Kisah Yopanda, Petani Jebolan Paket C yang Belajar Komputer hingga Kini Jadi Supervisor

Senin 17-08-2026,23:42 WIB
Kisah Yopanda, Petani Jebolan Paket C yang Belajar Komputer hingga Kini Jadi Supervisor

Kini, Yopanda telah bekerja di Pabrik AQUA Tanggamus selama satu dekade sebagai supervisor.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Kisah Yopanda menjadi bukti bahwa keterbatasan pendidikan bukan akhir dari perjalanan untuk berkembang.

Berawal dari seorang petani yang belum memiliki ijazah setara SMA, Yopanda berani kembali belajar melalui program Paket C demi menambah pengetahuan, termasuk keinginannya menguasai komputer.

Kini, setelah melewati proses belajar sambil bekerja, ia berhasil berkembang menjadi supervisor di lingkungan industri.

Perjalanannya dari petani menjadi bagian dari industri modern adalah cerminan kecil dari semangat besar Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia: kesempatan yang semakin terbuka bagi siapa saja untuk tumbuh dan mandiri.

Sejak mulai beroperasi pada April 2016, Pabrik AQUA Tanggamus berkomitmen untuk memprioritaskan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tenaga kerjanya.

BACA JUGA:Fakta-Fakta Sidang Perkara Dokter Tifa Terkait Ijazah Jokowi Dihentikan Hakim

Alih-alih merekrut dari luar daerah, perusahaan memilih untuk membekali warga sekitar, yang sebelumnya banyak menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan pekerjaan informal, dengan pelatihan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkarya di lingkungan industri.

Pendekatan ini membuka akses yang lebih setara terhadap keterampilan, pendidikan, serta kesempatan untuk berkembang bagi masyarakat sekitar pabrik.

Komposisi tersebut tidak tercipta secara instan.

BACA JUGA:Dokter Tifa Jalani Sidang Lanjutan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Kasih Dukungan: Moga-moga Lancar!

Pada tahun pertama operasional, perusahaan membuka berbagai pelatihan bagi warga sekitar yang sebagian besar sebelumnya berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Mereka diperkenalkan dengan dunia manufaktur, mulai dari dasar-dasar keselamatan kerja hingga keterampilan teknis di lini produksi.

“Bagi kami, membangun pabrik berarti juga membangun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, sejak awal kami berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal, dan hari ini mayoritas karyawan kami adalah putra-putri daerah yang tumbuh bersama Pabrik AQUA Tanggamus,” ujar Teguh Santoso, Kepala Pabrik AQUA Tanggamus.

Kesempatan tersebut diberikan tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun usia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: