Tingkat Keracunan MBG di Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa
Presiden Prabowo dalam peresmian SPPG Palmerah, Jumat, 13 Februari 2026.-Anisha Aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengklaim tingkat keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia lebih baik dari Jepang dan Eropa.
Mulanya, ia mengklaim tingkat keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 99,9994 persen, meski terdapat laporan gangguan kesehatan pada sebagian kecil penerima manfaat.
"Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28.000 penerima manfaat yang mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28.000 dari 4,5 miliar. Kalau tidak salah itu adalah 0,0006. 0,0006. Artinya 99,9994," kata Prabowo dalam peresmian SPPG Palmerah, Jumat, 13 Februari 2026.
BACA JUGA:Dapat Kaos dari Presiden Prabowo, Pelajar SMPN 16 Jaksel Ngaku Senang Bukan Kepayang
Menurutnya, secara statistik capaian tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Ia menegaskan hampir tidak ada program manusia yang mampu mencapai keberhasilan 100 persen.
"Itu kalau statistik ya, itu kan dibulatkan ke atas. Berarti apa? 99,999 itu berhasil itu. Iya kan? Di mana ada usaha manusia yang 100%? Ada, tapi tidak gampang dicapai," imbuhnya.
Selanjutnya, Prabowo menjelaskan bahwa dirinya juga mendapat laporan statistik sampai hari ini.
Laporan itu, kata Prabowo, menunjukkan statistik Indonesia yang lebih baik dari Jepang dan Eropa.
"Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa," tuturnya.
BACA JUGA:MBG Disebut Habiskan Anggaran, Prabowo Bandingkan dengan Budaya Rapat dan Seminar di Hotel
Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar jajaran tidak sombong atas capaian tersebut.
“Jangan kita sombong, jangan petentang-petenteng. Kesombongan adalah awal kehancuran. Semakin berisi semakin menunduk, itu ilmu padi nenek moyang kita,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: