Data CIES Bongkar Klub dengan Saldo Transfer Terburuk, Inggris Dominan!

Kamis 12-02-2026,10:21 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Selain dominasi Liga Premier, laporan CIES Football Observatory juga menyoroti kemunculan Liga Pro Saudi dalam pasar transfer internasional.

Empat klub Arab Saudi yakni Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Ittihad, dan Al-Ahli masuk dalam 20 besar saldo transfer negatif.

Al-Hilal bahkan menempati posisi kelima dengan defisit -€700 juta.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana Liga Pro Saudi kini menjadi pemain utama dalam peta ekonomi sepak bola global.

PSG dan Marseille Wakili Prancis

Dari Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain mencatat saldo transfer negatif sebesar -€499 juta. PSG tetap konsisten sebagai salah satu klub dengan belanja terbesar di Eropa.

Olympique de Marseille juga masuk daftar dengan defisit -€236 juta. Akan tetapi, investasi besar tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan raihan trofi dalam lima musim terakhir.

Italia dan Spanyol Minim Wakil

Italia hanya diwakili Como 1907 dengan saldo transfer negatif -€249 juta. Klub yang promosi ke Serie A tersebut melakukan investasi signifikan demi memperkuat skuad.

Sementara itu, Spanyol relatif lebih terkendali dalam hal belanja pemain. Atletico Madrid (-€297 juta) dan Real Madrid (-€279 juta) memang masuk daftar, tetapi angkanya masih jauh di bawah klub-klub Liga Premier Inggris.

BACA JUGA:Arsenal dan Chelsea Panaskan Bursa Transfer, Incar Gelandang Putra Legenda Inter Milan

Daftar 20 Klub dengan Saldo Transfer Negatif Terbesar (5 Musim)

  • Chelsea (Inggris) -€883 juta
  • Manchester United (Inggris) -€859 juta
  • Arsenal (Inggris) -€814 juta
  • Tottenham Hotspur (Inggris) -€717 juta
  • Al-Hilal (Arab Saudi) -€700 juta
  • Newcastle United (Inggris) -€554 juta
  • Paris Saint-Germain (Prancis) -€499 juta
  • Nottingham Forest (Inggris) -€493 juta
  • Liverpool (Inggris) -€474 juta
  • West Ham United (Inggris) -€435 juta
  • Al-Nassr (Arab Saudi) -€430 juta
  • Al-Ittihad (Arab Saudi) -€374 juta
  • Al-Ahli (Arab Saudi) -€348 juta
  • Atletico Madrid (Spanyol) -€297 juta
  • Crystal Palace (Inggris) -€296 juta
  • Real Madrid (Spanyol) -€279 juta
  • Manchester City (Inggris) -€271 juta
  • Galatasaray (Turki) -€256 juta
  • Como 1907 (Italia) -€249 juta
  • Olympique de Marseille (Prancis) -€236 juta

Laporan CIES Football Observatory ini mempertegas bagaimana Liga Premier tetap menjadi pusat kekuatan ekonomi sepak bola dunia, sementara Liga Pro Saudi muncul sebagai pesaing baru dalam dinamika transfer global.

Kategori :