JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto memastikan APBN Indonesia tidak mengalami defisit lebih dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal itu ia tegaskan dalam peresmian SPPG di Polsek Palmerah, Jumat, 13 Februari 2026.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, 3 persen dari PDB,” ujar Prabowo.
BACA JUGA:Rute Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026, Pendaftaran Dibuka 22 Februari
BACA JUGA:Menteri Agama Titip Harapan, Ramadan Perkuat Spirit Kebaikan di Lingkungan PNM
Meski demikian, Ia berkomitmen untuk dapat menekan defisit lebih rendah lagi, meski menyadari target tersebut tidak mudah dicapai.
“Saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ. Bahkan cita-cita kita adalah harus kita punya cita-cita, harus kita punya target,” tuturnya.
Meski sulit dicapai, ia mengatakan pemerintah akan berani mengungpayakan pengurangan defisit.
Sebab, lanjut dia, Indonesia bukan bangsa yang menyerah.
“Walaupun target itu sulit dikendalikan atau sulit dicapai, kita harus berani. Kita harus menjadi bangsa yang berani, bukan bangsa yang menyerah, bukan bangsa yang kalah sebelum perjuangan,” sambung Prabowo.
BACA JUGA:Tingkat Keracunan MBG di Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa
BACA JUGA:Dapat Kaos dari Presiden Prabowo, Pelajar SMPN 16 Jaksel Ngaku Senang Bukan Kepayang
Mantan Menteri Pertahanan ini mengaku telah mempelajari kebocoran.
Untuk itu, Prabowo berkomitmen untuk menyelamatkan kekayaan negara.
"Saya telah mempelajari setelah saya menjabat, masih terlalu banyak kebocoran, masih terlalu banyak penghamburan. Saya ingin tertibkan birokrasi kita. Saya ingin menyelamatkan kekayaan negara. Saya ingin menyelamatkan aset-aset negara. Ini terus kita kerjakan, terus kita kerjakan," imbuhnya.