Harga ini lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang berada dikisaran Rp139.500 hingga Rp140 ribu per Kg.
"Prinsipnya, kami ingin memberikan harga terbaik bagi masyarakat Jakarta," ujarnya.
BACA JUGA:Bahlil Pastikan BBM RON 92, 98 dan Solar Aman, Izin Impor Shell Masih Diproses
Selain menjaga stok dan harga, Dharma Jaya juga memperkuat infrastruktur penyimpanan dagung untuk mendukung stabilisasi pasokan.
Saat ini perusahaan memiliki fasilitas cold storage yang berkapasitas hingga 800 ton di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Kapasitas tersebut akan ditingkatkan dengan pembangunan gudang pendingin baru yang memiliki kapasitas 5.000 ton.
Dharma Jaya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta importir dan pelaku usaha untuk menjaga kesetabilan harga daging.
"Prinsipnya, kami siap mendukung stabilitas pangan di Jakarta," tandasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, menjaga stok pangan pokok merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah daerah.
Terutama lanjut Uus untuk komoditas pangan strategis seperti daging sapi, daging ayam, telur, dan bahan pangan lainnya yang mengalami peningkatan permintaan saat Ramadan dan Lebaran.
Berdasarkan laporan dan prediksi Pemprov DKI, kebutuhan pangan menjelang Ramadan meningkat, dengan kenaikan terbesar pada komoditas telur sebesar 7,5 persen, disusul daging sapi dan kerbau 3,57 persen.
BACA JUGA:Soroti Trotoar Dikuasai Parkir Liar dan PKL, Rano: Itulah Uniknya Jakarta
Sementara menjelang Idul Fitri, kebutuhan telur ayam diprediksi meningkat hingga 17,20 persen, dan daging ayam 10,77 persen.
Uus memastikan stok daging sapi dan ayam tercukupi hingga Idul Fitri.
"Untuk stok daging sapi, insyaallah aman. Ketersediaannya diperkirakan cukup sampai selesai Idul Fitri," ujarnya.
Perumda Dharma Jaya sebagai BUMD yang mendapat penugasan di sektor daging dan protein hewani melaporkan ketersediaan daging sapi sebanyak 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi hidup sebanyak 1.010 ekor.