanggaran Pemeriksaan WNA Singapura
- Plt Walikota Bagus Panuntun telah menyiapkan aplikasi 'Kudalumping' untuk mempercepat dan memantau pelaksanaan program agar lebih transparan.
Kabupaten Magetan:
- Wakil Bupati Suyatni Priasmoro menyatakan kesiapan pasokan pangan. Saat ini, Magetan mengalami surplus telur sebanyak 60 ribu ton, ditambah ketersediaan sayuran seperti buncis dan wortel yang melimpah.
Kabupaten Ngawi:
- Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko menonjolkan sektor beras. Ngawi kini tengah mengembangkan padi organik tanpa pupuk kimia untuk menjamin kualitas gizi yang lebih baik bagi penerima manfaat.
BACA JUGA:Pelatihan Observasi Hilal Dibuka, Kemenag Ajak Konten Kreator dan Influencer Kuasai Hisab Rukyat
BACA JUGA:Nasib Lebih Jelas, GTK Madrasah Ungkap Rencana Kesejahteraan Guru Non-ASN
Melalui sinergi antar-daerah ini, pemerintah optimistis program Makan Bergizi Gratis tidak hanya akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi lokal di Jawa Timur.