Pemprov DKI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan monitoring rutin harga dan ketersediaan pangan, dan pengawasan keamanan pangan.
Sejumlah langkah lain disiapkan, seperti bazar murah, pangan subsidi bagi kelompok tertentu, kampanye belanja bijak untuk mencegah panic buying, serta penguatan program urban farming.
BACA JUGA:Daftar 11 Titik Pemberhentian TransJabodetabek Rute Cawang-Cikarang yang Resmi Mengaspal
BACA JUGA:Ikan di Sungai Cisadane Mati Tercemar Pestisida, Warga: Kucing Sampai Gak Doyan!
Untuk komoditas beras, total stok tercatat mencapai 182.172 ton yang tersebar di Pasar Induk Beras Cipinang, Food Station, Bulog, dan Pasar Jaya.
Sementara untuk daging sapi, ayam, dan ikan, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan dalam kondisi aman hingga Idulfitri.
Minyak goreng, gula, telur, cabai, serta bawang merah dan putih juga telah dipersiapkan sesuai proyeksi peningkatan kebutuhan.
Meski pangan tercukupi, kesiapan stok kuga harus dibarengi pengawasan berkelanjutan mengingat dinamika ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu.
Uus berharap, dengan konsolidasi BUMD pangan dan langkah antisipatif TPID, pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
BACA JUGA:Food Station Gandeng Daerah untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Jakarta Jelang Ramadan-Idul Fitri
BACA JUGA:Gawat! Ikan Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Dikonsumsi Warga Malah Bikin Pusing
Ini sekaligus memastikan inflasi daerah tetap terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kalau berdasarkan terakhir kemarin yang diberi Pak Gubernur, bahwa untuk pertemuan ekonomi di Jakarta ini, melebihi dari pertumbuhan ekonomi nasional, 5,21 persen, ini sudah barang tentu situasi kondisi yang menjadi pertanda, bahwa Pemprov Jakarta serius bagaimana untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi di Jakarta," pungkasnya.
Sementara itu Dirut Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman, mengeklaim berhasil meredam potensi mogok pedagang daging sapi di pasar-pasar Jakarta.
Kata dia, pihaknua bergerak cepat ketika muncul rencana aksi mogok berjualan daging sapi yang berpotensi mengganggu distribusi.
"Alhamdulillah, saat ada rencana mogok berjualan daging sapi, kami bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tidak berlarut-larut," ucap Raditya.