Kisah Yopanda, Petani Jebolan Paket C yang Belajar Komputer hingga Kini Jadi Supervisor
Kini, Yopanda telah bekerja di Pabrik AQUA Tanggamus selama satu dekade sebagai supervisor.--istimewa
Masyarakat yang telah berusia lebih matang tetap didampingi melalui berbagai pelatihan keterampilan teknis, seperti pengelasan (welding) dan kompetensi operasional lainnya — termasuk mereka yang sebelumnya belum pernah bekerja di sektor manufaktur.
Angkatan pertama pekerja ini menjadi bukti nyata bagaimana akses terhadap pelatihan dapat membuka kesempatan baru, salah satunya bagi Yopanda (38).
Yopanda: Merdeka dari Ketidakpastian Musim
Sebelum mengenal dunia industri, keseharian Yopanda banyak dihabiskan dengan bertani dan bekerja serabutan — hidup yang penghasilannya sangat bergantung pada cuaca dan musim panen, jauh dari kata pasti.
Ketika pembangunan Pabrik AQUA Tanggamus berlangsung, ia turut bekerja dalam proyek konstruksi dan bergabung bersama tim engineering.
Dari sanalah, untuk pertama kalinya, ia mengenal lebih dekat dunia kerja industri yang penuh keteraturan — sesuatu yang jauh berbeda dari kehidupannya sebagai petani.
Kini, Yopanda telah bekerja di Pabrik AQUA Tanggamus selama satu dekade sebagai supervisor.
Saat bekerja bersama tim engineering, Yopanda melihat rekan-rekannya menggunakan komputer dan laptop untuk bekerja.
BACA JUGA:Live Sidang Dugaan Ijazah Palsu Diizinkan PN Jakarta Timur, Bagian Ini yang Tidak Boleh Disiarkan
Ia yang saat itu belum memiliki ijazah setara SMA mulai memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempelajari keterampilan baru.
Kesempatan datang ketika ia mendengar adanya program Paket C yang ditawarkan oleh perusahaan bagi masyarakat sekitar yang belum memiliki ijazah SMA.
Yopanda menjadi salah satu dari sekitar 20 warga yang mengikuti program tersebut.
Di tengah aktivitas bekerja, ia kembali belajar dua kali dalam seminggu hingga akhirnya memperoleh ijazah Paket C. Selain mengejar pendidikan formal, kesempatan mempelajari komputer menjadi salah satu motivasi terbesarnya.
“Saya lihat teman-teman di engineering bisa menggunakan komputer dan laptop. Dari situ saya tergerak, saya juga ingin bisa. Ketika ada program Paket C, saya ikut karena ingin mendapat ijazah sekaligus menambah pengetahuan,” cerita Yopanda.
BACA JUGA:Pelaksanaan TKA Selesai, Peserta Didik Paket C Antusias Ikuti TKA
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: