Suara dari Kebumen, Gus Ipul Perjuangkan Anak-Anak yang Terpinggirkan

Sabtu 14-02-2026,19:53 WIB
Reporter : Hariri
Editor : M. Ichsan

Pada akhir acara, Gus Ipul kembali mengajak seorang siswa naik ke panggung. Kali ini Erni (14), bersama pamannya yang selama ini merawatnya. Dialog singkat itu membuka kisah yang tak kalah getir.

“Ibunya nggak tahu pergi ke mana. Bapaknya nggak ngurusin. Ditinggal bapak ibunya dari bayi,” ujar sang paman yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

BACA JUGA:Penyidik Dalami Kasus Copet Blok M, Bukti CCTV Jadi Kunci

BACA JUGA:UUS OCBC Catat Pertumbuhan Dua Digit, Investasi Emas Syariah Makin Diminati

Gus Ipul menyampaikan pesan kepada para pendamping PKH yang hadir, “Ini adalah the invisible people yang teman-teman harus dengar, harus lihat, dan harus catat.”

Ia menjelaskan bahwa kisah Erni mencerminkan amanat konstitusi yang menjadi dasar hadirnya negara melalui program sosial.

“Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Salah satunya lewat Sekolah Rakyat ini,” ujar Gus Ipul.

Erni sendiri mengaku senang bisa kembali sekolah setelah sempat putus satu tahun usai lulus SD. Kini ia tinggal di asrama SRT 44 dan mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya.

Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar akademik. Di sini anak-anak tinggal di asrama, makan bersama, dibimbing setiap hari, dibentuk karakter dan keterampilannya. 

Dalam satu semester berjalan, perubahan sudah tampak nyata.

BACA JUGA:Program MBG Bangkitkan Ekonomi Dinamis dan Pertumbuhan Inklusif

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Spesial Valentine 14 Februari 2026 Lengkap Sinopsis, Ada Film Romcom Brad Pitt!

“Sekarang kita lihat mereka lebih segar, lebih percaya diri, dan menatap masa depan dengan optimis,” kata Gus Ipul.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang turut hadir juga mengakui perubahan tersebut. “Anak-anak kita sekarang lebih berani bermimpi. Bahkan sudah ada yang meraih prestasi nasional,” ujarnya.

SRT 44 Kebumen saat ini membina 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP. Kegiatan belajar dan pengasuhan didukung 10 guru, 16 wali asuh, serta 6 wali asrama.

Dalam acara ini para siswa SRT 44 menampilkan beragam atraksi mulai dari tari, pidato bahasa Inggris, Arab dan Jepang, paduan suara serta teater.

Kategori :